<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433</id><updated>2012-02-14T22:43:37.963+07:00</updated><category term='kisah nyata'/><category term='akhir zaman'/><category term='seputar palestina'/><category term='Renungan'/><category term='Setetes Hidayah'/><category term='fatwa'/><category term='Sains'/><category term='sejarah islam'/><category term='seputar haji'/><category term='Kontroversial'/><category term='ekonomi islam'/><category term='tokoh islam'/><category term='kesehatan islami'/><category term='inspirasi'/><category term='seputar Ramadhan'/><category term='Aspirasi'/><category term='politik islami'/><category term='telaah utama'/><category term='Software dan e-book'/><category term='pendidikan agama'/><category term='artikel islami'/><category term='jihad'/><category term='Bahasa Arab'/><category term='kisah islami'/><title type='text'>ISLAM</title><subtitle type='html'>Satu-satunya agama yang diridhoi Allah SWT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5105553572951581816</id><published>2011-12-31T10:53:00.004+07:00</published><updated>2011-12-31T17:48:47.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Resolusi di Tahun Baru, Perlukah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri….” (QS. 13: 11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/_8eCQaIqI2Wk/TZz3iFMuB5I/AAAAAAAABKQ/p824cAeOe8Y/Bekerja%20Keras.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 291px;" src="https://lh3.googleusercontent.com/_8eCQaIqI2Wk/TZz3iFMuB5I/AAAAAAAABKQ/p824cAeOe8Y/Bekerja%20Keras.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2011 Masehi sebentar lagi akan meninggalkan kita, dan kita semua akan menjalani tahun yang baru, tahun 2012. Namun, sudah seperti tradisi, kebanyakan dari orang-orang dari kalangan manapun pasti mempunyai tekad beresolusi di tahun yang baru ini. Seperti metamorfosa nya ulat menjadi kupu-kupu. Namun dalam Islam bagaimana hal ini ditanggapi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, beresolusi tidaklah harus setiap pergantian tahun saja, bahkan dianjurkan beresolusi ini kita lakukan setiap hari. Dalam sebuah dialog diterangkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seorang anak perempuan bertanya kepada ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak: "Ayah, bisakah kita tidak berbuat dosa selama satu tahun?"&lt;br /&gt;Ayah: "Ayah rasa tidak bisa anakku"&lt;br /&gt;Anak: "Ayah, bisakah kita tidak berbuat dosa selama satu bulan?"&lt;br /&gt;Ayah: "Sepertinya sih tidak bisa anakku"&lt;br /&gt;Anak: "Ayah, bisakah kita tidak berbuat dosa selama satu hari saja?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ayah nya tetap menggelengkan kepala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak: "Satu pertanyaan terakhir dariku. Apakah kita bisa tidak berbuat dosa selama satu jam saja?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ayah nya kemudian berpikir lalu menjawab...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ayah: "Ya, dengan izin Allah, mungkin itu bisa."&lt;br /&gt;Anak: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Kalau begitu, aku akan melakukan kebaikan-kebaikan dari jam ke jam, agar hidupku diisi oleh banyak kebaikan bukan dosa."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dialog diatas dapat kita simpulkan, bahwa berbuat baik dengan beresolusi tidak harus di pegantian tahun saja, bahkan dari jam ke jam. Ketika  satu jam pertama kita isi dengan ibadsh, satu jam berikutnya kita isi dengan berbuat baik terhadap sesama. Sehingga hidup kita dari jam ke jam dapat dipenuhi oleh kebaikan. Dan Insya Allah, jika kita meninggal dalam keadaan seperti ini, Allah akan memasukkan kita ke dalam Surganya..Amiin Ya Rabbal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saefudin&lt;br /&gt;Jakarta, 31 Desember 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="fb-root"&gt;&lt;/div&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;fb:comments href="http://www.saefudin.info/2011/12/resolusi-di-tahun-baru-perlukah.html" num_posts="5" width="500"&gt;&lt;/fb:comments&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5105553572951581816?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5105553572951581816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/12/resolusi-di-tahun-baru-perlukah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5105553572951581816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5105553572951581816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/12/resolusi-di-tahun-baru-perlukah.html' title='Resolusi di Tahun Baru, Perlukah?'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/_8eCQaIqI2Wk/TZz3iFMuB5I/AAAAAAAABKQ/p824cAeOe8Y/s72-c/Bekerja%20Keras.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5052997180183050813</id><published>2011-10-26T21:42:00.004+07:00</published><updated>2011-10-26T22:19:24.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pelajaran Yang Saya Dapat Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/muhasabah_ilustrasi_101223092539.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/muhasabah_ilustrasi_101223092539.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Assalamualaikum. Wr.Wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Saudaraku, hari ini saya baru mendapat pelajaran yang sangat berharga. Semoga artikel ini bisa jadi bahan renungan pada diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Seperti biasa, pukul 05.30 tadi pagi (26/10) saya berangkat untuk mengajar di salah satu SMA di Jakarta. Keluar dari rumah saya bertemu dengan tetangga saya yang bernama Mas Fahruddin. Dia seorang yang ramah, dan rajin beribadah di masjid. Dia menyapa saya "Pak... Berangkat". Saya jawab "Ya nih mas, duluan ya". Mas Fahruddin biasanya berangkat hampir sama dengan saya, kalau tidak duluan saya atau dia agak belakangan. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Namun saudaraku, jikalau ingin tahu. Mas Fahruddin ini berangkat kerja dengan mengayuh sepeda. Padahal jarak yang ditempuh dari rumahnya di bilangan Tangerang Selatan ke tempat kerjanya di daerah Tanah Abang Jakarta Pusat tidaklah dekat. Bisa dibayangkan betapa beratnya ia untuk mencapai tempat kerja. Namun, ketika saya tanyakan mengapa ia tidak menggunakan angkutan massal atau membeli motor saja, katanya uang gajinya lebih baik buat istri dan uang jajan anak saya saja. Sungguh betapa terenyuhnya saya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke cerita di atas.&lt;br /&gt;Saya berangkat dan sampai di tempat mengajar seperti biasa, mungkin begitu pula dengan mas Fahruddin. Namun, ketika siang harinya sekitar pukul 11.00, saya mendapat kabar bahwa Mas Fahruddin meninggal karena mengalami kecelakaan kerja di tempat kerjanya. Saya agak terkejut, dikarenakan tadi pagi saya masih bersapa dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Tidak perlu saya jelaskan disini apa yang dialami Mas Fahruddin, karena disini saya ingin mengingatkan kembali bahwa "Kematian bisa datang kapan saja". Bahkan diri kita, tidak ada yang tahu 1 menit, 10 menit, atau beberapa jam lagi bisa saja akan menghadapi pemutus segala kehidupan dunia dan kenikmatannya, yaitu kematian. Seperti hadist:&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menganjurkan agar banyak mengingat kematian. Beliau bersabda, "Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (maut)," (HR. At-Tirmidzi, hasan menurutnya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-SvJtGZ4Cdiw/TVjhxCIdRJI/AAAAAAAABKY/SczSwM7DnAA/s1600/mati+suri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 414px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SvJtGZ4Cdiw/TVjhxCIdRJI/AAAAAAAABKY/SczSwM7DnAA/s1600/mati+suri.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Coba bayangkan seandainya hari ini, kita berada di posisi Mas Fahruddin. Mungkin sekarang kita sudah tidak bisa membaca artikel ini lagi, entah apa yang kita alami di alam barzah sana. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Terakhir dari saya...&lt;br /&gt;Semoga arwah dan ibadah Mas Fahruddin di terima oleh Allah SWT..&lt;br /&gt;Dan untuk kita yang masih diberi kesempatan menghirup nafas sampai saat ini, pergunakan kesempatan hidup kita ini untuk mengumpulkan bekal untuk nanti di akhirat. Syukron telah membaca artikel saya, walaupun sedikit, semoga bisa diambil hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wassalamualaikum Wr.Wb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="fb-root"&gt;&lt;/div&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;fb:comments href="http://saef-jaza.blogspot.com/2011/10/pelajaran-yang-saya-dapat-hari-ini.html" num_posts="5" width="500"&gt;&lt;/fb:comments&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5052997180183050813?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5052997180183050813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/10/pelajaran-yang-saya-dapat-hari-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5052997180183050813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5052997180183050813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/10/pelajaran-yang-saya-dapat-hari-ini.html' title='Pelajaran Yang Saya Dapat Hari Ini'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SvJtGZ4Cdiw/TVjhxCIdRJI/AAAAAAAABKY/SczSwM7DnAA/s72-c/mati+suri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2079124408080315326</id><published>2011-08-31T08:28:00.005+07:00</published><updated>2011-08-31T13:42:18.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontroversial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seputar Ramadhan'/><title type='text'>Jikapun Ternyata Hanya Indonesia yang Lebaran Hari Rabu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2Dc7K8t0awo/TlHvD0mw-rI/AAAAAAAAJ1Y/3x7e_E8LpOw/s1600/ucapan%2Bidul%2Bfitri%2Blebaran%2B2011.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2Dc7K8t0awo/TlHvD0mw-rI/AAAAAAAAJ1Y/3x7e_E8LpOw/s1600/ucapan%2Bidul%2Bfitri%2Blebaran%2B2011.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Jikapun Ternyata Hanya Indonesia yang Lebaran Hari Rabu&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Oleh: Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Dalam sebuah Diskusi di BBM seorang teman “ngotot” ingin lebaran hari ini (Selasa/30 Agustus 2011), bunyi BBMnya Seperti ini “ &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Saya Ikut yang Di Mekkah, bukan masalah Jauhnya, Jika ada yang mau ikut Pemerintah Indonesia silahkan, Pegangan saya sangat kuat dimana Rasulullah SAW, jika ada suatu wilayah berbuka puasa (jatuh syawal) maka wajib muslim lainnya mengikuti, dan untuk mendapatkan informasi tersebut sudah banyak tekhnologi canggih yang mempersempit wilayah dan jarak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Itulah salah satu BBM dari seorang teman malam tadi setelah Pemerintah Republik Indonesia mengumumkan 1 Syawal 1432 H di Indonesia jatuh pada hari Rabu/30 Agustus 2011m sedangkan di BBM lainya dari temen saya seorang Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan Keputusan sidang Itsbat DSP PKS : (1) Ramadhan 1432 H disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). Karena Posisi Hilal tidak terlihat diseluruh Indonesia. Kalaupun ada yang melihat, kesaksian mereka tidak dapat diterima secara Manhaji. (2) Idul Fitri 1432 H bertepatan dengan Rabu, 31 Agustus 2011.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Lalu bagaimana penulusuran lebih dalamnya berdasarkan Ilmu Falak, Posisi Hilal pada 29 Agustus 2011 untuk Indonesia sudah diatas ufuk, hanya saja masih kurang dari 2 derajat, sehingga kemungkinan sangat kecil untuk di rukyat, maka solusinya sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin Islam memberikan dua alternatif Ijtihad. (1), &lt;strong&gt;Bagi yang menganut Hisab (perhitungan) wujudul Hilal, dapat beridul Fitri 1432 H pada hari selasa, ini dilakukan Muhammadiyah karena wujudul hilal bagi Muhammadiyah tidak melihat penting atau tidak pentingnya 2 derajat tersebut, sehingga ketika terlihat hilal walaupun kurang dari 2 derajat maka jatuhlah 1 syawal, sehingga ijithad inipun tidak bisa disalahkan.&lt;/strong&gt; (2) &lt;strong&gt;Bagi yang menganut Hisab Imkan Rukyat dan Rukyat, diharapkan mengikuti hasil sidang Itsbat Kemenag 29 Agustus 2011 yang menetapkan Ramadhan digenapkan 30 hari, ini juga di tetapkan Dewan Istbat Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (DS-PKS) dan Dewan Istsbat Nahdatul Ulama, berdasarkan Hadits Rasulullah SAW yang kurang lebih maknanya “&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); "&gt;jika tidak terlihat dengan jelas maka genapkanlah Puasa hingga 30 hari&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;“Ijtihad inipun tidak salah, dibenarkan secara hukum Islam&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Dalam hal ini saya coba sedikit menguraikan bagi yang memilih 1 Syawal 1432 H di hari selasa/30 Agustus 2011 dari pandangan yang berbeda, Muhammadiyah dan Hizbuttahrir salah satunya berpandangan bahwa 28 Negara di 5 Benua merayakan lebarannya hari selasa yang menurutnya dipastikan menggunakan ilmu Astronomi seperti Indonesia, Asia Tenggara Misalnya Singapura, Thailand, Malaysia , Filipina merayakannya hari selasa, Timur Tengah Seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirate Arabia, Negara-Negara AFRIKA seperti Libya, Lebanon, Palestina,Ghana juga hari Selasa, Kemudian Wilayah Eropa seperti Denmark, Ukraina, Swedia, Inggris, Rusia, Uzbekistan melaksanakan Hari raya Idul Fitri hari Selasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Dalil yang Muhammadiyah gunakan adalah metode Hisab Un Sich sebagaimana dalam Twitter Tifatul Sembiring, sedangkan Hizbuttahrir mengikuti keputusan Arab Saudi dan Hadist Rasulullah SAW yang berbunyi “ &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); "&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 102); "&gt;Dari Abu Umair Ibn Anas Radiallahu Anhu dari Paman-Pamannya yang dari Kaum Anshor, mereka berkata “Pernah terjadi awal syawwal tertutup mendung, sehingga hilal tidak terlihat. Maka kami berpuasa pada pagi harinya. Sore harinya ada rombongan yang datang dan bersaksi di hadapan Rasulullah SAW mereka melihat Hilal Kemarin Sore, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan orang-orang yang berpuasa agar membatalkan puasanya dan pergi ke lapangan sholat Ied pada keesokan harinya&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;(Shahih, HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibn Majah, Ahmad Shahih Al Irwa’ (654) , Mukhtasarnya pada (634) ,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Dari Hadits inilah ditetapkan sebuah kalimat “Jika disebuah Wilayah sudah terlihat Hillal maka wilayah lain mengikutinya tanpa melihat batas wilayah dan Negara”, Salahkah? Sementara saya katakana tidak salah juga karena dalilnya ada, Hadist diatas juga sebagai kekuatan hukum penetapan 1 syawal menggunakan Rukyat, adapaun Mathla ul (Tempat Lahirnya Bulan), sebagian Ulama dari Mazhab Syafi’iyah berpendapat jika satu kawasan telah melihat bulan , maka wilayah yang radiusnya 24 Fasakh dari pusat Rukyat bisa mengikuti hasil Rukyat bisa mengikuti hasil Rukyat tersebut dan tidak perlu mengikuti Rukyat diluar Radius 24 Fasakh tersebut. Bagaimana dengan Indonesia? Aturan ini Tidak Cocok, jika diperlakukan maka Aceh dan Papua akan berbeda hari dalam lebaran, nanti ada 3 hari lebaran di Indonesia, Papua pertama, Jakarta Kedua dan Ketiganya Aceh (Betapa Luasnya Indonesia). Tetapi ada juga yang mempertanyakan soal Jarak yang paling dekat dari Indonesia yang Dewan Istbatnya menetapkan hari Selasa 30 Agustus 2011, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Kok Bisa lebarannya hari ini ?. Makanya soal wilayah dan batas Negara ini Dipertegas dalam Kitab Sayyid Sabiq yang menyatakan “ &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menurut Jumhur Ulama Tidak Dianggap adanya Perbedaan Mathla (tempat lahirnya bulan), karena itu. Jika Kapan Saja Penduduk sebuah Negeri melihat HILAL, Maka WAJIB seluruh Negeri Berpuasa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Namun, jika kita tilik lagi lebih dalam hadits tadi disebutkan bahwa sholat Iednya adalah di hari esoknya, artinya, boleh juga, yang jelas pegangan sama kuatnya, selama ini yang paling sering digunakan adalah Jika ada keraguan dalam penetapan Hilal misalnya yang terjadi pada tahun ini, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk menggenapkan puasa 30 Hari, dan ini tidak ada masalah. Toh Ijtihad itu jika benar mendapat 2 Pahala, jikapun salah tetap mendapatkan 1 Pahala, jadi kesimpulannya tidak ada yang berdosa jikapun kita berpuasa hari ini karena sesuai dengan perintah Rasulullah SAW untuk menggenapkan menjadi 30 Hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Lalu Bagaimana dengan sikap kita yang akan berlebaran ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Perlu diingat bahwa kedua putusan tersebut adalah Ijtihad, tetap berpahala jikapun salah karena tidak sembarangan dalam proses pengambilan keputusan. Kita harus memilih yang benar dan mempertanggungjawabkan setiap pilihan kita kelak. Kemudian tetap pegang teguh pada pilihan yang sudah diambil penuh keyakinan dan tetap menjaga Akhlaq mulia dan keutuhan Ummat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Tetaplah bijaksana melihat perbedaan tanpa mengurangi rasa kebahagiaan, teruslah menjadi pribadi muslim yang terbaik dalam pandangan ALLAH Swt.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;Satu lagi, Di Masa Rasulullah SAW saja pernah terjadi perbedaan dalam penetapan hari raya, yaitu antara Mekkah Madinah (Arab Saudi) dan Syam (Syiria), dan dua hari yang berbeda juga dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitrinya…Kenapa Sekararang kita harus Bergaduh….Nikmati Hidup, dan sandarkan segala perbuatan hanya kepada ALLAH Swt jikapun ternyata Hanya Indonesia yang lebarannya hari Rabu. Jazakallah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; "&gt;Bandung, 30 Agustus 2011&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; "&gt;&lt;b&gt;SUMBER: KOMPASIANA.COM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="fb-root"&gt;&lt;/div&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;fb:comments href="http://saef-jaza.blogspot.com/2011/08/jikapun-ternyata-hanya-indonesia-yang.html" num_posts="5" width="500"&gt;&lt;/fb:comments&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2079124408080315326?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2079124408080315326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/jikapun-ternyata-hanya-indonesia-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2079124408080315326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2079124408080315326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/jikapun-ternyata-hanya-indonesia-yang.html' title='Jikapun Ternyata Hanya Indonesia yang Lebaran Hari Rabu'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2Dc7K8t0awo/TlHvD0mw-rI/AAAAAAAAJ1Y/3x7e_E8LpOw/s72-c/ucapan%2Bidul%2Bfitri%2Blebaran%2B2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5895060381961871703</id><published>2011-08-31T08:26:00.005+07:00</published><updated>2011-08-31T08:59:36.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><title type='text'>Diterima di Universitas Indonesia, Jalal Naik Sepeda Ontel</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/07/13110685981609581834.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 640px; height: 320px;" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/07/13110685981609581834.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pati (19/7),Jalal siswa lulusan SMA Negeri 1 Pati 2011 siang ini mulai tunaikan nazarnya mengontel dari Pati sampai ke Depok, karena diterima Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menunaikan nazar dan bersyukur pada Allah SWT,” ujar Jalal ketika ditanya perihal aksinya mengontel dari Pati sampai ke Universitas Indonesia menjelang keberangkatannya pukul 10 pagi di halaman SMA Negeri 1 Pati. Dilepas teman dan guru SMA Negeri 1 Pati keharuan dan kebanggaan menyeruak. Dikawal dengan sepeda oleh beberapa kawan – kawannya (Paresmasapa) sampai ke Kudus, Jalal mulai mengayuh sepeda onta hadiah dari orang tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalal yang lolos SNMPTN tulis beberapa waktu lalu ini, diterima Fakultas Ilmu Budaya, program studi sejarah. Ia mengaku awalnya tidak yakin akan diterima Universitas Indonesia, terlebih sebelumnya ia tidak lolos SNMPTN undangan. Karena janji telah terucap, sehingga ia pun bertekad mengayuh sepedanya sampai ke Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap kayuhan sepeda ontelnya menyiratkan semangat menunaikan cita membawa visi dan misi orang tua hingga Jakarta berbekal keyakinan dan doa. “Saya pilih Universitas Indonesia karena disana banyak tersedia beasiswa, orang tua saya hanya seorang wiraswata yang penghasilannya tidak seberapa. Saya sebagai anak pertama, sudah semestinya mikul duwur menndhem jero orang tua saya,” ceritanya lagi. Kemudian saat ditanya perihal tanggapan orangtuanya dengan aksinya ini, Jalal mengaku mereka sangat mendukung dan oke oke saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam kehidupan ini banyak pihak yang tidak memperhatikan kaum jalanan, dengan sepeda kita bisa lebih dekat dengan lingkungan,”lanjut Jalal yang bercita – cita sebagi penulis ditengah kayuhan sepedanya ketika sampai di perbatasan Pati - Kudus. Pit Onto yang sudah disulap oleh rekan dan gurunya telah dilengkapi sebuah box tertutup untuk tempat perlengkapan ibadah, beberapa potong baju dan makanan tak lupa juga dilengkapi kompo dan ban serep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanannya ini diperkirakan Jalal akan ditempuh selama 7 hari 7 malam jika gowes santai. Dengan mekanisme, ia akan mengontel setiap usai subuh dan berhenti jam 10 malam. Setelah subuh menjelang, barulah ia menggowes sepedanya. Meskipun ia mengaku baru sekali ke Jakarta, “Saya baru sekali ke Jakarta, tanggal 4 Juli kemarin waktu menyerahkan berkas ke UI. Tapi, saya bisa bertanya ke kantor polisi jika tersesat. Saya juga membawa surat keterangan jalan dari kantor polisi”kata Jalal ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalal, mahasiswa jurusan sejarah FIB Universitas Indonesia terus menggowes sepedanya sebagai pelengkap sejarah hidupnya. Jalal anak sejarah yang bersejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berkibarlah castra jayeswara, Bergerak teruslah putra – putri bangsa , gapai cita genggam dunia.:)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUMBER: KOMPASIANA.COM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="fb-root"&gt;&lt;/div&gt;&lt;script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;fb:comments href="http://saef-jaza.blogspot.com/2011/08/diterima-di-universitas-indonesia-jalal.html" num_posts="5" width="500"&gt;&lt;/fb:comments&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5895060381961871703?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5895060381961871703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/diterima-di-universitas-indonesia-jalal.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5895060381961871703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5895060381961871703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/diterima-di-universitas-indonesia-jalal.html' title='Diterima di Universitas Indonesia, Jalal Naik Sepeda Ontel'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-7787158337565768379</id><published>2011-08-31T02:38:00.000+07:00</published><updated>2011-08-31T13:44:48.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir zaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ashabu Rayati Su'ud (Pasukan Panji Hitam)</title><content type='html'>&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs278.snc4/40249_1460374621770_1005550174_31121225_845058_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 469px; height: 228px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs278.snc4/40249_1460374621770_1005550174_31121225_845058_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Generasi Thaifah Manshurah yang Dijanjikan Kemunculannya di Akhir Zaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Thaifah Manshurah, Senantiasa ada hingga kiamat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah yang dijanjikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, membicarakan kemunculan Al-Mahdi tidak bisa terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah sebenarnya Ashahbu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi ? Benarkah riwayat yang membicarakan kemunculan kelompok ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;□      “Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;□      “Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;□      “Akan keluar manusia dari Timur yang akan memudahkan jalan kekuasaan bagi Al ‘ Mahdi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun riwayat-riwayat tersebut memiliki cacat dari sisi sanad dan periwayatannya. Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater[5], seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini kelak terjadi, akankah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Lalu siapakah kelompok yang layak untuk disebut sebagai Ashabu rayati Suud, kelompok Thaifah Manshurah akhir zaman yang dijanjikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashabu Rayati Suud akan muncul dari timur Khurasan, benarkah mereka Thaliban dan Al-Qaeda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah saw. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalm hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut, ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud memastikan apakah Thaliban merupakan termasuk kelompok Ashhabu Rayatis Suud, yang pasti bahwa memberikan tuduhan jahat dan keji yang belum tentu demikian kenyataannya merupakan kejahatan tersendiri. Sementara mendoakan mereka, mengharapkan mereka untuk membela umat Islam, mengusir musuh-musuh Islam dan menegakkan syari’at di muka bumi merupakan sikap yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian – terlepas bahwa Thaliban dan Al-Qaeda memiliki ciri-ciri yang banyak keserupaannya dengan kelompok Ashabu Rayati Suud – yang jelas memastikan secara haqqul yakin bahwa mereka adalah Ashabu Rayati Suud termasuk sikap tergesa-gesa. Namun, mudah-mudahan tidak salah jika kita berharap, semoga mereka itulah kelompok yang dimaksudkan. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[1]. HR. Muslim: Kitabul Imarah no. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul fitan no. 2155&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. HR. Muslim: Kitabul imarah no. 3550.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Pada situs Saudipolitics.com, 1 Januari 2004, Tony Khater, THE UNITED STATES AS UNWANTED BROKER IN ROYAL SECESSION; IT WANTS BANDAR BIN SULTAN AS CROWN PRINCE”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: http://granadamediatama.wordpress.com/arsip/ashabu-rayati-sud-pasukan-panji-hitam/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-7787158337565768379?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/7787158337565768379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/ashabu-rayati-sud-pasukan-panji-hitam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7787158337565768379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7787158337565768379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/ashabu-rayati-sud-pasukan-panji-hitam.html' title='Ashabu Rayati Su&apos;ud (Pasukan Panji Hitam)'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2536450310214999471</id><published>2011-08-21T16:25:00.002+07:00</published><updated>2011-08-21T16:28:05.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Keutamaan Membaca al-Qur’an</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(68, 68, 68); font-family: sans-serif; line-height: 16px; "&gt;&lt;h2 style="text-align: center; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font: inherit; vertical-align: baseline; font-weight: bold; line-height: 27px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Keutamaan Membaca al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(34, 34, 34); font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 23px; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-size: 12px; font: inherit; vertical-align: baseline; font-style: italic; "&gt;                                                       Oleh&lt;/em&gt; &lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; font-size: 12px; font: inherit; vertical-align: baseline; font-weight: bold; "&gt;Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aa/readquran.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 350px; height: 297px; " src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aa/readquran.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang paling utama dan dicintai Allah. Dalam hal ini para ulama sepakat, bahwa hukum membaca Al-Qur’an adalah wajib ‘ain. Maknanya, setiap individu yang mengaku dirinya muslim harus mampu baca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kalau tidak, maka ia berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagaimana mungkin kita mengamalkan al-Qur’an tanpa mau membaca dan memahaminya.Beriman terhadap Al-Qur’an bukan sekedar percaya saja, namun mesti dibuktikan dengan implementasi yang nyata sebagai tuntutan dari iman tersebut yaitu membaca, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan pedoman, konsep, dan aturan hidup manusia. Dalam konteks hablum minallah, Al-Qur’an mengatur relasi hamba dengan khaliqnya. Hubungan vertikal ini dalam bahasa syariat disebut ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan haji. Sedangkan dalam konteks hablum minan naas, Al-Qur’an menjelaskan tata cara pergaulan dan hubungan manusia dengan dirinya, manusia lain dan makhluk Allah lainnya. Hubungan horizontal ini dikenal dengan sebutan muamalah. Konkritnya, Al-Qur’an memberi petunjuk bagaimana mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamalkan al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim, bahkan menjadi syarat utama menjadi seorang yang beriman. Allah swt dan Rasul-Nya saw telah memerintahkan kita untuk mengamalkan ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah, agar kita selamat dunia dan akhirat. Bahkan Rasulullah saw mengingatkan kita akan penting pengamalan terhadap al-Qur’an dan sunnah Rasul saw dengan sabdanya, “Aku tinggalkan kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Qur’an dan Sunnah Rasul saw.” (H.R. At-Tirmizi) Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang sesat itu orang meninggalkan ajaran al-Qur’an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, selama ini kebanyakan umat Islam telah meninggalkan al-Qur’an. Al-Qur’an tidak mendapat perhatian dan tidak dibaca untuk diamalkan sebagaimana mereka sibuk membaca bacaan lain selainnya. Selama ini kita mampu membaca surat kabar, majalah dan buku setiap hari, namun kita tidak mampu membaca al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mampu membaca dan mengkhatamkan surat kabar yang jumlah kata atau hurufnya hampir sama dengan 1 juz al-Qur’an dalam waktu belasan menit, namun kita tidak mampu membaca beberapa halaman dari al-Qur’an. Begitu pula kita mampu membaca majalah yang tebalnya seperempat atau sepertiga al-Qur’an dalam waktu beberapa jam, namun giliranya membaca al-Qur’an kita tidak mampu membaca beberapa juz dalam waktu yang sama. Bahkan kita mampu membaca dan mengkhatamkan buku novel, komik dan roman yang tebalnya sama dengan al-Qur’an dalam waktu seminggu, namun kita tidak mampu mengkhatamkan al-Qur’an dalam waktu yang sama, bahkan sebulan sekalipun. Inilah kondisi iman kita saat ini yang sangat lemah dan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya kita bercermin kepada kehidupan orang-orang yang shalih. Mereka menjadikan al-Qur’an sebagai buku bacaan hariannya. Mereka tidak pernah bosan dan kenyang dengan al-Qur’an, sebagaimana diungkapkan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, “Kalau hati kita bersih, maka kita tidak pernah kenyang dengan al-Qur’an.” Karena dengan senantiasa membaca al-Qur’an, kita akan mendapatkan banyak kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy syahid Sayyid Quthub mengatakan dalam muqaddimah tafsirnya, “Hidup dalam naungan al-Qur’an adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.”&lt;br /&gt;Sungguh banyak keutamaan dan keuntungan yang diperoleh bagi orang yang membaca al-Qur’an. Keuntungan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya seperti surat kabar, majalah dan buku. Diantara keutamaan dan keuntungan orang yang membaca al-Qur’an yaitu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nantinya berdasarkan sabda Rasulullah saw bersabda: ”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (H. R. Muslim). Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Namun demikian, tanpa membaca al-Qur’an maka tidak mungkin kita mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sesuai dengan sabdanya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi. Namun, disisi Allah Swt orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan disediakan tempat yang paling istimewa di surga bersama para malaikat yang suci. Sedangkan orang yang membaca terbata-bata (belum pandai), maka ia akan diberi dua pahala yaitu pahala mau belajar dan kesungguhan membaca, sesuai dengan sabda Rasulullah saw, ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari &amp;amp; Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kejayaan suatu umat Islam itu dengan membaca al-Qur’an dan mengamalkannya. Namun sebaliknya, musibah yang menimpa umat ini disebabkan karena sikap acuh tak acuh kepada al-Qur’an dan meninggalkannya. Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (H.R Muslim). Inilah rahasia mengapa generasi awal umat Islam (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’itabi’in) menjadi generasi terbaik umat ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasul saw. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah karena mereka mengamalkan al-Qur’an dan sunnah Rasul saw. Maka Islampun berjaya pada masa-masa mereka, sehingga tersebar keseluruh penjuru dunia. Namun, setelah generasi tersebut sampai saat ini umat Islam meninggalkan al-Qur’an sehingga umat Islam menjadi lemah dan hina karena dijajah oleh orang kafir, bahkan dizalimi dan dibunuh seenaknya oleh orang kafir akibat meninggalkan al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, orang yang membaca dan mendengar Al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmah, doa malaikat dan pujian dari Allah. Nabi saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, membaca dan mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an menentramkan hati kita sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Swt, ““...Ingatlah, hanya dengan zikir (mengingat) Allah hati menjadi tenang”. (Q.S Ar-Ra’d: 28). Al-Qur’an merupakan zikir yang paling afdhal (utama). Oleh karena itu, ketenangan tidaklah diperoleh dengan harta yang banyak, pangkat dan jabatan, namun diperoleh dengan sejauh mana interaksi kita dengan al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, mendapat pahala yang berlipat ganda. Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf (H.R at-Tirmizi) Membaca “alif lam mim” saja kita mendapatkan pahala sebanyak 30 kebaikan, maka bagaimana dengan membaca sejumah ayat-ayat yang dalam satu halaman al-Qur’an? Bahkan berapa jumlah pahala yang kita peroleh bila kita mampu membaca 1 juz dengan jumlah huruf ribuan atau ratusan ribu? Tentu pahalanya sangat banyak, bahkan kita tidak sanggup menghitungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah berbagai keutamaan dan keuntungan bagi orang yang membaca dan mempelajari al-Qur’an pada bulan-bulan biasa. Maka, terlebih lagi pada bulan Ramadhan sebagai bulan al-Qur’an?! Tentu, pahalanya berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Maka, sangatlah rugi bagi orang-orang yang tidak mau membaca dan mempelajari al-Qur’an, terlebih lagi di bulan Ramadhan yang dilipat gandakan pahala padanya. Dan keutamaan-keutamaan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya selain al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita manfaatkan hari-hari di bulan Ramadhan dengan berbagai aktivitas ibadah, khususnya membaca al-Qur’an. Karena bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur’an, maka sudah sepatutnya kita lebih mengutamakan dan menyibutkan diri dengan berinteraksi dengan Al-Qur’an pada bulan yang mulia ini, baik dengan membaca, mempelajari, memahami, mentadabburi, menghafal maupun mengamalkannya. Semoga kita bisa memanfaatkan momentum Ramadhan ini dengan sebaik mungkin dan meraih berbagai keutamaan yang disediakan di bulan ini, termasuk berbagai keutamaan membaca dan mempelajari al-Qur’an. Semoga..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: ERAMUSLIM.COM&lt;br /&gt;_____________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penulis adalah Pengurus Dewan Dakwah Aceh &amp;amp; pengurus Komite Penguatan Aqidah &amp;amp; Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) kota Banda Aceh.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2536450310214999471?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2536450310214999471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/keutamaan-membaca-al-quran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2536450310214999471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2536450310214999471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/keutamaan-membaca-al-quran.html' title='Keutamaan Membaca al-Qur’an'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-4958319509771815963</id><published>2011-08-21T16:16:00.001+07:00</published><updated>2011-08-21T16:23:05.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seputar Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Malam Lailatul Qadar: Tanda - Tanda Menurut Hadist</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UFvdgHk1fRc/S8GbpR2mZII/AAAAAAAAADo/45K67NFvQvo/s1600/tahajjud.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UFvdgHk1fRc/S8GbpR2mZII/AAAAAAAAADo/45K67NFvQvo/s1600/tahajjud.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, dimana Dalam Al Qur'an, tepatnya Surat Al Qadar disebutkan bahwa malam ini memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan, Pada malam ini pulalah juga diturunkannya Al Qur'an, seperti dikisahkan pada surat Ad Dukhan ayat 3-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu sangatlah bersyukur dan bahagianya anda jika bisa berjumpa dengan malam yang disebut juga sebagai malam seribu bulan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tanda-tanda malam lailatul qadar menurut hadist :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Udara dan suasana pagi yang tenang&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya&lt;br /&gt;Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terkadang terbawa dalam mimpi&lt;br /&gt;Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bulan nampak separuh bulatan&lt;br /&gt;Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: &lt;a href="http://siweh.blogspot.com/2011/08/malam-lailatul-qadar-tanda-tanda.html"&gt;SIWEH.BLOGSPOT.COM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-4958319509771815963?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/4958319509771815963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/malam-lailatul-qadar-tanda-tanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4958319509771815963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4958319509771815963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/08/malam-lailatul-qadar-tanda-tanda.html' title='Malam Lailatul Qadar: Tanda - Tanda Menurut Hadist'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UFvdgHk1fRc/S8GbpR2mZII/AAAAAAAAADo/45K67NFvQvo/s72-c/tahajjud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2511045085088304870</id><published>2011-07-31T06:44:00.003+07:00</published><updated>2011-07-31T06:47:42.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seputar Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Marhaban Yaa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-n0J4ZbmM9TA/TjSXvBjiSyI/AAAAAAAAAMg/M9LL097P8K4/s1600/ramadhan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-n0J4ZbmM9TA/TjSXvBjiSyI/AAAAAAAAAMg/M9LL097P8K4/s320/ramadhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635295867874462498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: normal; "&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Marhaban Yaa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV;layout-grid-mode: line"&gt;Esok hari, Ramadhan akan datang ditengah-tengah kita. Seyogyanyalah kita gembira menyambut bulan yang penuh, berkah, rahmah dan maghfirahnya ini. Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa yang gembira menghadapi bulan Ramadhan, niscaya akan diharamkan oleh Allah baginya neraka". Didalam menyambut Ramadhan ini Rasullullah biasanya meningkatkan intensitas dan kualitas ibadahnya untuk melatih diri menghadapi bulannya Allah ini (Syahr Allah). Pada bulan ini disamping diwajibkan shaum (puasa) yang mana pahalanya diberikan langsung oleh Allah (HR Bukhari dari Abu Hurairah), ibadah lainnya pun akan dilipat gandakan pahalanya. Untuk itu marilah kita bergembira menyambut bulan suci ini dengan meningkatkan ibadah kita dan tambah meningkat lagi selama Ramadhan dengan menegakkan ibadah-ibadah khusus seperti menegakkan malam Ramadhan (Qiyamullail) dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:6.0pt"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keutamaan Puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Telah bersabda Rasulullah saw bersabda: " Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman, ikhlas dan mengharapkan ridhoNya, niscaya dosa-dosanya yang terdahulu diampuni oleh Allah swt". (HR. Ahmad dan As-Sunan).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Note: Hadits shahih diatas sudah tidak asing lagi ditelinga kaum muslimin dimana selalu dikutip ketika ramadhan sudah menjelang. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulannya Allah, bulan suci Ramadhan. Pada bulan ini Allah melipat gandakan pahala bagi melaksanakan ibadah, khususnya ibadah puasa yang pahalanya akan diberikan langsung oleh Allah swt. Marilah kita sambut dengan senang dan gembira bulan yang penuh rahmah, berkah dan maghfirahNya ini serta pada waktunya nanti kita tegakkan puasa (shaum) disiang hari dan menegakkan malamnya dengan shalat tarawih dan tahajjud serta ibadah-ibadah lainnya. Setelah itu , semoga Allah swt menerima segala amal perbuatan kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu dan Insya Allah juga yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;MARHABAN YA RAMADHAN....&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2511045085088304870?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2511045085088304870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/07/marhaban-yaa-ramadhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2511045085088304870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2511045085088304870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/07/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban Yaa Ramadhan'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-n0J4ZbmM9TA/TjSXvBjiSyI/AAAAAAAAAMg/M9LL097P8K4/s72-c/ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1638022452057939100</id><published>2011-07-31T06:32:00.000+07:00</published><updated>2011-07-31T06:55:30.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seputar Ramadhan'/><title type='text'>Zakat Fitrah</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;h3 style="text-align: center; margin-bottom: 6pt; "&gt;&lt;a name="_Toc481401406"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Zakat Fitrah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rdrUfN1mw2A/TjSZmuFSaKI/AAAAAAAAAMo/dXBOK_KHG0A/s1600/ZAKAT.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rdrUfN1mw2A/TjSZmuFSaKI/AAAAAAAAAMo/dXBOK_KHG0A/s320/ZAKAT.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635297924231620770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 style="text-align: left;margin-bottom: 6pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: normal; "&gt;Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim yang pada malam Iedul Fitri hingga pagi esok harinya mempunyai makanan yang cukup, walaupun itu seorang bayi yang lahir sebelum shalat Iedul Fitri, wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Dan bahkan uniknya seorang musytahikpun jika ia menerima zakat fitrah dari zakat fitrah orang lain dan melebihi dari cukup untuk malam Iedul Fitri dan besoknya maka diapun harus membayarkannya. Hal ini pernah disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa beliau mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa (Ramadhan) dari perbuatan sia-sia dan keji. Dan merupakan makanan bagi para orang miskin. Maka barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat 'Iedul Fitri, maka ia sebagai zakat (fitrah) yang diterima (sah) dan barang siapa yang menunaikannya sesudah shalat 'Iedul Fitri, maka ia dianggap sebagai shadaqah biasa (bukan zakat fitrah) (HR Abu Dawud dan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: normal; "&gt; Ibnu Majah). Dan didalam hadits lain beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;“Cukupilah mereka (fakir miskin) pada hari ini (malam hari raya ‘Iedul Fitri) dengan zakat fitrah.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; (HR Daruquthni)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="text-align: left;margin-bottom: 6pt; "&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="text-align: left;margin-bottom: 6pt; "&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="text-align: left;margin-bottom: 6pt; "&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="text-align: left;margin-bottom: 6pt; "&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV;layout-grid-mode: line"&gt;Note: Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa Zakat Fitrah itu berfungsi untuk menyucikan dan menambali kekurangan-kekurangan dari amalan yang kita kerjakan di bulan Ramadhan, khususnya amalan shaum. Disamping itu zakat fitrah ini tentu mengemban misi sosial diantara kaum yang mampu dengan yang dhuafa, berbagi rasa hingga dihari Iedul Fitri ini tak ada seorangpun diantara kita kaum muslimin yang bersedih, khususnya yang dikarenakan oleh kekurangan makanan dan semua harus gembira. Kemudian zakat fitrah ini berfungsi sebagai pembawa amalan-amalan kita selama Ramadhan kepada Allah swt sebagaimana yang dikatakan Rasulullah saw alam sebuah hadits beliau:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Puasa bulan Ramadhan tergantung antara langit dan bumi, dan tidak akan dilangsungkan ke hadhirah Allah, kecuali ia mengeluarkan zakat fitrahnya”.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1638022452057939100?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1638022452057939100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/07/zakat-fitrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1638022452057939100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1638022452057939100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/07/zakat-fitrah.html' title='Zakat Fitrah'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rdrUfN1mw2A/TjSZmuFSaKI/AAAAAAAAAMo/dXBOK_KHG0A/s72-c/ZAKAT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1982820166079530696</id><published>2011-03-12T14:18:00.003+07:00</published><updated>2011-03-12T14:24:06.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontroversial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Kontroversi Makhluk Luar Angkasa</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="rvps3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="rvts7"&gt;KONTROVERSI MAKHLUK LUAR ANGKASA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="rvps3"&gt;&lt;span class="rvts7"&gt;Oleh: Armansyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps4"&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts9"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Berbicara mengen&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://dekdani.files.wordpress.com/2010/06/bimasakti3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 198px; height: 144px;" src="http://dekdani.files.wordpress.com/2010/06/bimasakti3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;ai makhluk luar angkasa akan  membawa kita pada kontroversi berkepan&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;jangan yang sampai hari ditulisnya buku  ini pun perdebatan dikalangan ilmuwan dan juga agamawan terus berlanjut. Tidak  ada kata sepakat mengenainya. Ada yang mengkaitkan mereka dengan makhluk jenis  Jin, ada juga yang berpendapat bahwa mereka benar-benar ada dan berupa makhluk  tersendiri terpisah dari jenis manusia dan jin, ada juga yang mengingkari  keberadaannya dan menganggapnya sekedar berita bohong, isapan jempol dan  imajinasi belaka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Padahal seperti yang telah diungkapkan oleh  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Syaikh Muhammad al-Ghazali&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;  dalam bukunya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;, bahwa bumi  yang kita diami ini tidaklah lebih dari sebutir debu dialam semesta yang amat  besar dan megah dan penuh dengan kehidupan dan makhluk hidup. Kita akan menjadi  orang dungu apabila mengira hanya kita sajalah makhluk hidup dalam wujud semesta  yang maha luas ini. Allah telah menciptakan begitu banyak galaksi, mungkinkah  hanya satu planet saja yang berisi kehidupan ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Alam ini bagi &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;al-Ghazali&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; sudah penuh sesak dengan  makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah yang merujuk pada wujud-Nya dan  bersaksi tentang kebesaran-Nya. Senada dengan pernyataan ini, penulis Indonesia  kontroversial ditahun 80-an asal Sumatera Barat bernama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Nazwar Syamsu&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; berpendapat bahwa banyaknya laporan masyarakat bumi terhadap  penampakan UFO atau piring terbang harus menjadi alasan positip yang mengkuatkan  adanya kehidupan manusia bermasyarakat diplanet lain seperti halnya yang ada  diplanet kita ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2009/10/15/f8760c81416342f556fb36b0640d2c00.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 236px; height: 185px;" src="http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2009/10/15/f8760c81416342f556fb36b0640d2c00.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Namun berbeda dengan keduanya, &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Muhammad Isa Dawud&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dengan semua uraiannya  yang panjang lebar didalam bukunya menyatakan bahwa semua misteri seputar  keberadaan piring terbang ataupun makhluk luar angkasa tidak lain hanyalah  perbuatan dan tipu daya Iblis bersama Dajjal yang memiliki markas besar  disegitiga Bermuda&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Terlepas dari perbedaan pendapat yang ada  diatas tadi, maka bagaimanapun logika mereka tidak ada yang menyimpang dari apa  yang disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya didalam kitab suci al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an maupun al-Hadis. Mereka ini pada  hakekatnya berbeda dalam cara penafsiran ayat dan hadis sesuai dengan cara  maupun sudut pandang masing-masing. Tetapi satu hal yang pasti bahwa semua dalil  yang mereka pergunakan sangat patut untuk dijadikan perhatian bagi kita semua,  terutama untuk yang tertarik dalam kajian ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Cerita mengenai keberadaan dari piring terbang  dan manusia-manusia dari luar angkasa sendiri sebenarnya sudah dikenal jauh  sebelum teknologi modern manusia dicapai, misalnya dongeng-dongeng mengenai  kerajaan Atlantis atau juga kisah mengenai kepahlawanan Hercules yang akhirnya  kembali kelangit bersama ayahnya Zeus setelah menyelesaikan tugas dibumi tidak  bisa dianggap hanya sekedar cerita pengantar tidur bangsa Yunani kuno bahkan  cerita keperkasaan Gatot Kaca dalam wayang purwa yang memiliki baju terbang  bernama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Kotang  Antakusuma&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan helm  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Basunanda&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; lengkap dengan sepatu pelindung  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;pada kacarma&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; juga menjadi suatu teori tersendiri  oleh sejumlah peneliti masalah piring terbang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Lalu bagaimana sebenarnya pendapat  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an sendiri mengenai  hal-hal yang masih merupakan misteri besar ini ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Kitab suci al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an memang tidak bercerita secara jelas  (didalam ayat-ayat Muhkamatnya) kepada kita mengenai keberadaan makhluk hidup  diluar manusia berikut planet dimana mereka tinggal. Tetapi hal ini tidak  berarti bahwa secara simbolik (melalui ayat-ayat Mutasyabihatnya)  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an juga menolak  keabsahan teori-teori tersebut, sebab sebaliknya justru al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an menggambarkan kekuasaan Tuhan disemua  alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua  penjuru galaksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;menciptakan langit dan bumi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; ; dan  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.  - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 42 Asy-Syura :29&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dan Allah telah menciptakan &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Dabbah&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dari almaa&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;; diantara mereka ada yang &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;berjalan diatas perutnya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan ada juga  yang &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;berjalan dengan dua kaki&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan sebagiannya lagi &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;berjalan atas empat  kaki&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena  sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 24 An-Nur :45&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita  memperoleh gambaran dari al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an bahwa Allah telah menyebarkan &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;dabbah&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; disemua langit dan bumi yang telah  diciptakan-Nya. Pengertian dari istilah &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;Dabbah&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; ini sendiri bisa kita lihat pada  surah an-Nur ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan  berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua  kaki sebagaimana halnya dengan manusia dan ada pula yang berjalan dengan empat  kaki seperti kuda, anjing, kucing dan seterusnya sehingga merujuk istilah  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;Dabbah&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; yang ada dilangit  dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja dan mengabaikan kemungkinan  adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud kitab suci  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dan hanya kepada Allah saja bersujud semua  yang ada dilangit dan dibumi, mulai dari Dabbah hingga para malaikat; sementara  para malaikat itu tidak pernah berbuat angkuh &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 16  an-Nahl : 49&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Karena itu tanpa mengurangi rasa hormat kita  kepada mereka yang menolak keberadaan makhluk hidup diluar jenis manusia dan jin  sekaligus menyatakan bahwa hanya diplanet bumi ini sajalah makhluk hidup ciptaan  Allah, menurut pendapat penulis pribadi, maka dijaman yang serba modern dan  canggih ini apalagi didukung oleh ayat-ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an sendiri tidaklah bisa dibenarkan.  Adalah mustahil kebohongan dilakukan oleh hampir separuh penghuni bumi ini dalam  waktu yang berbeda dan bahkan dipisahkan oleh kurun masa berabad-abad dari  sekarang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Su&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;ud Muliadi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;  misalnya menyatakan dalam bukunya bahwa laporan paling tua mengenai pesawat dari  luar angkasa yang mendarat dibumi ini berasal dari abad ke-15 sebelum Masehi,  yaitu pada sebuah tulisan Mesir kuno (papirus) yang merupakan bagian dari buku  harian Raja Thutmosis III (1504-1450 SM) yang merupakan raja Mesir terbesar  dimasa lalu dengan daerah kekuasaannya sampai kesungai Euphrat dan  Sudan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Laporan itu terjadi pada salah satu ekspedisi  penaklukkan yang dipimpinnya langsung, dimana dalam perjalanannya Thutmosis III  melihat adanya sebuah lingkaran api muncul diangkasa dengan panjang sekitar 1  rod atau &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; 5 meter tanpa  mengeluarkan suara dan perlahan bertambah tinggi naik keangkasa menuju keselatan  dan menghilang dikegelapan malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Seterusnya beberapa penemuan Arkeologi  kerajaan Romawi kuno juga menunjukkan bahwa penampakan dari piring terbang juga  pernah terjadi dimasa lalu. Salah satu penemuan itu berupa mata uang logam  Romawi kuno yang berukiran gambar bintang dan sebuah bola dengan antena mirip  satelit yang ada dijaman kita modern ini. Pendapat awal yang memperkirakan bahwa  bola berantena ini merupakan ukiran matahari akhirnya kandas setelah  penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan adanya kenyataan empat sinar cahaya dari  bola itu dipancarkan dengan cara yang berlainan terhadap cahaya dari matahari.  Apalagi pada mata uang logam tersebut terdapat kata-kata &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Providentia Deorum&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; yang memuliakan para  dewa dan terdapat seorang wanita dalam wujud Providentia muncul dari cahaya yang  bersinar tersebut&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Selanjutnya berturut-turut &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Yves Naud&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dalam bukunya berjudul  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;Peninggalan Masa Lampau yang misterius dan  UFO&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Erich Von  Daniken&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dengan bukunya &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;Adakah makhluk lain dari angkasa luar&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts15"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;memberikan  kehadapan kita banyak sekali data-data yang memastikan mengenai apa yang telah  disampaikan oleh ayat-ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an tadi. Bahkan menurut &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Yves  Naud&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; berdasarkan penelitiannya yang panjang, teknologi  yang pernah dicapai oleh nenek moyang manusia jaman dahulu kala jauh melebihi  apa yang sudah dicapai oleh manusia modern sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Hal ini dibuktikannya dengan keberadaan  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Peta Piri Reis&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; yang  merupakan suatu peta dengan rancangan ilmu geografis sangat akurat Konon pada  awal abad ke delapan belas, di istana Topkapi Turki, ditemukan peta-peta kuno.  Peta itu adalah milik seorang perwira tinggi Angkatan Laut Turki &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Laksamana Piri Reis&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;. Dua buah atlas yang  disimpan di perpustakaan negara di Berlin yang memuat gambar yang tepat dari  laut Tengah dan daerah sekitar laut Mati, juga berasal dari Laksamana Piri Reis  ini. Semua peta ini telah diserahkan kepada &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Arlington  H. Mallerey&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; seorang Kartograf Amerika untuk diteliti.  Mallerey memperkuat fakta yang luar biasa bahwa semua data geografi terdapat  pada peta-peta itu, tetapi tidak digambar pada tempat yang semestinya. Ia minta  bantuan dari &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Walters&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; seorang  kartograf dari Biro Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat. Mallerey dan  Walters bersama-sama menyusun suatu skala dan mentransformasikan peta itu  menjadi bola dunia. Mereka membuat penemuan yang menggemparkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Petanya memang cermat, bukan hanya mengenai  Laut Tengah dan Laut Mati saja melainkan pantai-pantai Amerika Utara dan Selatan  bahkan garis-garis tinggi Permukaan Samudra Antartika pun dilukiskan dengan  persis sekali pada peta Piri Reis itu. Peta itu bukan hanya memproduksikan garis  besarnya benua-benua melainkan juga topografi dari daerah-daerah pedalaman.  Pegunungan, puncak gunung, pulau, sungai dan dataran tinggi; semuanya  digambarkan de ngan ketepatan yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dalam tahun 1957, peta-peta itu diserahkan  kepada &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Jesnit Lineham&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;, yang  menjabat direktur dari Weston Observatory merangkap juru potret pada Angkatan  Laut Amerika Serikat. Setelah memeriksanya dengan cermat, Lineham pun hanya  dapat memperkuat ketepatannya yang fantastis itu bahkan sampai mengenai daerah  daerah yang di masa sekarang jarang sekali dipelajari. Yang paling menonjol  ialah bahwa pegunungan di Antartika yang baru ditemukan pada tahun 1952, dalam  peta Reis telah terdapat. Pegunungan itu telah tertutup oleh es beratus-ratus  tahun lamanya. Peta kita sekarang dibuat berdasarkan hasil pemetaan dengan  menggunakan alat-alat gema suara. Penyelidikan terakhir yang dilakukan oleh  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Profesor Charles. H. Hapgood&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;  dan ahli matematika &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Richard W. Strachan&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; telah memberikan informasi yang lebih mengherankan lagi. Setelah  diadakan perbandingan dengan hasil pemotretan bulatan dunia kita yang di lakukan  secara modern dari satelit, perbandingan itu menunjukkan bahwa peta aslinya dari  Piri Reis itu pasti telah dibuat berdasarkan hasil pemotretan dari udara dengan  ketinggian yang jauh sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Sebuah kapal ruang angkasa terbang diam di  atas Kairo dan membidikkan kameranya lurus ke bawah, setelah filmnya dicuci maka  akan terdapat gambaran ini; segala sesuatu yang ada dalam radius kira-kira 5.000  mil dari Kairo akan direproduksikan secara tepat, karena semuanya ada di bawah  lensa. Tetapi negara-negara dan benua-benua di luar radius itu akan berubah  reproduksinya dari keadaan sebenarnya. Semakin jauh pandangan kita dari titik  pusat gambar, semakin banyak penyimpangan atau perubahan gambarnya. Mengapa ini  semua? karena bumi ini berbentuk bulatan, benua-benua yang jauh dari titik pusat  seolah tenggelam ke bawah. Negara Amerika Selatan misalnya, tampaknya berubah  dengan janggal sekali pada ukuran memanjangnya, persis seperti perubahan pada  peta Piri Reis ! Dan juga persis seperti hasil-hasil pemotretan yang dilakukan  satelit buatan dari Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Bagaimana kita bisa menjelaskan hal demikian  itu, bagaimana mungkin nenek moyang kita mampu membuat peta seakurat ini dengan  pengetahuan mereka yang konon menurut buku-buku sejarah masih dalam taraf hidup  didalam gua dan mengembara (nomaden) ? Tidakkah teori yang menyatakan bahwa  nenek moyang manusia sebenarnya pernah mencapai kemajuan dibidang ilmu dan  teknologi canggih sebelum akhirnya melalui sebuah banjir besar telah melemparkan  manusia kembali kejaman batu, bisa diterima ? Bisakah ajaran Islam yang diklaim  sebagai ajaran Tuhan semesta alam menjawab semuanya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dan &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;orang-orang yang  hidup sebelum mereka sekarang ini&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; telah pernah  mendustakan Kami, padahal &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;mereka yang ada sekarang ini  belum sampai pada sepersepuluh&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; yang pernah Kami  berikan kepada mereka dahulu kala. - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 34  Saba&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts16"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; : 45&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts8"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Beberapa penafsir kitab suci ada yang merujuk  maksud dari &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;orang-orang yang hidup  sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; pada ayat tersebut sebagai orang-orang  kafir Mekkah yang sudah meninggal sebelum kenabian Muhammad, akan tetapi adalah  sah-sah saja bila kita menafsirkannya dengan makna yang lebih luas dari itu dan  menghubungkan ayat ini dengan teori yang sudah kita bahas sebelumnya. Apalagi  dalam catatan kakinya yang menjelaskan ayat ini, Departemen Agama Republik  Indonesia menulis maksud dari &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts14"&gt;sepersepuluh yang kami  berikan kepada orang-orang sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; itu adalah  pemberian Allah seputar kepandaian ilmu pengetahuan, umur panjang, kekuatan  jasmani, kekayaan harta benda dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Seperti yang sering saya singgung, bahwa  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an harus dipahami  secara universal dan aktual, sehingga kemonotonan penafsiran yang ada pada  tafsir Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an tradisional  tidak membuat kitab suci ini sebagai sesuatu yang hanya menjadi pajangan  dimasjid ataupun bacaan saat menjelang sholat Jum&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;at. Kita harus melanjutkan misi  aktualisasi kitab suci yang sudah dirintis oleh &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Syaikh  Muhammad Abduh&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dan muridnya &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Rasyid Ridha&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; diawal abad 20. Bangsa  Indonesia sendiri memiliki banyak cendikiawan muslim modern yang telah mencoba  memberikan tafsiran baru ayat-ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an. Sebut saja misalnya nama-nama seperti &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Dr. Ir. Hidajat Nataatmadja&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; melalui  bukunya &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;versi baru Ihya Ulumiddin&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts17"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;atau  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Nurcholish Madjid &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;dalam  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;Khazanah Intelektual Islam&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts15"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; serta nama &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Nazwar Syamsu&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; yang terkenal dengan  bukunya &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts17"&gt;Tauhid dan Logika&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts15"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Dengan begitu, maka kita bisa mendapatkan  kitab suci al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an  benar-benar sebagai kitab petunjuk yang bermanfaat bagi manusia didalam  mempelajari ilmu dunia maupun ilmu akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Keberadaan planet-planet yang berfungsi  sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya  secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Allah menciptakan &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;tujuh langit dan seperti itu juga bumi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;;  berlaku hukum-hukum Allah didalamnya, agar kamu ketahui bahwa Allah sangat  berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dengan  pengetahuan-Nya. - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 65 ath-Thalaq : 12&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Jika kata langit dan bumi disebut dengan  bilangan tujuh yang berarti banyak (lebih dari satu), maka tentu yang dimaksud  dalam ayat ini adalah kemajemukan gugusan galaksi yang terdiri dari jutaan  bintang dan planet-planet yang ada sebagaimana yang kita ketahui dari ilmu  astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an menyatakan kepada kita bahwa Bumi  yang kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yang ada dijagad raya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;makhluk-makhluk yang ada dilangit dan dibumi  memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan. - &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Qs. 55 Ar-Rahman :29&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Setelah berkali-kali mengadakan pengamatan  secara teliti menggunakan teleskop-teleskop Observatorium W.M. Keck Hawaii,  Observatorium Lick di California dan Observatorium McDonald di Texas sejak bulan  Juli 2003 yang lalu, maka hari selasa tanggal 31 Agustus 2004 sejumlah astronom  mengumumkan penemuan jenis planet baru yang memiliki lebih banyak kesamaan  dengan Bumi dibanding dengan planet-planet gas raksasa yang pernah ditemukan  sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Planet-planet mirip bumi tersebut yang pertama  berada di gugusan Leo memiliki massa 21 kali ukuran bumi dan waktu rotasi 2,64  hari dengan perkiraan jarak lebih kurang 33 tahun cahaya dari Bumi kita  sedangkan planet berikutnya berada digugusan Cancer memiliki massa 18 kali dari  bumi dan waktu orbit 2,81 hari dengan jarak dari bumi ini sekitar 41 tahun  cahaya. Atas penemuan kedua planet ini baik Barbara McArthur, peneliti dari  Universitas Texas di Austin maupun Anne Kinney, direktur Direktorat Misi Ilmiah  Divisi Jagad Raya NASA sama-sama mengungkapkan rasa optimisnya bahwa teka-teki  keberadaan makhluk hidup lain diluar bumi akan segera terjawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Planet lainnya yang baru ditemukan dan diduga  memiliki juga persamaan dengan bumi adalah planet yang mengorbit bintang Gliese  876 berjarak sekitar 15 tahun cahaya dari bumi pada arah rasi bintang Aquarius  dengan massa sebesar 5,9 hingga 7,5 kali massa bumi&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Sementara misi antariksa tanpa awak Voyager 1  yang diluncurkan atas kerjasama NASA dan Caltech pada tanggal 5 September 1977  sudah berada diluar tata surya kita dengan jarak 14 milyar kilometer dari planet  bumi dan tengah menyelidiki heliopause dan medium antar bintang, ini adalah  satu-satunya benda buatan manusia modern yang berada jauh diruang angkasa  sehingga untuk dapat menangkap sinyalnya dipusat kontrol Jet Propulsion  Laboratory di dekat Pasadena, California dibutuhkan waktu lebih dari 13  jam.&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Akhirnya, bersikap terlalu skeptis terhadap  sejumlah kalangan yang menyibukkan dirinya untuk melakukan eksplorasi angkasa  raya guna menemukan peradaban lain maupun mentertawakan sejumlah penelitian  terhadap ilmu pengetahuan yang pernah dicapai oleh nenek moyang manusia dimasa  lalu sungguh bukan perbuatan yang bijaksana dan bertentangan dengan kitab  suci.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu  memperolok-olok suatu kaum yang lain, karena boleh jadi mereka itu lebih baik  dari mereka yang mengoloknya; dan jangan juga para wanita saling memperolok  sesamanya sebab boleh jadi wanita yang diperolokkan itu lebih baik dari wanita  yang memperoloknya ; dan jangan kamu mencela dirimu sendiri serta jangan kamu  saling memanggil dengan gelar yang jahat. Sejahat-jahat panggilan adalah yang  jahat setelah ia beriman dan siapa saja yang tidak bertobat, maka mereka adalah  orang yang zhalim. &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts16"&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts11"&gt; Qs. 49  al-Hujuraat : 11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;Kita selaku manusia modern ini harus segera  berhenti meneruskan perilaku pongah yang disertai stagnasi pendapatnya yang  usang, keberadaan para aliens alias makhluk berjiwa diplanet bumi yang lain nun  jauh dikedalaman langit jangan sampai menimbulkan kekhawatiran berlebihan bahwa  pendapat manusia sebagai makhluk termulia akan dilecehkan atau menjadi rusak.  Pada hakekatnya manusia ini cuma sekedar makhluk yang hina&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; dengan kediaman berada dipinggiran  galaksi tak lebih dari setitik debu berjarak &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; 300 juta miliar km dari pusat  Bimasakti. Mari kita berhenti berpikir egois dan merasa sebagai makhluk yang  paling diperhatikan Tuhan, padahal nyaris setiap hari kita melupakan Tuhan dan  bergulat dengan dosa, zinah, korupsi, dusta dan seribu satu macam kufur nikmat  lainnya, manusia terlampau membumi sehingga tidak kuasa melepas ke-&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;akuannya&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="rvps5"&gt;SUMBER: http://armansyah.swaramuslim.net  &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Su&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;ud Muliadi, Sm Hk, Mahluk Angkasa Luar  dan al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an, Penerbit PT.  Garoeda Boeana Indah, Pasuruan, 1993, hal. 17. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Idem, hal.  21.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Kedua buku ini  bisa didownload langsung melalui Internet dari website Beta-UFO dengan alamat  &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts19"&gt;http://www.betaufo.com/&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;  dalam format file PDF&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an dan Terjemahnya,  Departemen Agama Republik Indonesia, Jakarta, Penerbit Gema Risalah Press  Bandung, Edisi refisi tahun 1989, Catatan Kaki no 1244, hal. 691&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Dr. Ir. Hidajat  Nataatmadja, Karsa Menegakkan jiwa agama dalam dunia ilmiah, versi baru Ihya  Ulumiddin, Penerbit Iqra, Bandung, 1982&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Nurcholish  Madjid, Khazanah Intelektual Islam, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta,  1984&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Nazwar Syamsu,  Tauhid dan Logika, al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an  dasar tanya jawab Ilmiah, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 1980&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Kompas Cyber  Media, &lt;/span&gt;&lt;span class="rvts19"&gt;http://www.kompas.com/teknologi/news/0409/01/173543.htm&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;, rubrik Sains &amp;amp; Teknologi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Harian umum  Berita Pagi, Planet Baru itu, Kecil dan Berbatu, No. 37 Tahun 1, Rabu, 15 Juni  2005 hal 1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Wikipedia  Indonesia, ensiklopedi bebas berbahasa Indonesia,  http://id.wikipedia.org/wiki/Voyager_1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;" class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts18"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt; Silahkan buka  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts13"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts10"&gt;an surah 32 as-Sajdah  ayat 8&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Wassalamulaikum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="rvps5"&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="rvps8"&gt;&lt;span class="rvts21"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="rvts22" href="http://www.ibe-software.com/products/software/helpndoc/" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1982820166079530696?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1982820166079530696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/03/kontroversi-makhluk-luar-angkasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1982820166079530696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1982820166079530696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/03/kontroversi-makhluk-luar-angkasa.html' title='Kontroversi Makhluk Luar Angkasa'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5180381409818837413</id><published>2011-03-12T14:08:00.003+07:00</published><updated>2011-03-12T14:14:52.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software dan e-book'/><title type='text'>E-book 23 Kiat Hidup Bahagia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;23 Kiat Hidup Bahagia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-QnP7oUdWNj8/TXsdDZ7NRwI/AAAAAAAAAMU/droaixRzg1o/s1600/blog_ayah.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-QnP7oUdWNj8/TXsdDZ7NRwI/AAAAAAAAAMU/droaixRzg1o/s320/blog_ayah.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583088107391895298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Segala puji bagi Allah yang hanya milikNya puji-pujian seluruhnya. Aku bersaksi  bahwa tiada Tuhan Yang Haq untuk disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu  bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhamamad adalah hamba dan RasulNya. Semoga  Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salamNya kepada beliau, keluarga dan  para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentraman dan ketenangan hati serta hilangnya  keresahan dan kesedihan adalah tujuan setiap manusia. Dengan itu kehidupan  bahagia menjadi realita dan kesenangan serta kegembiraan yang sebenarnya pun  terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tergapai lantaran tiga sarana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[a] Sarana  melalui pembenahan dan kehidupan religi.&lt;br /&gt;[b] Sarana yang bersifat alami,  dan&lt;br /&gt;[c] Sarana praktis yang dijalani dengan kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga sarana  ini hanyalah mungkin dimiliki para mu’min. Sedangkan selain mereka, kalaupun  tergapai oleh mereka satu sisi kebahagian dan karena suatu sarana yang  diupayakan keras oleh orang-orang bijak dikalangan mereka, tidaklah dapat  tergapai oleh mereka sisi-sisi lain yang lebih tinggi manfaatnya, lebih mantap  dan lebih bagus nilainya, baik yang dirasakan secara langsung di dunia ataupun  kelak di Hari Kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku kecil ini, Penulis akan memaparkan,  sebatas ingatan penulis, beberapa sarana untuk mengayuh tujuan luhur ini, yang  setiap orang berupaya untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia ada yang beruntung  meraih banyak dari sarana-sarana itu. Dengan itu ia hidup dan menjalani  kehidupan dengan bahagia. Sebagian yang lain gagal meraih apapun. Karenanya, ia  hidup dan menjalani kehidupan dengan sengsara. Sedang sebagian yang lain lagi  tidak begini dan tidak begitu. Mereka hanya meraih sebatas yang dapat mereka  raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah jua Pengarunia taufiq. KepadaNya kita memohon  pertolongan dalam meraih segala kebaikan dan menangkis semua  keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Disalin dari kitab Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis  Sa'idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia, Penulis Asy-Syaikh  Abdur Rahman bin Nashir As-Sa'di, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin  Ma'ruf, Diterbitkan Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOWNLOAD:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://www.mediafire.com/?jovnl1e16xq7eli&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5180381409818837413?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5180381409818837413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/03/e-book-23-kiat-hidup-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5180381409818837413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5180381409818837413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/03/e-book-23-kiat-hidup-bahagia.html' title='E-book 23 Kiat Hidup Bahagia'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QnP7oUdWNj8/TXsdDZ7NRwI/AAAAAAAAAMU/droaixRzg1o/s72-c/blog_ayah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8608557150766281934</id><published>2011-03-12T13:49:00.004+07:00</published><updated>2011-03-12T14:05:44.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Arab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software dan e-book'/><title type='text'>Software Belajar Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Times New Roman;font-size:180%;"  &gt;ARABINDO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-anTmkMRgMCE/TXsaInm9d3I/AAAAAAAAAMM/hqC0eGWK19M/s1600/blog_ayah.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-anTmkMRgMCE/TXsaInm9d3I/AAAAAAAAAMM/hqC0eGWK19M/s320/blog_ayah.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583084898429532018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Program  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;"Arabindo" dirancang  sebagai program belajar mandiri yang mudah dipelajari oleh orang Indonesia yang  paling awam dalam Bahasa Arab sekalipun. Modalnya hanya satu, anda harus MAHIR  dan GEMAR membaca al-Quran. &lt;/span&gt;D&lt;span lang="en-us"&gt;engan kedua modal tersebut,  anda dipersilakan mengikuti program "Arabindo" untuk mempelajari Bahasa Arab,  yang merupakan Bahasa al-Quran al-Karim, Bahasa al-Hadits asy-Syarif dan Bahasa  Persatuan Ummat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="3" cellspacing="3"&gt;&lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td dir="ltr" width="100%"&gt;&lt;b&gt;PETUNJUK PENGGUNAAN&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td dir="ltr" width="100%"&gt;* Mulailah belajar dari Qawaid (Tata Bahasa) terlebih  dahulu secara berurut.&lt;br /&gt;* Sambil mempelajari Qawaid, boleh diselingi dengan  belajar Hiwar (Percakapan).&lt;br /&gt;* Setiap materi dalam Hiwar dan Qira'ah harus  anda buka pula file audio (MP3)-nya yang kami sertakan secara terpisah di folder  "MP3 Arabindo" dalam CD ini.&lt;br /&gt;* Setiap kata Bahasa Arab yang terdapat dalam  Hiwar dan Qira'ah bisa dicari artinya dalam Qamus.&lt;br /&gt;* Manfaatkanlah tombol  navigasi Back (panah kiri) dan Forward (panah kanan) pada toolbar di atas untuk  memudahkan berpindah kembali ke halaman yang tadi sudah anda buka.&lt;br /&gt;* Bila  Windows XP anda belum mendukung setting Arabic, cobalah disetting lebih  dahulu.&lt;br /&gt;* Bila setting Arabic tidak berhasil, cobalah install font  "Traditional Arabic" yang kami sertakan dalam CD ini dengan meng-copy dan paste  kedua file font tersebut ke folder &lt;b&gt;C:/Windows/Fonts&lt;/b&gt;.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td dir="ltr" width="100%"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;SETTING ARABIC PADA WINDOWS  XP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td dir="ltr" width="100%"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;1. Klik  tombol &lt;b&gt;Start &lt;/b&gt;lalu klik &lt;b&gt;Control Panel &lt;/b&gt;lalu klik &lt;b&gt;Language and  Regional Options&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;2. Klik &lt;b&gt;Add Other Languages&lt;/b&gt; lalu klik tab  &lt;b&gt;Languages&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;3. Beri tanda centang pada kotak &lt;b&gt;Install files for  complex script ....&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;4. Klik tombol &lt;b&gt;Apply &lt;/b&gt;lalu &lt;b&gt;OK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;5. Klik  tombol &lt;b&gt;Add &lt;/b&gt;lalu pada &lt;b&gt;Input Language &lt;/b&gt;cari pilihan &lt;b&gt;Arabic (Saudi  Arabia) &lt;/b&gt;lalu klik &lt;b&gt;OK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;6. Klik lagi tombol &lt;b&gt;Apply &lt;/b&gt;lalu klik  &lt;b&gt;Key Setting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;7. Klik kalimat &lt;b&gt;Switch between input languages &lt;/b&gt;lalu  klik tombol &lt;b&gt;Change Key Sequence&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;8. Beri tanda centang pada kotak  &lt;b&gt;Switch input languages &lt;/b&gt;kemudian pilih dan ingat salah satu cara berpindah  antar mode English &gt; OK&lt;br /&gt;9. Berpindah (klik)  pada tab &lt;b&gt;Advanced &lt;/b&gt;lalu beri tanda centang pada kotak &lt;b&gt;Extend support of  ...&lt;/b&gt; lalu klik tombol &lt;b&gt;OK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;10. Klik tab &lt;b&gt;Advanced &lt;/b&gt;kemudian di  bawah kalimat &lt;b&gt;Select a language to match ...&lt;/b&gt; cari dan pilih &lt;b&gt;Arabic  (Saudi Arabia)&lt;/b&gt; lalu klik tombol &lt;b&gt;OK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;11. Bila system meminta Restart  klik &lt;b&gt;OK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;12. Selamat Belajar Bahasa  Arab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOWNLOAD:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;http://www.mediafire.com/?mm7y9vfxmseie9z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="en-us"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8608557150766281934?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8608557150766281934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/03/software-belajar-bahasa-arab.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8608557150766281934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8608557150766281934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2011/03/software-belajar-bahasa-arab.html' title='Software Belajar Bahasa Arab'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-anTmkMRgMCE/TXsaInm9d3I/AAAAAAAAAMM/hqC0eGWK19M/s72-c/blog_ayah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-6621733318171349460</id><published>2010-12-11T06:50:00.004+07:00</published><updated>2010-12-11T06:52:40.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>3 Golongan Orang Yang Shalat Jum'at</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_u_UXbuYZFas/TCs4Xs6FXGI/AAAAAAAABeo/dInmXi6sEUI/s1600/shalat-jumat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 206px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_u_UXbuYZFas/TCs4Xs6FXGI/AAAAAAAABeo/dInmXi6sEUI/s1600/shalat-jumat.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tiga tingkatan (golongan) orang yang melaksakan shalat Jum’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu hadists Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah (yang berpendapat hadits ini shahih) dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah bersabda bahwa ada tiga tingkatan / jenis orang yang menghadiri jum'at yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Orang yang menghadirinya dengan sia-sia, dan baginyalah kesia-siaan itu&lt;br /&gt;• Orang yang menghadirinya dengan berdo'a, tergantung kepada Allah swt lah pengabulan do'anya.&lt;br /&gt;• Orang yang menghadiri, mendengarkan dan diam serta tidak melangkahi pundak seorang muslim dan tidak menyakiti siapapun, maka Allah swt akan memberikan ampunan dosa baginya hingga Jum'at berikutnya ditambah tiga hari (10 hari berikut) sesuai dengan firman Allah " Barangsiapa membawa amal yang baik baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya" (QS 6:160)&lt;br /&gt; (Menurut Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits ini hasan)&lt;br /&gt; Note: Dari ketiga golongan diatas mungkin dapat dijelaskan sbb:&lt;br /&gt;• Golongan pertama merupakan orang yang datang ke masjid untuk Jum'atan karena keterpaksaan, datang terlambat, tidak mendengarkan khutbah dan bahkan tidur ketika khutbah dikumandangkan, dan hanya menghadiri shalat Jum'at karena ritualnya saja, tanpa bersungguh-sungguh menghayatinya.&lt;br /&gt;• Golongan kedua merupakan sekelompok orang-orang yang sudah memenuhi segala aspek-aspek persyaratan shalat Jum'at dari mendengar khutbah, shalat yang benar, berdo'a, tetapi masih melupakan hal-hal yang cukup esensial didalam melaksanakan shalat Jum'at, seperti menyempurnakan wudhu', membersihkan diri sebelumnya, berusaha mendapatkan syaf yang terdepan dsb.&lt;br /&gt;• Golongan ketiga yaitu orang-orang yang sungguh-sungguh dalam menghadapi shalat Jum'at. Mereka benar-benar menyiapkan diri untuk melakukannya, sebagaimana yang dikatakan Rasulullah bahwa hari Jum'at itu adalah hari besarnya ummat Islam (hari berjama'ah / berkumpul), mereka membersihkan diri, berusaha datang seawal mungkin untuk mendapatkan syaf terdepan, berdzikir sebelum shalat dimulai, mengikuti khutbah dengan seksama dan menghayatinya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita renungkan termasuk tingkatan golongan manakah kita ????&lt;br /&gt;Jika kita masih merasa jauh dari golongan yang ketiga, marilah kita berusah untuk mencapainya.&lt;br /&gt;Semoga shalat Jum'at kita tidak sia-sia..................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-6621733318171349460?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/6621733318171349460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/3-golongan-orang-yang-shalat-jumat.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6621733318171349460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6621733318171349460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/3-golongan-orang-yang-shalat-jumat.html' title='3 Golongan Orang Yang Shalat Jum&apos;at'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u_UXbuYZFas/TCs4Xs6FXGI/AAAAAAAABeo/dInmXi6sEUI/s72-c/shalat-jumat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8183140074778612826</id><published>2010-12-11T06:45:00.001+07:00</published><updated>2010-12-11T06:48:06.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Infaq Pembuka Pintu Rezeki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://saliem87.files.wordpress.com/2009/01/sedekah4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 177px; height: 202px;" src="http://saliem87.files.wordpress.com/2009/01/sedekah4.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Infaq Pembuka Pintu Rezeki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah difirmankan Allah diawal Surah Al-Baqarah bahwa salah satu ciri dari orang yang bertaqwa itu adalah mereka yang menafkahkan sebahagian dari rejeki yang telah dianugerahkan Allah swt kepadanya dan sudah tentu dijalan Allah. Sementara itu disurat lain Allah swt berfirman: “Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. “(QS. 34:39) dan bahkan dalam Surah Al-Hadid (57) ayat 11, Allah swt menyatakannya dengan kata “meminjamkan hartanya”, padahal sebenarnya “harta” yang kita punya tersebut adalah milikNya. Karena itu, jika Allah swt menghendaki dengan paksa Allah akan dapat mengambil semua harta yang kita punyai itu dalam sekejap. Tetapi… Allah swt tidak begitu, dia Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Bijaksana dan Maha Pemberi Rejeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terbuktilah apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw bahwa: “Carilah rejeki dengan berinfak”. Memang sekilas pernyataan ini aneh karena berinfak kan berarti mengeluarkan sesuatu dari yang kita punyai, khan bukannya bertambah… berkurang donk… Nach.. saudaraku logika seperti ini adalah sebenarnya logika sekuler alias logika syeitan. Karena logika ini berangkat dari pengertian bahwa dari ada menjadi tiada. Padahal jika dilihat dari kacamata iman seharusnya kita berangkat dari kita tidak mempunyai apa-apa (atau tiada), dan diberi oleh Allah swt rejeki atau menjadi ada, nach jika Allah swt minta sedikit untuk meratakannya dengan saudara-saudara kita yang lain wajar donk.. Justru lebih dari 2.5 persen yang diminta Allah swt itu sangat amatlah wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan keistimewaan berinfak yang berkaitan dengan imbalan yang akan diberikan Allah swt, diantaranya yaitu: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(QS. 2:261). Begitu juga dengan penggalan ayat berikut: “...Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (QS. 57:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dapat kita katakan disini bahwa merugilah orang-orang yang tidak mau menafkahkan sebahagian dari hartanya dijalan Allah. Dan juga patut kita ingat bahwa banyak juga kecaman-kecaman yang diingatkan Allah swt terhadap orang-orang yang bakhil, diantaranya: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 3:180). Dan juga di ayat lain: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, (QS. 9:34)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8183140074778612826?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8183140074778612826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/infaq-pembuka-pintu-rezeki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8183140074778612826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8183140074778612826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/infaq-pembuka-pintu-rezeki.html' title='Infaq Pembuka Pintu Rezeki'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8104496310487612765</id><published>2010-12-11T06:34:00.003+07:00</published><updated>2010-12-11T06:44:36.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software dan e-book'/><title type='text'>Kumpulan Nama Islami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://profile.ak.fbcdn.net/profile-ak-snc4/object3/177/72/n53045975783_2907.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 146px;" src="http://profile.ak.fbcdn.net/profile-ak-snc4/object3/177/72/n53045975783_2907.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi anda yang memerlukan nama untuk anak anda yang baru lahir, ini ada banyak nama Islami yang mungkin bagus buat nama anak anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA       -       MAKNA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ABDUL ALIM Hamba Allah yang mengetahui&lt;br /&gt;ABDUL AZIM Hamba Allah yang agung&lt;br /&gt;ABDUL AZIZ Hamba Allah yang mulia&lt;br /&gt;ABDUL AZIM Hamba Allah yang agung&lt;br /&gt;ABDUL AZIZ Hamba Allah yang mulia&lt;br /&gt;ABDUL BARI Hamba Allah yang banyak kebaikan&lt;br /&gt;ABDUL BASIT Hamba Allah yang melimpah nikmat&lt;br /&gt;ABDUL BAQI Hamba Allah yang kekal&lt;br /&gt;ABDUL DAYYAN Hamba Allah yang membalas&lt;br /&gt;ABDUL JABBAR Hamba Allah yang tegas&lt;br /&gt;ABDUL JALAL Hamba Allah yang mulia&lt;br /&gt;ABDUL JAWAD Hamba Allah yang pemurah&lt;br /&gt;ABDUL FATTAH Hamba Allah yang membuka&lt;br /&gt;ABDUL GHAFUR Hamba Allah yang pengampun&lt;br /&gt;ABDUL GHANI Hamba Allah yang kaya&lt;br /&gt;ABDUL HADI Hamba Allah yang memimpin&lt;br /&gt;ABDUL HAFIZ Hamba Allah yang memelihara&lt;br /&gt;ABDUL HAIY Hanba Allah yang hidup&lt;br /&gt;ABDUL HAK Hamba Allah yang sebenar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Selengkapnya......&lt;br /&gt;UNTUK NAMA-NAMA ISLAMI LAINNYA BISA DIDOWNLOAD &lt;a href="http://www.mediafire.com/?nc3gbqnd2tf2sa1"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?nc3gbqnd2tf2sa1"&gt;http://www.mediafire.com/?nc3gbqnd2tf2sa1&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8104496310487612765?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8104496310487612765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/kumpulan-nama-islami.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8104496310487612765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8104496310487612765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/kumpulan-nama-islami.html' title='Kumpulan Nama Islami'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1881342179870777542</id><published>2010-12-11T06:32:00.001+07:00</published><updated>2010-12-11T06:34:33.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Menepati Janji</title><content type='html'>Menepati Janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://maulud.files.wordpress.com/2010/06/handshake_puzzle2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 375px; height: 289px;" src="http://maulud.files.wordpress.com/2010/06/handshake_puzzle2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergaulan sehari-hari kita kerap menyatakan bahwa janji itu adalah hutang yang harus kita bayar (laksanakan), dan bahkan ada juga yang menyatakan bahwa seseorang itu yang dipegang adalah janjinya atau dipercayanya seseorang itu dikarenakan oleh ketepatan dia melaksanakan janjinya. Didalam ajaran Islam dinyatakan bahwa janji itu adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dan dihari akhir nanti diminta pertanggung jawabannya oleh Allah swt. Didalam Surah Al-Israa (17) ayat 34 Allah swt berfirman: “….dan penuhilah janji ; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya”, demikian juga diawal Surah Al-Maidah (5) ayat 11 diingatkan Allah swt untuk memenuhi janji-janji kita (akad-akad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt sangat murka sekali dengan orang-orang yang tidak menepati janjinya, yang hal ini dinyatakanNya dalam Al-Qur’an: ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat; Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan” (QS 61:2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara-hadits-hadits Rasulullah saw yang mengecam orang-orang yang tidak menepati janji yang diantaranya menyatakan bahwa tidak menepati janji itu adalah salah satu ciri orang yang munafiq walau orang itu puasa dan shalat atau merasa disinya seorang muslim (HR. Bukhari &amp; Muslim) Dan tentunya kita sudah tahu bagaimana pedihnya azab bagi orang-orang yang munafiq tersebut.&lt;br /&gt;Semoga Allah menjauhkan kita dari salah satu sikap yang menghantarkan kita kepada kemunafiqan ini yakni dengan selalu tepat dalam memenuhi janji-janji kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Artikel Mutiara Subuh-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1881342179870777542?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1881342179870777542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/menepati-janji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1881342179870777542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1881342179870777542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/menepati-janji.html' title='Menepati Janji'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-4621171160758329200</id><published>2010-12-11T06:15:00.002+07:00</published><updated>2010-12-11T06:29:14.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Berkaca Diri</title><content type='html'>Berkaca Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BGAV2BPPca0/S2IdQgNcfMI/AAAAAAAAAKk/hpo44z_hdGE/s320/bercermin+diri.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 263px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BGAV2BPPca0/S2IdQgNcfMI/AAAAAAAAAKk/hpo44z_hdGE/s320/bercermin+diri.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mematut diri kita didepan kaca, terkadang atau bahkan sering timbul dalam hati kita rasa kebanggaan bahkan dapat meningkat kepada kesombongan atau kecongkakan dikarenakan kita punya kelebihan, baik itu bentuk fisik tubuh, kemampuan diri maupun harta yang berlebih. Tetapi bila kita lebih arif dalam mematut diri, sesungguhnya rasa tersebut akan ciut bersamaan dengan kesadaran atas kebesaran Allah yang mengatur semua ini. Bahwa semua itu hanyalah datangnya dariNya dan kita ini adalah tiada. Bukankah Allah swt pernah berfirman: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. 17:37), dan didalam ayat lain Allah menyatakan: “Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. “(QS. 31:18). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Ghazali pernah menuliskan dalam salah satu karyanya tentang ada empat cara atau kiat dalam mematut diri sehingga rasa bangga diri, sombong, congkak ataupun kepongahan perlahan bisa berangsur sirna dari diri kita:&lt;br /&gt;1. Muta’alim, yaitu banyak belajar segala segi-segi kehidupan keagaaman dari guru-guru agama, kiai, ustadz atau ulama. Misalnya belajar khusus pada ulama-ulama tertentu atau sering-sering hadir didalam majlis-majlis ta’lim. Dari kegiatan ini tentunya kita dapat lebih diingatkan akan kebesaran Allah swt dan hal ini akan lebih menyadarkan tentang ketiadaan kita dibanding Dia. Dan juga kita dapat lebih banyak berkonsultasi terhadap sikap kita pada orang-orang alim ini sehingga segala tindakan kita dapat lebih cepat terkoreksi.&lt;br /&gt;2. Musahabah, yakni berteman dengan orang yang baik, alim lagi bertaqwa. Dalam lingkungan orang yang beriman, sikap kita tentu akan lebih terjaga dari hal-hal yang tidak baik dan juga tentunya akan ada saling mengingatkan didalam lingkungan tersebut dalam kebenaran. Dan insya Allah dalam kondisi lingkungan saling mengingatkan ini kita akan terjaga dan selalu diingatkan akan hal-hal yang tidak baik dari diri kita dan tentunya insya Allah yang akan timbul hanya yang baiknya saja.&lt;br /&gt;3. Muhasabah, yakni menghisab diri dengan menerima segala sesuatu masukan dari luar atau lingkungan kita apakah itu tentang kebaikan kita, apatah lagi hal-hal yang negatif dalam sikap kita bergaul dalam lingkungan maupun dari luar lingkungan bahkan dari orang-orang yang kita rasakan selalu mengkritik kita ataupun bahkan memusuhi kita selama ini. Hendaknya kita terima semua masukan, kritik dan saran itu dengan hati lapang hingga kita dapat lebih introspeksi kedalam diri kita.&lt;br /&gt;4. Bersosialisasi terhadap semua lingkungan yang majemuk, sehingga kita tahu semua segi-segi kehidupan serta kita temukan bermacam-macam tingkat keberadaan seseorang. Jika kita melihat keatas pasti banyak lagi yang lebih dari kita dan untuk apa kita berbangga diri. Dan bahkan jika melihat kebawah seharusnya kita bersyukur kita diberi lebih dari mereka.&lt;br /&gt;Semoga Allah swt selalu membimbing kita dalam bersikap yang sudah tentu harus diikuti oleh kesungguhan (mujahadah) kita dalam mematut diri atau menjaga sikap kita secara terus-menerus (istiqomah), sehingga kita luput dari siksaan dan kehancuran yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum kita tidak terjadi pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Artikel Mutiara Subuh-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-4621171160758329200?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/4621171160758329200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/berkaca-diri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4621171160758329200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4621171160758329200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/berkaca-diri.html' title='Berkaca Diri'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BGAV2BPPca0/S2IdQgNcfMI/AAAAAAAAAKk/hpo44z_hdGE/s72-c/bercermin+diri.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2969803464685406602</id><published>2010-12-11T06:08:00.002+07:00</published><updated>2010-12-11T06:14:53.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software dan e-book'/><title type='text'>Ebook: Sifat Shalat Nabi</title><content type='html'>Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://orido.files.wordpress.com/2007/09/shalatnabi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 380px; height: 326px;" src="http://orido.files.wordpress.com/2007/09/shalatnabi.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Subhanahu wata'ala. Kita memuji, memohan pertolongan dan meminta ampun kepadaNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wata'ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebook ini merupakan pembelajaran untuk kita sholat sesuai dengan tata cara Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sholat berdasarkan dalil shahih jauh dari penyimpangan dan sholat yg tidak ada tuntunannya.&lt;br /&gt;Allah Tabaroka wata'ala berfirman: "Jika kalian saling berselisih dalam sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan rasul-Nya" yakni kembali ke kitabullah dan sunnah nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman dalam surat At Taubah :&lt;br /&gt;] فإن تابوا وأقاموا الصلاة وآتوا الزكاة فإخوانكم في الدين [.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu ) adalah saudara saudaramu seagama.” ( QS. At Taubah, 11 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam surat Maryam, Allah Subhanahu wata'ala berfirman :&lt;br /&gt;] فخلف من بعدهم خلف أضاعوا الصلاة واتبعوا الشهوات فسوف يلقون غيا إلا من تاب وآمن وعمل صالحا فأولئك يدخلون الجنة ولا يظلمون شيئا [.&lt;br /&gt;"Lalu datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak akan dirugikan sedikitpun.” (QS. Maryam, 59-60 )“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiallahu‘anhu, bahwa Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;" إن بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, dalam kitab al iman )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ebook ini bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-weight: bold;"&gt;EBOOK INI DAPAT DIDOWNLOAD &lt;a href="http://www.mediafire.com/?nl8pflag758zv88"&gt;DISINI&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?nl8pflag758zv88"&gt;http://www.mediafire.com/?nl8pflag758zv88&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2969803464685406602?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2969803464685406602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/ebook-sifat-shalat-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2969803464685406602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2969803464685406602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/12/ebook-sifat-shalat-nabi.html' title='Ebook: Sifat Shalat Nabi'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1442929448878871393</id><published>2010-11-27T22:28:00.002+07:00</published><updated>2010-11-27T22:30:06.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><title type='text'>Catatan Idul Adha Dari Washington</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/kisah/islamic-center-of-kent.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 152px;" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/kisah/islamic-center-of-kent.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berkali-kali aku mendengar kisah Nabi Ibrahim, tapi hari baru kali ini aku ingin menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Islamic Center of Kent, Washington, USA, kisah itu hari ini diperdengarkan lagi oleh khotib muda yang berwajah cerah itu. Aksen Inggrisnya membuat siapa saja bisa menebak bahwa dia berasal dari daerah timur tengah. Meski bisa mengikuti dengan baik, ada beberapa bagian yang membuat saya harus berkonsentrasi penuh agar paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanas ruangan di masjid kecil itu tak mampu mengusir hawa dingin akhir musim gugur menjelang winter—di negeri yang selalu dingin sepanjang tahun ini. Wajarnya, dikhotbahi pagi-pagi dalam cucaca dingin sedemikian rupa setiap orang pasti terkantuk. Tapi ketika kuangkat kepala dari menatap lantai, kulihat semua orang di kiri kananku takzim mengikuti kotbah. Dari barisan depan sudah banyak yang terisak. Beberapa orang sudah mengusap punggung tangan ke mata. Tadinya kupikir aku sendiri yang memerah matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima hari lagi genap sudah tiga bulan aku di sini. Tapi sampai sekarang belum juga aku terbiasa dengan cuacanya, terutama hawa dinginnya yang kadang mencapai 3 derajat  celcius di pagi hari. Tak tahulah aku bagaimana jadinya winter nanti, jika masih musim gugur ini saja suhunya sudah drop sebegitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa dingin itulah yang membuat aku tadinya malas berangkat. Shalat Ied yang dimulai jam delapan membuat saya harus bangun pagi-pagi dan segera mandi, lalu keluar rumah ketika hari masih remang-remang. Disini, di akhir bulan November ini, jam tujuh pagi masih gelap dan jam lima sore sudah gelap lagi. Kadang-kadang hujan turun sepanjang hari. Matahari tidak muncul bisa sampai berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari apartement aku harus berjalan cepat-cepat ke pemberhentian bus untuk mengejar bus 166 menuju Kent Station. Lalu kemudian mendekam di bawah halte bus Kent Station dalam belaian angin basah yang berdesau-desau, sekitar sepuluh menit menggigil disana hingga bus 169 menuju Renton membukakan pintunya, tepat jam tujuh tiga puluh. Parahnya lagi hari ini tadi hujan—seperti kebanyakan hari-hari sebelumnya—(oh ya, welcome to Seattle. Disini dalam setahun sembilan bulannya hujan.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada alasan yang bagus untuk tidak pergi ke masjid untuk sholat idul Adha hari ini tadi. Pertama sholat Ied itu sunnah, jadi boleh saja ditinggalkan. Apalagi untuk melakukannya banyak rintangan. Kedua, hari hujan. Katanya kalau hari hujan boleh tidak ke masjid. Ketiga, sebenarnya hari ni aku ada kelas. Aku kan sedang menuntut ilmu. Ada pernah aku dengar bahwa itu bisa jadi excuse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun juga, tetap saja hati kecil saya berkata saya harus ke masjid.Bukankah itulah maknanya perngorbanan dari hari raya kurban ini? Karenanya sejak kemarin saya sudah siap-siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya izin dengan dosen untuk tidak masuk hari ini. Saya jelaskan bahwa ini adalah holiday buat kami Muslim. Dia bilang “That’s really fine.” Dia Cuma beri saya tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya disini sudah ada yang merayakan idul Adha kemarin. Bahkan di masjid yang sama tempat saya sholat hari ini, kemarin juga diadakan sholat idul adha. Ada dua kubu besar di sini, antara kelompok arab dan kelompok Somalia. Seperti Muhammadiyah dan NU kalau di Indonesia. Tapi bedanya, disini mereka sholat di masjid yang sama dan tidak pernah ribut. Mereka saling menghormati pendapat orang lain. That’s not a big deal. Tidak seperti di negeri kita yang bisa jadi ribut besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih sholat hari ini karena sebagian besar jamaah masjid Kent merayakannya hari ini. Meski tidak penuh—bahkan tidak sebanyak jamaah sholat jum’at—sholat Ied hari ni berjalan lancar dan khidmat. Dan seperti yang kubilang tadi, khutbahnya begitu menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya sama. Tentang Nabi Ibrahim yang hanif, yang telah memiliki sifat-sifat kenabian semenjak ia kecil. Yang hidup di tengah-tengah komunitas yang rusak. Yang berani menghancurkan berhala-berhala. Yang dibakar tapi tidak terbakar. Yang menikah dengan siti Hajar, lalu tanpa putus asa terus bersabar menunggu selama delapan puluh tahun untuk dikarunia Ismail yang diberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tentang perintah Allah untuk meninggalkan anak istrinya di lembah antah berantah , yang panasnya bukan main kalau siang lalu gulita ketika malam sampai tidak terlihat telapak tangan di depan wajah. Lalu tentang kisah mahsyur mengenai peristiwa yang mendasari hari raya Kurban. Peristiwa ketika Ibrahim hendak menyembelih anak kesayangannya karena perintah Allah, yang setiap muslim pasti pernah mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sama seperti yang sejak kecil sudah ku dengar dari mulut khotib di masjid kampungku yang terbata-bata membaca tulisan arab gundul di kitab kuning tua kebanggaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini kisah itu terasa jauh lebih menyentuh. Entah karena khotibnya yang dengan merdu mengutip ayat-ayat Alqur’an sehigga kutbahnya terasa lebih khusuk, atau karena kelihaiannya memilih kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kukira yang paling penting, sang imam waktu itu selalu mengaitkan apa-apa yang disampaikannya dengan apa yang terjadi dengan kehidupan sehari-hari disini. Dia membuat siapa saja tertohok dan merasa malu sendiri pada Ibrahim. Pengorbanan yang ia lakukan begitu besar, membuat apa-apa yang kita lakukan selama ini untuk Allah terasa tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sendiri, sang Khotib membuat sosok Ibrahim menjelma raksasa dan saya kerdil di ujung kakinya. Saya sering berpikir bahwa ada alasan baik bagi saya jika saya tidak beragama dengan baik disini, sebab saya tinggal di lingkungan yang sangat tidak kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di negeri “bebas’ ini, kemana pun wajah mengarah disitu terlihat pemandangan yang haram. Kemana pun kaki menuju selalu bertemu tempat maksiat. Tidak ada yang melarang jika ingin berbuat dosa. Tidak ada yang mengingatkan jika kita salah jalan. Tidak ada yang disegani jika hendak mangkir. Jadi wajar jika saya tidak bisa “alim-alim amat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ibrahim menertawai saya, sebab ia hidup di komunitas yang lebih parah. Tapi ia tidak lemah seperti saya dan tidak berpikir bahwa wajar jika ia tidak alim-alim amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya sering merasa sedih ketika harus bertemu rintangan ketika hendak menjalankan agama. Kadang waktu kuliah atau program lain yang konflik dengan waktu sholat sehingga menyulitkan. Pernah saya dituduh tanpa izin meniggalkan kelas untuk sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya tidak sholat jumat karena tidak bertemu masjid yang yang tadinya sudah dicari di Google Map, gara-gara harus menyesuaikan dengan suatu acara di luar kampus. Berkali-kali saya mesti sholat di luar ruangan seperti di tempat parkir, di emperan gedung kuliah, bahkan di dekat WC (saya sudah terbiasa melakukannya sekarang). Belum lagi pandangan orang yang menatap aneh kalau saya lagi sholat, atau dengan terang-terangan menertawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ibrahim berkata, pernahkah kamu mau dibakar gara-gara itu? Tidak bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya benar. Sekarang saya benar-benar merasa malu sendiri. Itu belum ada apa-apanya dengan apa yang dialami Ibrahim. Selama ini saya terlalu melankolik. Saya juga terlalu banyak mencari pemakluman. Terlalu banyak mencari kemudahan yang cenderung menjadi memudah-mudahkan. Saya tidak melakukan “try the best” sebelum mengatakan ‘ini uzur”. Padahal ada banyak orang yang mengalamai jauh lebih berat dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang pelajaran yang saya dapat di hari raya Idul Adha pertama saya di negeri orang. Sungguh, itu tidak saya temukan pada waktu merayakannya di tanah air. Disini lebarannya tidak ada yang istimewa. Tidak ada acara khusus, tidak ada makanan khusus, dan tidak ada pakaian khusus. Bahkan tidak terasa seperti lebaran. Namun dalam semua kesederhanaan itu, aku justru mendapat pelajaran yang tidak kutemukan dalam meriahnya lebaran di kampung halamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Selesai shalat semua orang berpeluk-pelukan sambil mengucapkan “Ied mubarrak”. Suasananya penuh keakraban. Bagi saya sensasinya tak kalah syahdu meski tidak berkumpul dengan keluarga, tak ada ketupat, tak ada opor, tak ada daging kurban, bahkan tak ada makanan yang mau dimakan kalau pulang nanti. Aku tidak merasa berada di negeri orang lain, meskipun hanya beberapa orang saja yang kukenal dari jamaah itu. Sebab di manapun tempatnya, di dalam masjid semua orang serasa keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin sekali menyambangi sang imam yang telah menyampaikan khutbah yang indah tadi. Tapi rupanya yang berpikir begitu bukan hanya saya. Banyak sekali orang yang mengantri untuk bersalaman dan memeluknya. Saya termasuk yang terakhir yang mengucapkan ied mubarrak, lalu seperti kebiasaan orang disini – bersalaman dan berpelukan kiri-kanan tiga kali. “Thank you for the inspiring speech, brother,” kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangnya saya naik bus lagi. Masih dingin dan angin masih bertiup berdesau-desau. Di halte saya bertemu Abdullah, nama hijrah seorang pemuda native America yang memeluk Islam beberapa tahun yang lalu. Orangnya tinggi besar, tampan dan gagah. Di depannya membuatku selalu sadar kalau aku pendek dan hidungku pesek. Aku biasa satu bus dengan dia setiap pergi sholat jumat. Kami selalu mengobrol lama kalau bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti aku, rupanya dia juga sangat tersentuh dengan kutbah hari ini. Dia bilang kosep “sacrifice” Ibrahim sangat menyentuhnya. “What have we sacrificed so far, brother?” tanyanya retoris, tanpa bisa aku jawab apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kent station kami berpisah karena dia akan mengambil bus yang berbeda. Sebelum pergi dia menyalamiku dan mengucapkan salam, lalu berlari mengejar busnya yang sudah menunggu di Bay 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengiringi Abdullah berlari dengan tatapan mata. Aku kagum pada ketaatan pemuda itu. Kata-katanya terngiang lagi di telingaku. “What have we sacrificed so far?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa tiba-tiba aku merasa malu pada Abdullah. Sebab selama mengenalnya, seingatku aku belum pernah mendengar ia mengeluh tentang sulitnya menjalankan agama di sini. Bukankah pasti juga berat baginya? Pasti sulit baginya harus keluar dari agama keluarganya, keluar dari kegemerlapan kehidupan Amerika yang sudah ia kenal seumur hidupnya, untuk masuk Islam dan dengan taat menjalankannya. Bahkan lebih taat dari sebagian besar orang yang lahir sebagai muslim seperti saya, atau bahkan yang datang dari negeri-negeri dimana agama ini diturunkan. Iya benar, ia tidak pernah mengeluh sekalipun soal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah adalah contoh yang sangat “dekat”. Dia bukan dari golongan sahabat rasul yang hidup di jaman nabi. Dia juga bukan orang alim “di suatu kampong pada suatu masa” seperti kisah-kisah yang sering aku dengan pada taklim-taklim. Dia anak jaman ini, yang ada di depan mata saya. Dia adalah orang yang sudah mengorbankan banyak hal, tapi tetap saja berkata “what have we sacrificed so far?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sepertinya dia sengaja menyindirku. What have I sacrificed so far? Bukankah tadi pagi aku nyaris tidak pergi ke masjid hanya gara-gara dingin dan hujan. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riverwood, Kent, 11/17/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agusmantono&lt;br /&gt;manthono@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dikutip dari: http://www.eramuslim.com/kisah/catatan-iedul-adha-dari-washington.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1442929448878871393?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1442929448878871393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/catatan-idul-adha-dari-washington.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1442929448878871393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1442929448878871393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/catatan-idul-adha-dari-washington.html' title='Catatan Idul Adha Dari Washington'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-6111241950753707849</id><published>2010-11-27T22:14:00.003+07:00</published><updated>2010-11-27T22:19:00.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh islam'/><title type='text'>Siapakah Syeikh Abdul Qadir Jaelani ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fBIDjEKPxuQ/Se6fb5V3_MI/AAAAAAAAAAU/kxHDm8_kMYE/s400/Syaikh+Abdul+Qadir+Jailani.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 203px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fBIDjEKPxuQ/Se6fb5V3_MI/AAAAAAAAAAU/kxHDm8_kMYE/s400/Syaikh+Abdul+Qadir+Jailani.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang 'alim di Baghdad. Biografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail 'Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Imam Ibnu Rajab menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga dengan Kailan. Sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliy. Wafat pada hari Sabtu malam, setelah maghrib, pada tanggal 9 Rabi'ul Akhir tahun 561 H di daerah Babul Azaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau meninggalkan tanah kelahiran, dan merantau ke Baghdad pada saat beliau masih muda. Di Baghdad belajar kepada beberapa orang ulama' seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein Al Farra' dan juga Abu Sa'ad Al Muharrimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau belajar sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama'. Suatu ketika Abu Sa'ad Al Mukharrimi membangun sekolah kecil-kecilan di daerah yang bernama Babul Azaj. Pengelolaan sekolah ini diserahkan sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Beliau mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil memberikan nasehat kepada orang-orang yang ada tersebut. Banyak sudah orang yang bertaubat demi mendengar nasehat beliau. Banyak orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang ke sekolah beliau. Sehingga sekolah itu tidak kuat menampungnya. Maka, diadakan perluasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama' terkenal. Seperti Al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam. Juga Syeikh Qudamah penyusun kitab figh terkenal Al Mughni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Ibnu Qudamah rahimahullah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul Qadir, beliau menjawab, "kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Beliau menempatkan kami di sekolahnya. Beliau sangat perhatian terhadap kami. Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya untuk menyalakan lampu buat kami. Beliau senantiasa menjadi imam dalam shalat fardhu." Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan sembilan hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani sampai beliau meninggal dunia. 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang 'alim. Beraqidah Ahlu Sunnah, mengikuti jalan Salafush Shalih. Dikenal banyak memiliki karamah-karamah. Tetapi banyak (pula) orang yang membuat-buat kedustaan atas nama beliau. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan, ajaran-ajaran, "thariqah" yang berbeda dengan jalan Rasulullah, para sahabatnya, dan lainnya. Diantara perkataan Imam Ibnu Rajab ialah, "Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh banyak para syeikh, baik 'ulama dan para ahli zuhud".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau banyak memiliki keutamaan dan karamah. Tetapi ada seorang yang bernama Al Muqri' Abul Hasan Asy Syathnufi Al Mishri (orang Mesir) 2) mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam tiga jilid kitab. Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya). Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan segala yang dia dengar. Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya, sehingga aku meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah mansyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh (dari agama dan akal), kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak berbatas.3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah. Kemudian aku dapatkan bahwa Al Kamal Ja'far Al Adfwi 4) telah menyebutkan, bahwa Asy Syath-nufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini." 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Rajab juga berkata, "Syeikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah memiliki pendapat yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma'rifat yang sesuai dengan sunnah. Beliau memiliki kitab Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq, kitab yang terkenal. Beliau juga mempunyai kitab Futuhul Ghaib. Murid-muridnya mengumpulkan perkara-perkara yang berkaitan dengan nasehat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Beliau membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah." Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menyatakan dalam kitabnya, Al Ghunyah, "Dia (Allah) di arah atas, berada di atas 'arsyNya, meliputi seluruh kerajaanNya. IlmuNya meliputi segala sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau menyebutkan ayat-ayat dan hadist-hadist, lalu berkata, "Sepantasnya menetapkan sifat istiwa' (Allah berada di atas 'arsyNya) tanpa takwil (menyimpangkan kepada makna lain). Dan hal itu merupakan istiwa' dzat Allah di atas arsys." 6) Ali bin Idris pernah bertanya kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, "Wahai tuanku, apakah Allah memiliki wali (kekasih) yang Tidak berada di atas aqidah (Imam) Ahmad bin Hambal?" Maka beliau menjawab, "Tidak pernah ada dan tidak akan ada." 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani tersebut juga dinukilkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Istiqamah I/86. Semua itu menunjukkan kelurusan aqidahnya dan penghormatan beliau terhadap manhaj Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam'ani berkata, "Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota Jailan. Beliau seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A'lamin Nubala, dan menukilkan perkataan Syeikh sebagai berikut, "Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga memberikan kesan seakan-akan beliau mengetahui hal-hal yang ghaib. Kemudian mengakhiri perkataan, "Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan (ampunan atas kesalahan-kesalahan orang beriman). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau." (SiyarXX/451).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz Dzahabi juga berkata, "Tidak ada seorangpun para kibar masyasyeikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak diantara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil, hal.136, "Aku telah mendapatkan aqidah beliau (Syeikh Abdul Qadir Al Jailani) di dalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. 8) Maka aku mengetahui dia sebagai seorang Salafi. Beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Beliau juga membantah kelompok-kelompok Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf." 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tentang beliau secara ringkas. Seorang 'alim Salafi, Sunni, tetapi banyak orang yang menyanjung dan membuat kedustaan atas nama beliau. Sedangkan beliau berlepas diri dari semua kebohongan itu. Wallahu a'lam bishshawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya beliau adalah seorang 'ulama besar. Apabila sekarang ini banyak kaum muslimin menyanjung-nyanjungnya dan mencintainya, maka suatu kewajaran. Bahkan suatu keharusan. Akan tetapi kalau meninggi-ninggikan derajat beliau di atas Rasulullah Shalallahhu 'alaihi wassalam, maka hal ini merupakan kekeliruan. Karena Rasulullah Shalallahhu 'alaihi wassalam adalah rasul yang paling mulia diantara para nabi dan rasul. Derajatnya tidak akan terkalahkan di sisi Allah oleh manusia manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sebagian kaum muslimin yang menjadikan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani sebagai wasilah (perantara) dalam do'a mereka. Berkeyakinan bahwa do'a seseorang tidak akan dikabulkan oleh Allah, kecuali dengan perantaranya. Ini juga merupakan kesesatan. Menjadikan orang yang meninggal sebagai perantara, maka tidak ada syari'atnya dan ini diharamkan. Apalagi kalau ada orang yang berdo'a kepada beliau. Ini adalah sebuah kesyirikan besar. Sebab do'a merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak diberikan kepada selain Allah. Allah melarang mahluknya berdo'a kepada selain Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya Disamping (menyembah) Allah." (QS.Al-Jin:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk memperlakukan para 'ulama dengan sebaik mungkin, namun tetap dalam batas-batas yang telah ditetapkan syari'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita sehingga tidak tersesat dalam kehidupan yang penuh dengan fitnah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;1) Siyar A'lamin Nubala XX/442&lt;br /&gt;2) Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Yusuf bin Jarir Al Lakh-mi Asy Syath-Nufi.&lt;br /&gt;Lahir di Kairo tahun 640 H, meninggal tahun 713 H. Dia dituduh berdusta dan tidak bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani.&lt;br /&gt;3) Seperti kisah Syeikh Abdul Qadir menghidupkan ayam yang telah mati, dan sebagainya.&lt;br /&gt;4) Nama lengkapnya ialah Ja'far bin Tsa'lab bin Ja'far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal Al Adfawi. Seorang 'ulama bermadzhab Syafi'i. Dilahirkan pada pertengahan bulan Sya'ban tahun 685 H. Wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh Al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452.&lt;br /&gt;5) Dinukil dari kitab At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa'dah 1415 H / 8 April 1995 M.&lt;br /&gt;6) At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 515.&lt;br /&gt;7) At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 516.&lt;br /&gt;8) Lihat kitab Al-Ghunyah I/83-94.&lt;br /&gt;9) At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa'dah 1415H / 8 April 1995 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dikutip dari :&lt;br /&gt;http://www.assunah.or.id&lt;br /&gt;http://pejalan-cahaya.blogspot.com/2007/06/siapakah-syaikh-abdul-qadir-jaelani.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-6111241950753707849?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/6111241950753707849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/siapakah-syaikh-abdul-qadir-jaelani.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6111241950753707849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6111241950753707849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/siapakah-syaikh-abdul-qadir-jaelani.html' title='Siapakah Syeikh Abdul Qadir Jaelani ?'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fBIDjEKPxuQ/Se6fb5V3_MI/AAAAAAAAAAU/kxHDm8_kMYE/s72-c/Syaikh+Abdul+Qadir+Jailani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1737069293885054831</id><published>2010-11-07T15:53:00.002+07:00</published><updated>2010-11-07T15:57:26.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Hikmah Bencana, Kembalilah Pada Syariah-Nya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.dallasnews.com/sharedcontent/dws/img/v3/10-28-2010.ni_28volcano.GO72TEM8B.1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 216px; height: 147px;" src="http://www.dallasnews.com/sharedcontent/dws/img/v3/10-28-2010.ni_28volcano.GO72TEM8B.1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah Bencana, Kembalilah Pada Syariah-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ali Mustofa Akbar; Ketua Riski (Remaja Islam Ngruki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana datang silih berganti. Berupa banjir, gempa bumi, tanah longsor hingga letusan gunung berapi. Bila dipandang dari sisi geologi, Indonesia memang merupakan negara yang rawan akan bencana. Menurut data, ada Sekitar 282 kabupaten di Indonesia atau setara dengan 2/3 wilayah Indonesia masuk dalam kategori rawan bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negri ini dilingkupi oleh cincin api atau ring of fire yang ditandai dengan adanya rangkaian pegunungan yang membentang dari Sumatera hingga kebagian timur, yakni Nusa Tenggara Timur dan Maluku, sebuah jalur rangkaian gunung api aktif di dunia...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara histografi, Indonesia merupakan wilayah langganan gempa bumi dan tsunami. Negri ini dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Sewaktu-waktu jika lempeng ini bergeser patah menimbulkan gempa bumi. Selanjutnya jika terjadi tumbukan antar lempeng tektonik dapat menghasilkan tsunami, sebagaimana terjadi di Aceh dan Mentawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini terjadi beberapa bencana yang menimpa saudara-saudara kita. Di Wasior, banjir bandang menelan banyak korban jiwa dan menghanyutkan rumah-rumah penduduk. Diikuti dengan musibah tsunami di Mentawai. Kemudian disusul meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah. “Wedhus gembel” mengamuk, menerjang serta memanggang beberapa wilayah di kabupaten Sleman, Boyolali dan Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah semua ini hanyalah sebuah fenomena alam semata yang dikarenakan letak wilayah Indonesia yang rawan terjadi bencana? Tentu saja tidak. Semua itu adalah atas kehendak Allah (Al-Jabbar). Meskipun secara geografis menjadi wilayah rawan bencana, jika Allah tidak berkehendak, maka bencana alam takkan mungkin terjadi. Dia-lah yang menguasai langit dan bumi beserta isinya. Dzat yang mengatur atau memerintah segala makhluk ciptaan-Nya sesuai dengan kehendak dan iradah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. al-Hadid : 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan bukti kebesaran Allah swt dan betapa kecilnya manusia. Betapa kuasanya Allah atas segala sesuatu. Maka kita harus berusaha untuk mengambil hikmahnya. Mengevaluasi atas apa yang telah dilakukan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzab, cobaan atau peringatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang menimpa negri muslim terbesar di dunia ini bisa berupa adzab, cobaan atau peringatan dari Allah swt. Hal ini disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia itu sendiri yang telah melanggar tuntunan Allah swt. Menyekutukan Allah, tidak mau sholat, tidak mau zakat, homo seksual, dll. Lebih-lebih yang merupakan kemungkaran terbesar yakni ketika negri ini mencampakkan hukum-hukum Allah swt (syariah Islam) dan memilih kukum sekuler buatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kaum-kaum yang terdahulu. Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. al-Ankabut : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah adalah cobaan bagi orang-orang yang beriman sekaligus penebus kesalahan yang pernah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (seusngguhnya kami milik Allah dan sesunnguhnya kami sedang menuju kemabali kepada-Nya) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah : 155 -157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. berkata: "Ketika turun ayat 'man ya'mal suuan yujza bihi' (Siapa yang berbuat kesalahan akan mendapat balasannya (QS . An-Nisa: 123), kaum muslimin kelihatan dalam keadaan susah. Rasulullah Saw bersabda kepada mereka; 'Bidiklah dan dekat-dekatkan sasaran. Sesungguhnya dalam setiap musibah yang menimpa orang Islam, ada kaffarah sampai pun duri yang mengenainya dan kecelakaan yang menimpanya”. (HR. Muslim, at-Turmudzi, dan an-Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke syariah-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua bencana ini dikarenakan Allah (Ar-Rahim) masih menyayangi kita. Ibarat orang tua yang masih menyayangi anaknya, sudah semestinya ia akan selalu memperingatkan dan memberikan teguran kepada buah hatinya yang nakal, entah dengan jeweran atau apapun itu. Semoga Allah menampuni kita, dan semoga negri ini segera sadar untuk meninggalkan hukum-hukum kufur kemudian menggantinya dengan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Negara khilafah, niscaya Indonesia mendapat berkah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka menolak (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf : 96 – 99). Wallahu a'lam bi ash-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;Ali Mustofa Akbar; Ketua Riski (Remaja Islam Ngruki); Website: mustofa.web.id; E-mail. alie_jawi@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1737069293885054831?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1737069293885054831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/hikmah-bencana-kembalilah-pada-syariah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1737069293885054831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1737069293885054831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/hikmah-bencana-kembalilah-pada-syariah.html' title='Hikmah Bencana, Kembalilah Pada Syariah-Nya'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8561729582148442506</id><published>2010-11-07T15:04:00.002+07:00</published><updated>2010-11-07T16:08:03.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Hikmah dibalik Musibah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/06/asap-merapi2.jpg?w=376&amp;amp;h=256"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 258px; height: 175px;" src="http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/06/asap-merapi2.jpg?w=376&amp;amp;h=256" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hikmah dibalik Musibah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari terakhir, tidak henti-hentinya berita tentang musibah dan bencana dalam skala besar, mulai dari banjir bah di Wasior, Gunung Merapi meletus, Gempa dan Tsunami di Mentawai dan nampaknya bencana seperti ini tidak ada henti-hentinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang percaya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, tetap memandang apapun gejala alam ini dengan kacamata Syari’ah. Sebab apapun yang terjadi tidak luput dari kehendak Allah SWT. Diantara hikmah yang bisa kita petik dibalik segala bencana ini antara lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menjadi ujian kesabaran seorang mukmin, karena disaat musibah datang terlihat sekali sikap seorang hamba yang sebenarnya, apakah berbaik sangka atau justru sebaliknya berburuk sangka atau bahkan menyalahkan dan mencaci maki Allah SWT, Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat. (QS. al Baqarah : 214).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menjadi bukti betapa tidak berdayanya manusia dan begitu mahakuasanya Allah SWT, jangankan menangkis musibah, memprediksi kapan datangnya musibah secara valid manusia tidak sanggup.&lt;br /&gt;Fir’aun menjadi sebegitu sombong dan congkaknya, dikarenakan sejak dia lahir sampai menjelang ajalnya, dia tidak pernah merasakan segala kesusahan hidup, kondisi ini lambat laun membuat Fir’aun merasakan betapa dia memang berhak berkuasa dan berlaku sombong, sampai-sampai pada akhirnya dia memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan berkatalah Fir’aun:” Akulah Tuhan kalian yang paling tinggi.” (QS. an Nazi’at : 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, musibah datang untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat seorang mukmin. Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari no. 5641).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, musibah juga menjadi salah satu cara Allah dalam mendidik dan menegur kesilapan dan dosa hamba-Nya. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun Menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. al An’am : 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kepada para nabi dan rasul-Nya, Allah turunkan musibah agar mereka tidak terjebak pada sesuatu yang bisa melalaikan mereka dari cinta Allah. Nabi Yusuf Allah pisahkan dari ayahnya nabi Ya’qub. Karena dia mendapatkan cinta yang cukup besar dari bapaknya, nabi Ibrahim Allah perintahkan untuk menyembelih Ismail putra yang berpuluh-puluh tahun dinanti kehadirannya. Demikian pula Rasulullah, ditahun yang sama Allah wafatkan dua tokoh yang selama ini menjadi tulang punggung dakwah beliau. Maka di tahun wafatnya Khadijah istri beliau dan Abu Thalib sang paman disebut ‘amm alhazan (tahun duka cita). Semuanya agar rasul-Nya tak lena dengan bantuan dan cinta makhluk.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: http://kask.us/5830721&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8561729582148442506?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8561729582148442506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/hikmah-dibalik-musibah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8561729582148442506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8561729582148442506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/11/hikmah-dibalik-musibah.html' title='Hikmah dibalik Musibah'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-7807172847000129616</id><published>2010-11-07T14:15:00.003+07:00</published><updated>2010-11-27T10:19:57.680+07:00</updated><title type='text'>Blog Saef-Jaza Dengan Tampilan Baru!</title><content type='html'>Assalamualaikum&lt;br /&gt;Alhamdulillah...&lt;br /&gt;Setelah sekitar 1 jam-an lebih dari jam 8 pagi mengoprek dan mengotak-atik HTML, akhirnya blog ini sukses berganti template dengan varian JQuery, yang bermaksud agar lebih apik dilihat, namun tidak pula menambah bandwith internet anda yang mengunjungi blog ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/TPB4mywGs8I/AAAAAAAAAL0/guMLNPTIrtE/s1600/saef-jaza.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/TPB4mywGs8I/AAAAAAAAAL0/guMLNPTIrtE/s320/saef-jaza.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544063749146981314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dengan widget-widget yang masih lama dan hanya sedikit penambahan, diharapkan para pengunjung semakin betah menjelajahi blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa mengucapkan Salam Terima Kasih kepada para pengunjung dan selamat menikmati artikel-artikel di blog ini, Semoga Bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum..&lt;br /&gt;BY: ADMIN&lt;br /&gt;27 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-7807172847000129616?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/7807172847000129616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/02/blog-islam-cyber-dengan-tampilan-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7807172847000129616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7807172847000129616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/02/blog-islam-cyber-dengan-tampilan-baru.html' title='Blog Saef-Jaza Dengan Tampilan Baru!'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/TPB4mywGs8I/AAAAAAAAAL0/guMLNPTIrtE/s72-c/saef-jaza.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-7519390402208728039</id><published>2010-09-09T11:16:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T16:57:22.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Shalat Jumat di Idul Fitri atau Idul Adha</title><content type='html'>Shalat Jumat di Idul Fitri atau Idul Adha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Nasai dari Zaid bin Arqom menyaksikan bersama Rasulullah saw bersatunya dua hari raya. Maka beliau saw melaksanakan shalat id diawal siang kemudian memberikan rukhshah (keringanan) terhadap shalat jum’at dan bersabda,”Barangsiapa yang ingin menggabungkan maka gabungkanlah.” Didalam sanadnya ada yang tidak dikenal maka hadits ini lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Daud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw bersabda,”Sungguh telah bersatu dua hari raya pada hari kalian. Maka barangsiapa yang ingin menjadikannya pengganti (shalat) jum’at. Sesungguhnya kami menggabungkannya.” Terdapat catatan didalam sanadnya. Sementara Ahmad bin Hambal membenarkan bahwa hadits ini mursal, yaitu tidak terdapat sahabat didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://foto.detik.com/images/content/2007/03/09/157/ShalatGaib1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 277px; height: 189px;" src="http://foto.detik.com/images/content/2007/03/09/157/ShalatGaib1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasai dan Abu Daud meriwayatkan bahwa pernah terjadi dua hari raya bersatu pada masa Ibnu az Zubeir lalu dia mengakhirkan keluar (untuk shalat, pen) hingga terik meninggi lalu dia keluar dan berkhutbah kemudian melaknakan shalat. Dia dan orang-orang tidak melaksanakan shalat (id) pada hari jum’at..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan bahwa shalat yang dilakukan itu adalah shalat jum’at, hal itu ditunjukkan dengan mengedepankan khutbah sebelum shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam riwayat Abu Daud bahwa pada masa Ibnu az Zubeir telah terjadi hari raya bertepatan dengan hari jum’at lalu dia menggabungkan keduanya dan melaksanakan shalat keduanya dengan dua rakaat lebih awal dan tidak tidak melebihkan dari keduanya hingga dia melaksanakan shalat ashar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap berbagai nash tertentu tentang bertepatannya hari jum’at dengan hari raya maka para ulama Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa suatu shalat tidaklah bisa menggantikan shalat yang lainnya dan sesungguhnya setiap dari shalat itu tetap dituntut untuk dilakukan. Suatu shalat tidaklah bisa menggantikan suatu shalat lainnya bahkan tidak diperbolehkan menggabungkan (jama’) diantara keduanya. Sesungguhnya jama’ adalah keringanan khusus terhadap shalat zhuhur dan ashar atau maghrib dan isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan para ulama Hambali mengatakan bahwa barangsiapa yang melaksanakan shalat id maka tidak lagi ada kewajiban atasnya shalat jum’at kecuali terhadap seorang imam maka kewajiban itu tetap ada padanya jika terdapat jumlah orang yang cukup untuk sahnya suatu shalat jum’at. Adapun jika tidak terdapat jumlah yang memadai maka tidak diwajibkan untuk shalat jum’at…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa sesungguhnya shalat id sudah mencukupinya dari shalat jum’at bagi penduduk suatu kampung yang tidak mendapatkan jumlah orang yang memadai untuk sahnya suatu shalat jum’at dan mereka yang mendengar suara adzan dari negeri lain yang disana dilaksanakan shalat jum’at maka hendaklah berangkat untuk shalat jum’at. Dalil mereka adalah perkataan Utsman didalam khutbahnya,”Wahai manusia sesungguhnya hari kalian ini telah bersatu dua hari raya (jum’at dan id, pen). Maka barangsiapa dari penduduk al ‘Aliyah—Nawawi mengatakan : ia adalah daerah dekat Madinah dari sebelah timur—yang ingin shalat jum’at bersama kami maka shalatlah dan barangsiapa yang ingin beranjak (tidak shalat jum’at) maka lakukanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Fatawa Ibnu Taimiyah disebutkan bahwa terdapat tiga pendapat para fuqaha tentang bertepatannya hari jum’at dengan hari raya ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa shalat jum’at diwajibkan bagi orang yang telah melaksanakan shalat id maupun yang tidak melaksanakan shalat id, sebagaimana pendapat Malik dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa shalat jum’at tidak diwajibkan bagi orang-orang di luat kota, sebagaimana hal itu diriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan dan pendapat ini diikuti oleh Syafi’i,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwa siapa yang telah melaksanakan shalat id maka tidak ada kewajiban atasnya shalat jum’at akan tetapi bagi seorang imam hendaklah melaksanakan shalat jum’at bersama orang-orang yang menginginkannya, sebagaimana terdapat didalam kitab-kitab sunnah dari Nabi saw, ini adalah pendapat Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia (Ibnu Taimiyah) mengatakan : pendapat ini dinukil dari Nabi saw, para khalifah dan sahabatnya. Ini juga perkataan para imam seperti Ahmad dan lainnya yang telah sampai sunnah-sunnah dan atsar kepada mereka sedangkan para ulama yang yang memiliki pendapat berbeda adalah mereka yang tidak sampai sunnah-sunnah dan atsar itu kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi permasalahan ini adalah permasalahan yang didalamnya terdapat perbedaan pendapat para ulama akan tetapi pendapat yang menyatakan cukup dengan shalat id saja atas shalat jum’at adalah lebih kuat tanpa membedakan penduduk di kampung atau di kota, seorang imam atau bukan imam karena tujuan dari kedua shalat itu telah tercapai… Berkumpulnya orang-orang untuk melaksanakan shalat berjamaah serta mendengarkan ceramah jadi shalat apa pun dari kedua shalat itu yang dilakukannya maka itu sudah cukup. “Lihat : Nailul Author, asy Syaukani juz III hal 299, al Fatawa al Islamiyah jilid I hal 71, Fatawa Ibnu Taimiyah jilid XXIV hal 212” (Fatawa al Azhar juz VIII hal 479)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/assalamualaikum-ustadz.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-7519390402208728039?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/7519390402208728039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/shalat-jumat-di-idul-fitri-atau-idul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7519390402208728039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7519390402208728039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/shalat-jumat-di-idul-fitri-atau-idul.html' title='Shalat Jumat di Idul Fitri atau Idul Adha'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8084320161561263456</id><published>2010-09-06T14:47:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T14:49:13.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software dan e-book'/><title type='text'>Qur'an Flash Tajweed - Baca Al Qur'an Sambil Belajar Tajwid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HOh7zCozcD0/TH4UgoM8RTI/AAAAAAAACsA/ITpNuvyxrLs/s200/al-quran-flash-tajweed.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HOh7zCozcD0/TH4UgoM8RTI/AAAAAAAACsA/ITpNuvyxrLs/s200/al-quran-flash-tajweed.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu lagi ada sebuah aplikasi yang memudahkan kita dalam mempelajari  serta mendalami agama Islam. Nah, aplikasi ini digunakan untuk membaca  Al-Qur’an di depan komputer disertai warna huruf yang berbeda-beda yang   memudahkan kita dalam membaca Al-Qur’an secara benar tajwid-nya.  Aplikasi ini dibuat berbasis flash – yaitu sebuah aplikasi untuk membuat  animasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan aplikasi ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tampilannya menarik karena dibuat berbasis flash.&lt;br /&gt;2. High Quality resolution (mampu sampai 1024×768 pixel)&lt;br /&gt;3. Tidak perlu installasi karena bersifat portabel.&lt;br /&gt;4. Warna huruf berbeda yang membedakan antara hukum tajwidnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al QuranFlash Tajweed - Aplikasi Pembaca Qur'an Plus Tajwid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendownload aplikasi ini anda semua membutuhkan kesabaran karena file ini berukuran cukup besar, yaitu sekitar 55 MB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.alseraj.net/quran/quranflashtajweedA.zip"&gt;CLICK HERE TO DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Rabbani/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Rabbani/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8084320161561263456?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8084320161561263456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/09/quran-flash-tajweed-baca-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8084320161561263456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8084320161561263456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/09/quran-flash-tajweed-baca-al-quran.html' title='Qur&apos;an Flash Tajweed - Baca Al Qur&apos;an Sambil Belajar Tajwid'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HOh7zCozcD0/TH4UgoM8RTI/AAAAAAAACsA/ITpNuvyxrLs/s72-c/al-quran-flash-tajweed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-7543708018556629965</id><published>2010-09-06T14:33:00.004+07:00</published><updated>2010-09-06T16:35:45.898+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Makna Berzakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JVNaHrYu_NU/SLqczYoJuHI/AAAAAAAAAi4/SxGHbsfvwhI/s400/zakat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 321px; height: 229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JVNaHrYu_NU/SLqczYoJuHI/AAAAAAAAAi4/SxGHbsfvwhI/s400/zakat.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Zakat Infak dan Shadaqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukadimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Zakat merupakan salah satu pokok agama yang sangat penting dan strategis dalam Islam, karena zakat adalah rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat. Jika shalat berfungsi untuk membentuk keshalihan dari sisi pribadi seperti mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar, maka zakat berfungsi membentuk keshalihan dalam sistem sosial kemasyarakatan seperti memberantas kemiskinan, menumbuhkan rasa kepedulian dan cinta kasih terhadap golongan yang lebih lemah. Pembentukan keshalihan pribadi dan keshalihan dalam sistem masyarakat inilah salah satu tujuan diturunkannya Risalah Islam sebagai rahmatallil ‘alamin oleh Allah SWT kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan zakat, Allah SWT menghendaki kebaikan kehidupan manusia dengan ajaran-Nya agar hidup tolong menolong, gotong royong dan selalu menjalin persaudaraan. Adanya perbedaan harta, kekayaan dan status sosial dalam kehidupan adalah sunatullah yang tidak mungkin dihilangkan sama sekali. Bahkan adanya perbedaan status sosial itulah manusia membutuhkan antara satu dengan lainnya. Dan zakat (juga infaq dan shadaqah) adalah salah satu instrumen paling efektif untuk menyatukan umat manusia dalam naungan kecintaan dan kedamaian hidupnya di dunia, untuk menggapai kebaikan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Zakat Dan Perbedaannya Dengan Infaq dan Shadaqah&lt;br /&gt;1.    Makna Zakat&lt;br /&gt;  Secara Bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan:&lt;br /&gt;  خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;  "Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.". (QS : At-Taubah : 103).&lt;br /&gt;  Sedangkan istilah zakat berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah, dan waktu suatu kekayaan atau harta yang wajib diserahkan; dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umat Islam untuk umat Islam.&lt;br /&gt;2.    Makna Infaq&lt;br /&gt;  Pengertian infaq adalah lebih luas dan lebih umum dibanding dengan zakat. Tidak ditentukan jenisnya, jumlahnya dan waktunya suatu kekayaan atau harta harus didermakan. Allah memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk menetukan jenis harta, berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.&lt;br /&gt;3.    Makna Shadaqah&lt;br /&gt;  Adapun Shadaqoh mempunyai makna yang lebih luas lagi dibanding infaq. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat dalam bentuk non materi, misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta, memberikan senyuman dan wajah yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnya pada istri dsb. Dan shadaqoh adalah ungkapan kejujuran (shiddiq) iman seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIQH PRIORITAS&lt;br /&gt;Zakat sifatnya wajib bagi setiap muslim yang hartanya telah memenuhi syarat tertentu sedangkan infaq atau shadaqah adalah sunnah. Dengan demikian ibadah wajib harus lebih dahulu setelah sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ZAKAT&lt;br /&gt;HUBUNGAN ZAKAT DAN SHALAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di masyarakat kita pengetahuan, kesadaran dan pengalaman terhadap perintah shalat sudah cukup merata, namun tidak begitu dengan perintah zakat. Sementara Al-Qur'an menyebutkan perintah shalat dan zakat dalam 27 tempat atau ayat, sehingga pelaksanaan shalat dan zakat merupakan satu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan. Hal ini tercermin pula pada masa pemerintahan Abu Bakar ra, saat melihat dalam masyarakat mulai ada pemilahan antara perintah zakat dan shalat, beliau meng- ungkapkan: "Demi Allah, saya akan memerangi orang-orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah kewajiban atas harta". (HR Jama'ah ).&lt;br /&gt;PERINTAH MENUNAIKAN ZAKAT&lt;br /&gt;خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan (maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda) dan mensucikan mereka (maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka) dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At Taubah 103)&lt;br /&gt;وَالْمُؤْمِنُونَوَالْمُؤْمِنَاتُبَعْضُهُمْأَوْلِيَاءبَعْضٍ يَأْمُرُونَبِالْمَعْرُوفِوَيَنْهَوْنَعَنِالْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَوَيُؤْتُونَالزَّكَاةَوَيُطِيعُونَاللّهَوَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At Taubah : 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKANNYA&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّ كَثِيراً مِّنَ الأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ&lt;br /&gt;يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ&lt;br /&gt;“..Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS At Taubah : 34-35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah s.a.w bersabda : “Tiada seorangpun yang menyimpan harta dan tak berkeinginan untuk mengeluarkan zakatnya kecuali akan dipanaskan harta itu di neraka jahanam dan akan dijadikan keping-kepingan lalu disetrikakan ke kedua pinggang dan keningnya samapi Allah mengadili hamba-hambaNya di suatu hari yang lamanya sama dengan lima puluh perhitungan sekarang kemudian akan dilihatkan nasibnya, apakah akan masuk syurga atau ataukah neraka.&lt;br /&gt;Dan tidak seorangpun pemilik unta yang tidak membayarkan zakatnya kecuali akan ditelentangkan di sebuah lapangan yang amat luas lalu unta itu dihalaukan menginjak-injak tubuhnya. Setiap yang akhir selesai menginjaknya, kembali dihalau kepadanya. Demikianlah seterusnya samapai Allah meberi ketentuan tentang hamba-hambaNya yakni pada suatu hari yang lamanya sama dengan lima puluh tahun sekarang, kemudian akan dilihat nasibnya apakah akan masuk surga ataukah neraka.&lt;br /&gt;Dan tidak seorangpun pemilik kambing yang tidak membayarkan zakatnya kecuali akan akan ditelentangkan di suatu lapangan yang amat luas dimana hewan-hewan itu akan menginjak-injaknya dengan kuku-kuku kakinya dan menanduknya dengan tanduknya sedang tidak seekorpun diantara kambing-kambing itu yang tanduknya melengkung atau tidak bertanduk…” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;HUKUM BAGI YANG TIDAK MENUNAIKANNYA&lt;br /&gt;1.    Zakat merupakan salah satu kewajiban yang telah diakui umat Islam secara ijma’ bahkan Al Qur’an sering memasangkannya atau mensejajarkannya dengan shalat (aqimishholah wa atuzzakah) sehingga seseorang yang tidak menunaikan zakat karena ia mengingkari hukum wajibnya berzakat maka ia dinyatakan telah keluar dari agama Islam.&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah ra katanya: Setelah Rasulullah saw wafat dan Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah sepeninggalan beliau dan beberapa orang yang murtad dari bangsa Arab telah murtad, Umar bin Khatab mengatakan kepda Abu Bakar : “Mengapa engkau perangi orang-orang itu pdahal Rasulullah saw telah bersabda : “Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mengucapkan “Tiada tuhan selain Allah” niscaya harta dan jiwanya terjamin kecuali menurut hak (keadilan) sedang perhitungannya dikembalikan kepada Allah”. Abu Bakr menjawab : “Demi Allah! Sesungguhnya akan saya perangi siap yang membedakan antara shalat dan zakat karena zakat itu adalah kewajiban yang berkenaan dengan harta. Demi Allah! Kalau mereka tidak mau mebayar zakat yang pernah dahulu mereka berikan kepada Rasulullah saw niscaya mereka akan saya perangi karena itu”. Kata Umar: “Demi Allah! Saya telah melihat bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk berperang, lalu saya mengetahui itulah yang benar”. (Shahih Bukhari Jilid IV)&lt;br /&gt;2.    Seseorang yang tidak mengingkari wajibnya menunaikan zakat tetapi ia enggan untuk mengeluarkannya maka ia memikul dosa disebabkan keengganan itu tanpa mengeluarkannya dari Agama Islam. Dan hakim atau lembaga resmi hendaknya mengambil zakat itu secara paksa dan menjatuhkan ta’zir.&lt;br /&gt;3.    Seseorang yang tidak menunaikan zakat karena ketidaktahuannya tentang hukum itu maka ia dimaafkan dan ia diwajibkan untuk menuntut ilmu untuk mengetahui kewajiban-kewajibannya itu.&lt;br /&gt;ATAS SIAPA DIWAJIBKAN&lt;br /&gt;Zakat wajib (fardhu) atas setiap muslim yang merdeka yang memiliki satu nishab (batas minimum terkena zakat) dari salah satu jenis harta yang wajib dikenakan zakat.&lt;br /&gt;SAATNYA JATUH TEMPO WAJIB ZAKAT&lt;br /&gt;Menurut Abdari ada dua macam :&lt;br /&gt;1.    Zakat yang dikenakan pada harta ketika kita mendapatkannya, seperti hasil pertanian saat panennya, hasil temuan harta karun.&lt;br /&gt;2.    Zakat yang dikenakan pada harta yang harus dibayarkan setelah “satu tahun kemudian” (atau menunggu haulnya), seperti zakat pada emas, perak, barang-barang perniagaan, serta ternak.&lt;br /&gt;Awal perhitungan satu tahun terdapat dua pendapat :&lt;br /&gt;1.    Dimulai dari saat terpenuhinya nishab yang cukup selama satu tahun, dan bila ditengah tahun terjadi kekurangan nishab, maka terputuslah hitungan tahunnya. Jika setelah itu nishabnya kembali cukup, maka hitungan awal tahunpun dihitung kembali dari saat cukupnya nishab itu. Demikian mazhab Malik, Ahmad, dan Jumhur.&lt;br /&gt;2.    Perhitungannya dimulai dari adanya nishab pada awal tahun dan akhir tahun dan tidak peduli terjadinya kekurangan nishab dalam waktu satu tahun itu. Misl seseorang memeiliki 40 ekor kambing (sudah kena nishab) dan ditengah tahun kambingnya tinggal seekor, tetapi diawl tahun kambingnya kembali menjadi 40 ekor maka ia wajib mengeluarkan zakatnya (hitungan awal tahun tidak digeser atau dihitung ulang)&lt;br /&gt;ORANG YANG MEMILIKI NISHAB TAPI BERHUTANG&lt;br /&gt;Pendapat sebagian besar ulama mengatakan : Seseorang memiliki harta dari jenis yang wajib dizakati tapi ia berhutang, hendakalah ia menyisihkan lebih dahulu sebanyak hutangnya, lalu mengeluarkan zakat dari sisanya jika sampai nishab. Jika tidak, maka ia tidak wajib zakat.&lt;br /&gt;BERNIAT SEBAGAI SYARAT DALAM MENUNAIKAN ZAKAT&lt;br /&gt;“Setiap perbuatan itu adalah tergantung kepad niat dan setiap orang akan memperoleh apa yang diniatkannya”. (Shahih Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;MENDOAKAN ORANG YANG BERZAKAT&lt;br /&gt;Disunnatkan mendo’akan orang yang berzakat sewaktu menerima zakat. Berdasarkan firman Allah&lt;br /&gt;خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At Taubah 103)&lt;br /&gt;“Bahwa Rasulullah saw bila diserahkan kepadanya zakat beliau berdoa: “Ya Allah limpahkanlah karunia atas mereka!” (Allahumma sholli alaihim). Juga ketika bapakku menyerahkan zakat kepadanya beliau berdoa: “Ya Allah limpahkanlah kurnia atas keluarga Abu Aufa” . (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-7543708018556629965?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/7543708018556629965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/09/makna-berzakat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7543708018556629965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7543708018556629965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/09/makna-berzakat.html' title='Makna Berzakat'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JVNaHrYu_NU/SLqczYoJuHI/AAAAAAAAAi4/SxGHbsfvwhI/s72-c/zakat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-907871712647286148</id><published>2010-07-26T16:52:00.002+07:00</published><updated>2010-07-26T16:55:12.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://binamuslim.com/images/ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://binamuslim.com/images/ramadhan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan!&lt;br /&gt;Oleh Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah [اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ], yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakr Az Zur’i menyitir firman Allah ta’ala berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ (٨٣)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), Maka katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (At Taubah: 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungilah ayat di atas baik-baik! Ketahuilah, Allah ta’ala tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka, karena tidak ada persiapan dan niat mereka yang tidak lurus lagi. Namun, bila seorang bersiap untuk menunaikan suatu amal dan ia bangkit menghadap Allah dengan kerelaan hati, maka Allah terlalu mulia untuk menolak hamba yang datang menghadap-Nya. Berhati-hatilah dari mengalami nasib menjadi orang yang tidak layak menjalankan perintah Allah ta’ala yang penuh berkah. Seringnya kita mengikuti hawa nafsu, akan menyebabkan kita tertimpa hukuman berupa tertutupnya hati dari hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (١١٠)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (Al An’am: 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapkan Amal Shalih dalam Menyambut Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menginginkan kebebasan dari neraka di bulan Ramadhan dan ingin diterima amalnya serta dihapus segala dosanya, maka harus ada bekal yang dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ (٤٦)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At Taubah: 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada persiapan! Dengan demikian, tersingkaplah ketidakjujuran orang-orang yang tidak mempersiapkan bekal untuk berangkat menyambut Ramadhan. Oleh sebab itu, dalam ayat di atas mereka dihukum dengan berbagai bentuk kelemahan dan kehinaan disebabkan keengganan mereka untuk melakukan persiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai persiapan menyambut Ramadhan, Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sama sekali belum pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh.” Dalam riwayat lain, “Beliau berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit hari.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak terlihat lebih banyak berpuasa di satu bulan melebihi puasanya di bulan Sya’ban, dan beliau tidak menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi emas umat ini, generasi salafush shalih, meeka selalu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Sebagian ulama salaf mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan mereka ini merupakan perwujudan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan, permohonan dan bentuk ketawakkalan mereka kepada-Nya. Tentunya, mereka tidak hanya berdo’a, namun persiapan menyambut Ramadhan mereka iringi dengan berbagai amal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakr al Warraq al Balkhi rahimahullah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama yang lain mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;السنة مثل الشجرة و شهر رجب أيام توريقها و شعبان أيام تفريعها و رمضان أيام قطفها و المؤمنون قطافها جدير بمن سود صحيفته بالذنوب أن يبيضها بالتوبة في هذا الشهر و بمن ضيع عمره في البطالة أن يغتنم فيه ما بقي من العمر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, Syaban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan Ramadhan adalah bulan memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. (Oleh karena itu), mereka yang “menghitamkan” catatan amal mereka hendaklah bergegas “memutihkannya” dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya (dengan mengerjakan ketaatan) di waktu tesebut.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin, agar buah bisa dipetik di bulan Ramadhan, harus ada benih yang disemai, dan ia harus diairi sampai menghasilkan buah yang rimbun. Puasa, qiyamullail, bersedekah, dan berbagai amal shalih di bulan Rajab dan Sya’ban, semua itu untuk menanam amal shalih di bulan Rajab dan diairi di bulan Sya’ban. Tujuannya agar kita bisa memanen kelezatan puasa dan beramal shalih di bulan Ramadhan, karena lezatnya Ramadhan hanya bisa dirasakan dengan kesabaran, perjuangan, dan tidak datang begitu saja. Hari-hari Ramadhan tidaklah banyak, perjalanan hari-hari itu begitu cepat. Oleh sebab itu, harus ada persiapan yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Lupa, Perbarui Taubat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Kita bertaubat, lidah kita mengucapkan, “Saya memohon ampun kepada Allah”, akan tetapi hati kita lalai, akan tetapi setelah ucapan tersebut, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Ingat! Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum muslimin, mari kita persiapkan diri kita dengan memperbanyak amal shalih di dua bulan ini, Rajab dan Sya’ban, sebagai modal awal untuk mengarungi bulan Ramadhan yang akan datang sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah mudahkanlah dan bimbinglah kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waffaqaniyallahu wa iyyakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Buaran Indah, Tangerang, 24 Rajab 1431 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Badai’ul Fawaid 3/699.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HR. Muslim: 1156.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Lathaaiful Ma’arif hal. 232&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Lathaaiful Ma’arif hal. 130.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Lathaaiful Ma’arif hal. 130.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Hasan. HR. Tirmidzi: 2499.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://ikhwanmuslim.com/manajemen-hati/persiapkan-diri-menyambut-ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-907871712647286148?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/907871712647286148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/07/persiapkan-diri-menyambut-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/907871712647286148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/907871712647286148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/07/persiapkan-diri-menyambut-ramadhan.html' title='Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan!'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-7100189662581648058</id><published>2010-03-20T11:42:00.001+07:00</published><updated>2010-03-20T11:44:48.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Koalisi</title><content type='html'>Koalisi&lt;br /&gt;Oleh: Irfan Fajaruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, koalisi diartikan kerja sama (politik) antarpartai politik untuk memperoleh kelebihan suara di parlemen. Suara yang dimaksud adalah jumlah person yang bersepakat untuk memutuskan suatu program dalam kerangka kerja pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, berkoalisi sama halnya dengan bekerja sama atau tolong-menolong. Tertulis jelas dalam Alquran surah Almaidah [5] ayat 2, "Dan, tolong-menolonglah kalian dalam (berbuat) kebaikan dan takwa." Artinya, bekerja sama atau tolong-menolong dalam bentuk apa pun hendaknya berorientasi kebaikan dan dalam rangka meningkatkan takwa atau berorientasi ketuhanan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/dr_Zia/koalisi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/dr_Zia/koalisi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kenegaraan dan politik Islam, koalisi dilakukan untuk menata kehidupan masyarakat yang Islami. Di sana, ada gerakan pengakuan Allah Yang Esa (tauhid), persaudaraan (ukhuwah), persamaan (musawah), berunding (musyawarah), berlomba dalam kebaikan, dan termasuk kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terkadang dalam pelaksanaannya, terjadi semacam pertentangan antara satu anggota koalisi dengan yang lainnya. Pertentangan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor ideologis. Dalam hal ini, terdapat kesepakatan dasar koalisi yang tiba-tiba terlupakan. Ada juga faktor perubahan orientasi koalisi menjadi kebendaan dan materi, bukan lagi spiritual. Faktor eksternal juga bisa dihitung karena bisa saja ada yang bertujuan memecah belah persatuan ideologis-spiritualis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, Allah SWT mengingatkan orang-orang yang tengah bersepakat berkoalisi agar teguh memegang visi dan misi spiritual-kemasyarakatan dalam berpolitik dan bernegara. Peringatan Allah tersampaikan dalam surah Ali Imran [3]: 103, "Dan, berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali Allah dan janganlah kalian bercerai-berai. Dan, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan. Maka, Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah itu orang-orang yang bersaudara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli tafsir menafsirkan kata 'tali Allah' itu sebagai Alquran atau agama Islam. Menurut Buya Hamka, dengan berpedoman pada tali Allah, dirimu yang terpecah-pecah itu dengan sendirinya akan menjadi satu. Kalau hati telah menyatu, segala sesuatu menjadi ringan dipikul dan segala kesalahpahaman akan mudah diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbangunnya koalisi yang berorientasi ketuhanan, membangun kehidupan Islami, serta berpedoman dan memegang kuat tali Allah; Allah akan membuka jalan bagi orang-orang untuk tetap bersatu dalam koalisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/03/04/105660-koalisi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-7100189662581648058?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/7100189662581648058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/03/koalisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7100189662581648058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7100189662581648058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/03/koalisi.html' title='Koalisi'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-6612968348844049872</id><published>2010-03-20T11:26:00.003+07:00</published><updated>2010-03-20T11:30:24.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Mendamba Pemimpin Sejati</title><content type='html'>Jika dulu, para sahabat Radhiyallahu 'Anhu sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin, maka sekarang, ada banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin. Semua mengaku terbaik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memilih pemimpin bukanlah perkara sepele, sebab kandidat yang terpilih itulah yang akan membawa label pemimpin rakyat untuk membuat dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang menentukan nasib jutaan jiwa umat. Suka tidak suka, kandidat yang terpilih itulah yang kemudian akan menorehkan tinta sejarah di negeri ini. Meskipun torehan itu masih tanda tanya besar, apakah akan menjadi tinta emas yang senantiasa dikenang atau tinta hitam yang senantiasa diratapi. Mampukah ia menjadi pemimpin sejati, atau justru menjadi pemimpin yang menghianati amanat rakyat.&lt;br /&gt;Pemimpin merupakan lambang kekuatan, keutuhan, kedisiplinan dan persatuan. Namun harus kita sadari juga bahwa pemimpin bukanlah hanya sekadar lambang. Karena itu, ia memerlukan kompetensi, kelayakan dan aktivitas yang prima untuk memimpin bawahannya.&lt;br /&gt;Melihat esensi kepemimpinan, sebagai seorang Muslim, tentu tidak bisa sembarangan dalam memilih pemimpin. Jangan sampai perilaku “memilih kucing dalam karung” menghantui kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PERAN SEORANG PEMIMPIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/S6RPGKitMRI/AAAAAAAAAJ8/FSFmTJFq9jw/s1600-h/leader.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/S6RPGKitMRI/AAAAAAAAAJ8/FSFmTJFq9jw/s200/leader.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450568416352874770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perspektif Islam ada dua peran yang dimainkan oleh seorang pemimpin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelayan (khadim)&lt;br /&gt;Pemimpin adalah pelayan bagi pengikutnya. Seorang pemimpin yang dimuliakan orang lain, belum tentu hal tersebut sebagai tanda kemuliaan. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa berkhidmat dan menjadi pelayan bagi kaumnya.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin sejati, mampu meningkatkan kemampuan dirinya untuk memuliakan orang-orang yang dipimpinnya. Dia menafkahkan lebih banyak, dia bekerja lebih keras, dia berpikir lebih kuat, lebih lama dan lebih mendalam dibanding orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;Demikianlah pemimpin sejati yang dicontohkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bukan sebaliknya, pemimpin yang selalu ingin dilayani, selalu ingin mendapatkan dan mengambil sesuatu dari orang-orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemandu (muwajjih)&lt;br /&gt;Pemimpin adalah pemandu yang memberikan arahan pada pengikutnya untuk menunjukkan jalan yang terbaik agar selamat sampai di tujuan tentu saja itu baru tercapai dengan sempurna jika di bawah naungan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK PEMIMPIN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari, dalam memilih pemimpin ada tanggung jawab yang akan dipikul di hadapan Allah terhadap pilihan kita. Di sinilah pentingnya seorang pemilih mengenal calon pemimpinnya. Agar bisa mengetahui kesesuaiannya dengan karakter pemimpin ideal yang diatur oleh Islam. Kalau ternyata sesuai, maka jangan sungkan memberikan suara.&lt;br /&gt;Di antara karakteristik pemimpin dalam Islam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jujur&lt;br /&gt;Pemimpin Islam haruslah jujur kepada dirinya sendiri dan pengikutnya. Seorang pemimpin yang jujur akan menjadi contoh terbaik. Pemimpin yang perkataan dengan perbuatannya senantiasa sejalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kompeten&lt;br /&gt;Kompotensi dalam bidangnya mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin Islam. Orang akan mengikuti seseorang jika ia benar-benar meyakini bahwa orang yang diikutinya benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Inspiratif&lt;br /&gt;Seorang pengikut akan merasakan 'aman' jika pemimpinnya membawanya pada rasa nyaman dan menimbulkan rasa optimis seburuk apa pun situasi yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sabar&lt;br /&gt;Pemimpin Islam haruslah sabar dalam menghadapi segala macam persoalan dan keterbatasan, serta tidak bertindak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rendah hati&lt;br /&gt;Seorang pemimpin Islam hendaklah memiliki sikap rendah hati. Tidak suka menampakkan kelebihannya (riya) serta tidak merendahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Musyawarah&lt;br /&gt;Dalam menghadapi setiap persoalan, seorang pemimpin Islam haruslah menempuh jalan musyawarah serta tidak menentukan keputusan sendiri.&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa'di—rahimahullah—mengatakan, "Jika Allah mengatakan kepada Rasul-Nya—padahal beliau adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling banyak ilmunya dan paling banyak idenya, "Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran: 159). Maka bagaimana dengan yang selain beliau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mampu berkomunikasi dengan rakyatnya&lt;br /&gt;Kapasitas ilmiah serta empati dan rasa sensitivitas yang baik akan mereka yang dipimpinnya, pada akhirnya akan melahirkan seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya. Komunikasi yang baik kepada rakyatnya bukanlah sekadar kemampuan retorika yang baik, tetapi juga kemampuan memilih hal yang akan dilempar kepada publik serta timing yang tepat dalam melemparkannya. Kematangan seorang pemimpin akan membuatnya mampu berkomunikasi yang jauh dari sikap emosional. Dan yang terpenting dari semua itu adalah sang pemimpin akhirnya mampu mengambil sebuah kebijakan yang tepat dalam sebuah kondisi yang memang dibutuhkan oleh rakyat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEKUATAN PEMIMPIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kekuatan iman, ilmu, dan wawasan yang luas&lt;br /&gt;Seluruh nabi dan rasul memimpin dengan kekuatan iman dan ilmu. Nabi Sulaiman Alaihissalam memerintah hampir seluruh makhluk (seperti jin, binatang, angin) dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Dengan ilmu dan iman seorang pemimpin sanggup memimpin dirinya (seperti memimpin matanya, hatinya, lidahnya, pikiran dan hawa nafsunya) sebelum memimpin orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibadah dan taqarrub kepada Allah.&lt;br /&gt;Ibadah dan banyak bertaqarrub kepada Allah, dapat melahirkan kewibaan, ketawadhuan, kesabaran, optimisme, dan tawakkal. Ibadah dan taqarrub juga akan melahirkan kekuatan ruhaniyah yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keteladanan.&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengajak jihad, beliau bertempur paling depan, bersedekah paling ringan dan hidup paling bersahaja. Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallammenyuruh bertahajud, beliaulah yang kakinya bengkak karena banyak bertahajjud. Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menghimbau umatnya untuk berhias dengan akhlak mulia, beliaulah manusia yang paling mulia akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK PENGIKUT DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taat&lt;br /&gt;Seorang pengikut harus patuh kepada pemimpin. Setelah pemimpin dipilih lewat jalan musyawarah maka wajib bagi pengikutnya (yang menang dan yang kalah untuk taat kepadanya, kecuali sang pemimpin telah melanggar ketentuan Allah dan membuat kerusakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dinamis dan kritis&lt;br /&gt;Seorang pengikut harus dinamis dan kritis dalam mengikuti kepemimpinan seseorang. Islam tidak mengajarkan suatu ketundukan buta atau sekadar ikut-ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Bagi pemimpin dan calon pemimpin masa depan, amanah yang Anda emban bukanlah suatu kemegahan dan kebanggaan. Bahkan demi mengingat beratnya beban amanah, Khalifah Umar bin Khaththab memberikan sebuah ungkapan, "Saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas; tidak mendapat dosa dan tidak pula mendapat pahala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadikanlah janji Allah memasukan pemimpin yang adil dalam surga-Nya sebagai sumber energi hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi yang akan memberikan pilihan dan selanjutnya akan dipimpin, marilah kita sadari bahwa kesempatan kita hanya sekali untuk melakukan pilihan dengan tepat. Setelah itu, kemampuan kita dalam menentukan arah kepemimpinan tidak sekuat di saat kita memilih. Setidaknya, kita telah berusaha melakukannya. Dan yang pasti, pilihan kita akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhaanahu Wata'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, akan senantiasa dibutuhkan seorang Muslim yang mampu menentukan pilihannya secara cerdas dan tepat.&lt;br /&gt;Wallahu Waliyyut Taufiq&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber (Al Fikrah No.11 Tahun X/08 Rabiul Akhir 1430 H) - www.wahdah.or.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: http://kisahislami.com/artikel-islami.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-6612968348844049872?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/6612968348844049872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/03/mendamba-pemimpin-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6612968348844049872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6612968348844049872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/03/mendamba-pemimpin-sejati.html' title='Mendamba Pemimpin Sejati'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/S6RPGKitMRI/AAAAAAAAAJ8/FSFmTJFq9jw/s72-c/leader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-4393061769988643003</id><published>2010-02-14T07:51:00.004+07:00</published><updated>2010-02-20T22:34:26.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Sejarah Hari Valentine</title><content type='html'>Sejarah Hari Valentine&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://arieffurqon.com"&gt;M Arif Furqon&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah sejarah valentine yang saya dapatkan dari sebuah milis. Selamat membaca tulisan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sariwibowoaang.files.wordpress.com/2009/07/romawi-kuno.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 172px;" src="http://sariwibowoaang.files.wordpress.com/2009/07/romawi-kuno.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah&lt;br /&gt;disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini&lt;br /&gt;sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun, ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda&lt;br /&gt;bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Kirim Kartu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan&lt;br /&gt;langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan&lt;br /&gt;musim kawin burung-burung dalam puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di&lt;br /&gt;dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis&lt;br /&gt;dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni:&lt;br /&gt;seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk&lt;br /&gt;menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda&lt;br /&gt;zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepentingan Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta Kemaksiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika&lt;br /&gt;mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang&lt;br /&gt;sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut Mengakui Yesus sebagai Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ”&lt;br /&gt;Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat&lt;br /&gt;Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://arieffurqon.com/2009/02/sejarah-valentine/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-4393061769988643003?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/4393061769988643003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/02/sejarah-hari-valentine.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4393061769988643003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4393061769988643003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/02/sejarah-hari-valentine.html' title='Sejarah Hari Valentine'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1646585308221958761</id><published>2010-02-14T07:29:00.002+07:00</published><updated>2010-02-14T07:34:16.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Mengapa Merayakan Hari Valentine itu Haram?</title><content type='html'>Mengapa Merayakan Hari Valentine itu Haram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi perayaan Velentine, pada 14 Februari 2010. Saya coba membaca kisah perayaan hari Valentine dalam sejarah. Namun ternyata bagi umat Islam, hari Valentine itu HARAM. Lalu saya coba mencari apa alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba mencari di situs-situs melalui Mr. Google, tentang haramnya Google. Akhirnya saya temukan bahwa Velentine itu haram karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Islam memang mengajarkan hidup dengan penuh kasih sayang. Namun konotasi perayaan saban 14 Februari itu adalah dipersembahkan kepada dewa-dewa. Sehingga perayaan Hari Valentine bagi umat Islam, jelas masuk kategori menyimpang...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://z.about.com/d/chemistry/1/0/d/a/valentine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 534px; height: 436px;" src="http://z.about.com/d/chemistry/1/0/d/a/valentine.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   2. Hari Valentine jelas tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam dan nilai-nilai budaya Islam.&lt;br /&gt;   3. Ma’ruf menjelaskan, yang haram bukan hari Valentine-nya, tapi perayaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati hari cinta tersebut. Namun cara memperingatinya yang haram karena sudah banyak yang menyimpang,” tambahnya.&lt;br /&gt;   4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      di Arab Saudi mufti, Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh pernya menfatwakan, peringatan mengenang santo (sebuah tradisi Kristen) ini termasuk jenis “penyembah berhala”.&lt;br /&gt;   5. Ketua MUI Kota Medan:  karena menurutnya asal perayaan hari kasih sayang tersebut bukan dari agama Islam&lt;br /&gt;   6. mengajarkan budaya hura-hura dan juga budaya asing, perayaan hari valentine disusupi muatan ajaran agama lain yang tak sesuai dengan Islam&lt;br /&gt;   7. valentine itu tidak ada manfaatnya meskipun pada dasarnya hari valentine itu merupakan ungkapan perasaan semua umat manusia untuk saling menyayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai alasan itu, akhirnya saya tahu sedikit mengapa Hari Valentine itu haram bagi umat Islam. Jadi bagi yang merasa perayaan itu haram jangan merayakan, namun bagi yang merasa adan manfaat perayaan itu dan tidak bertentangan dengan agamanya, rayakan saja. Perayaan itu bermakna hanya karena manusia yang memaknainya dengan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/12/mengapa-merayakan-velentina-itu-haram/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1646585308221958761?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1646585308221958761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/02/mengapa-merayakan-hari-valentine-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1646585308221958761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1646585308221958761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/02/mengapa-merayakan-hari-valentine-itu.html' title='Mengapa Merayakan Hari Valentine itu Haram?'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-7006452578590449649</id><published>2010-01-21T23:23:00.003+07:00</published><updated>2010-11-29T16:11:29.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah</title><content type='html'>10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://megamii.files.wordpress.com/2009/03/cinta1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 303px;" src="http://megamii.files.wordpress.com/2009/03/cinta1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah,  fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-7006452578590449649?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/7006452578590449649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/01/10-hal-yang-mendatangkan-cinta-allah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7006452578590449649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7006452578590449649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/01/10-hal-yang-mendatangkan-cinta-allah.html' title='10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1548701664543218699</id><published>2010-01-21T23:20:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T23:22:39.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setetes Hidayah'/><title type='text'>Seorang Ayah Bertaubat dengan Sebab Anaknya yang Masih Berusia 7 Tahun</title><content type='html'>Seorang Ayah Bertaubat dengan Sebab Anaknya yang Masih Berusia 7 Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa Allah yang di langit melihatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur’an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar… Lalu ia shalat maghrib di hadapan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur’an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan” (Maryam: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setalah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat), ”Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kepadanya, ”Biar kita ke masjid dekat rumah saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut… Dan Marwan selalu memandang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya’, saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (An-Nuur: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, ”Sudahlah wahai Abi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan, ”Kamu jangan cemas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan, “Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur’an dan menunjukkannya kepada saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata, “Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah- saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(“Da’i Cilik”, Fariq Gasim Anuz, Penerbit: Darul Falah, Jakarta, Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel islam dari fariqgasimanuz.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1548701664543218699?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1548701664543218699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/01/seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1548701664543218699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1548701664543218699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2010/01/seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab.html' title='Seorang Ayah Bertaubat dengan Sebab Anaknya yang Masih Berusia 7 Tahun'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-6433281540029138419</id><published>2009-12-12T09:25:00.005+07:00</published><updated>2009-12-28T11:08:42.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seputar palestina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jihad'/><title type='text'>Yahudi Gilas Mahasiswa Palestina dengan Mobil Berulang Kali</title><content type='html'>Yahudi Gilas Mahasiswa Palestina dengan Mobil Berulang Kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu lalu (02/12/2009) TV 2 Israel menayangkan potongan rekaman aksi biadab seorang pemukim Yahudi yang menggilas seorang pemuda Palestina dengan mobil berulang kali, sebelum akhirnya mobil tersebut berhenti tepat di atas pemuda tersebut. Teriakan kesakitan pemuda Palestina itu membuat rekaman itu semakin mengiris hati yang melihatnya. Aksi keji ini terjadi di Hebron, sebelah selatan Tepi Barat, Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi di depan mata pihak kepolisian Israel, para aktivis Bintang David Merah yang mengurus ambulan, dan para hadirin lainnya. Situs infopalestina berbahasa Arab melansir, bahwa salah seorang di antara mereka meneriakkan kalimat dengan bahasa Ibrani yang artinya, "Lindaslah dia!" Sedangkan sebagian yang lain berusaha untuk menjauhkan kamera yang ada untuk menutupi aksi keji ini dari media...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/Palestina/palestinadigiles.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/Palestina/palestinadigiles.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang teraniaya tersebut bernama Wasim Usamah Maswadah (21). Ia seorang mahasiswa Universitas Yornania, spesialisasi menajemen. Kepolisian Israel menuduhnya telah melakukan serangan terhadap dua orang Yahudi di pemukiman Kiryat Arba di Hebron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau status Wasim masih tertuduh, polisi Israel telah menembaknya 6 kali; 4 peluru bersarang di perutnya dan 2 lagi di paha kanannya. Setelah itu, pemukim Yahudi yang memiliki hubungan dengan dua orang pemukim Yahudi yang diserang tersebut, menggilas Wasim dengan mobil berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Aljazeera.net dan sumber lainnya menginformasikan, bahwa setelah kejadian itu Wasim Usmah dalam keadaan yang sangat kritis dengan luka yang sangat parah. Namun ia masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, Wasim meringkuk di rumah sakit Hadasa Ain Karim, di kota Al-Quds. Ia dijaga ketat oleh tentara penjajah. Sedangkan keluarganya sama sekali tidak diberi izin untuk menjenguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, pemukim yang melindas Wasim hanya diinterogasi sejenak oleh pihak kepolisian, dan kemudian ia dibebaskan. Saat ini pelaku tinggal nyaman bersama keluarga dan anak-anaknya. Sedangkan otoritas penjajah Zionis belum mengambil sikap, apakah akan menghakiminya, atau akan memposisikan kasus ini sebagai aksi "membela diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriminalitas Berulang yang Disokong Pemerintah Zionis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Badan Islam Kristen untuk Menyelamatkan Al-Quds dan Kesucian Syekh Taisir Rajab Al-Tamimi mengecam aksi keji ini. Beliau mengatakan, "Ini adalah kriminalitas biadab yang jarang terjadi dalam sejarah. Ini tidak mungkin terjadi kebetulan, tapi kekejian demi kekejian itu terjadi secara terencana, sebagai aplikasi setiap kata dari fatwa pendeta Yahudi radikal, yang menyeru untuk membunuh setiap warga Palestina dan orang Arab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Taisir juga mengisyaratkan, bahwa telah terjadi lebih dari 600 kali tindak kriminal pembunuhan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap orang-orang Palestina. Kasus-kasus itu tidak dibawa kemahkamah kecuali 20 kasus pembunuhan. Hukuman terberat yang dijatuhkan kepada para kriminal itu hanya 6 bulan penjara, itupun eksekusinya tidak dilaksanakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Lama Berita Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa keji ini sebenarnya telah terjadi pada 25 Oktober 2009. Namun baru hari Rabu sore lalu ditayangkan di TV 2 Israel. Awalnya, otoritas penjajah Israel melarang penyebaran rekaman vidio ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koresponden Aljazeera di Al-Quds, Ilyas Kiram, mengatakan, "Ditayangkannya vidio ini oleh TV 2 Israel bisa jadi karena dua motif, pertama, adanya persaingan media antara TV 2 dan TV 10 Israel. Kedua, Israel berusaha menciptakan penyeimbangan berita aksi keji memalukan yang terjadi di depan kepolisian dan awak ambulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Menuntut Hak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada koresponden Aljazeera, Ayah dari Wasim yang bernama Usamah mengatakan, bahwa ia tidak akan berhenti untuk menuntut hak anaknya. Ia akan mengajukan kasus ini ke mahkamah manapun dengan cara apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah sempat mengatakan, bahwa ia tidak mampu mengungkapkan apa yang terjadi pada anaknya, tidak diwakili oleh kata biadab dan keji. Ia tidak mampu mengungkapkannya, karena yang terjadi sangatlah menyakitkan. Hingga kini, ia tidak tahu bagaimana keadaan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis lalu (03/12) Menteri Informasi Palestina di Gaza mengatakan, "Kejadian ini merupakan kejahatan perang baru, yang menambah panjangnya silsilah kejahatan perang dan penjajahan yang dilakukan Israel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang sama, Menteri Kebudayaan Palestina di Gaza meminta seluruh media menginformasikan kejahatan ini, untuk menguak silsilah kebiadaban penjajah Zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-6433281540029138419?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/6433281540029138419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/12/yahudi-gilas-mahasiswa-palestina-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6433281540029138419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/6433281540029138419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/12/yahudi-gilas-mahasiswa-palestina-dengan.html' title='Yahudi Gilas Mahasiswa Palestina dengan Mobil Berulang Kali'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-713638483859993078</id><published>2009-12-12T09:19:00.004+07:00</published><updated>2010-11-29T16:10:43.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Perhitungan Umur Umat Islam dan Tahun Kedatangan IMAM MAHDI</title><content type='html'>PERHITUNGAN UMUR UMAT ISLAM dan TAHUN KEDATANGAN IMAM MAHDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu Alam....&lt;br /&gt;Segala pemujaan dan pujian hanyalah bagi ALLAH yang Maha Suci dan Maha Agung. Satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Tidak ada sekutu bagi ALLAH sang penguasa alam ghaib, DIA pemilik segala rahasia dan ditangan ALLAH langit dan bumi. Salam dan selawat senantiasa tercurah kepada insan utama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pemimpin kaum mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi ini membahas perkara perhitungan umur umat Islam, yang belum pernah dipublish secara berantai lewat mailing list, insya ALLAH hanya di milis Cinta-Rasul. Perkara ini sangatlah besar dan menurut sebagian manusia dianggap sebagai khurafat dan bidaah, tetapi bagi kita kaum Ahlus Sunnah (Sunni) adalah lebih baik mengambilnya sebagai iktibar agar kita senantiasa bersiap diri menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala. Kita tahu bahwa urusan kiamat adalah hak mutlak milik ALLAH saja, bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak mengetahuinya, namun beliau mengisyaratkan tanda-tandanya. Dan adalah kita berusaha untuk memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! Kita adalah kaum ahlus sunnah, tujuan presentasi kita ini hanya menyeru kepada manusia agar senantiasa mengingat ALLAH agar berbakti kepada-NYA dengan bersegera mengerjakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Time is running away. Janganlah kita mati dengan membawa kebodohan dan kedunguan kita yang tidak mempergunakan mata, telinga, otak, akal dan hati yang telah diberikan ALLAH subhanahu wa ta’ala untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-NYA Yang Maha Besar.&lt;br /&gt;Pada file ini kita hanya mengambil 3 pendapat dari ulama-ulama yang terkenal dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yaitu dari:....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/10/mahdi2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/10/mahdi2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i&lt;br /&gt;2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)&lt;br /&gt;3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali&lt;br /&gt;Kita menganggap pendapat mereka bertiga sangat rasional, sehingga sebagaimana tujuan para Imam itu menyeru kepada manusia agar senantiasa bersiap diri dan mengerjakan amal ibadah yang banyak, maka demikian pula halnya dengan kita yang berharap agar manusia yang tertidur kembali terjaga, agar manusia yang lalai dalam agamanya menjadi kembali kepada sunnah Rasulnya, dan agar kita mati dan menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala dalam keadaan ridha dan diridhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abillahit taufiq wal hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL HAFIDZ IBNU HAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat Ibnu Hajar:&lt;br /&gt;Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan adanya hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah selama 600 tahun”. [HR. Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus) alaihis salam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah 600 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga akan didapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1500 tahun = 600 tahun + 900 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibnu Hajar dalam Kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadis marfu yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad ditanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad) menjawab: “Lima ratus tahun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[hadis shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan disahihkan oleh Al Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900 + 500 tahun = 1400 tahun lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita berada di tahun 1429 Hijriah (2008 Masehi), berarti sudah melewati lebih dari 1400 tahun itu. Sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena Islam adalah agama yang dibawa oleh beliau. Juga ditambah dengan 13 tahun karena awal penulisan tahun Hijriah dimulai pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga umur Islam adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1400 + 63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dikurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2008 Masehi atau 1429 Hijirah, berarti 1476 – 1429 = 47 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“47 tahun adalah sisa umur umat Islam dari hari ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pada tahun 2055 Masehi Islam sudah hilang dari muka bumi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ALLAH yang mengetahuinya. Maka sebagai manusia yang berakal dan beriman, sudah sepantasnya kita bersiap dan berbenah diri dengan mempersiapkan dan memperbaiki segala amal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara salat Ashar hingga terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhari. Dan menurut penafsiran Ibnu Rajab, “umat-umat yang telah berlalu” itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (nasrani) karena ada hadis sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dengan Ahli Kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti waktu satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat yahudi, nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau menafsirkan hadis Bukhari lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israil (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu salat Zuhur hingga salat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah salat Ashar hingga terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Masa umat-umat Adam hingga Musa = satu malam penuh = 3000 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Masa umat-umat (yahudi – nasrani – Islam) = satu siang penuh = 3000 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Umur Yahudi = setengah hari dari siang tersebut = ½ dari 3000 = 1500 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Umur Nasrani = mengikuti hadis Muslim dari Salman al Farisi yaitu = 600 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka umur umat Islam adalah 1500 – 600 = 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadis dari Saad bin Abu Waqash riwayat Abu Dawud, Ahmad (yang ada dihalaman terdahulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga umur Islam menurut Ibnu Rajab adalah 900 + 500 = 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebut berapa tahun tambahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan ini sama dengan metode yang digunakan oleh Ibnu Hajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG TERJADI JIKA UMUR UMAT ISLAM SUDAH BERAKHIR???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah umur umat Islam berakhir (ditandai dengan wafatnya Nabi Isa Al-Masih), maka setelah itu kita orang Islam masih hidup. Ada yang mengatakan selama 40 tahun lagi. Namun selama itu tidak ada lagi mualaf (orang yang masuk Islam) dan syahadat yang diterima [artinya tidak ada lagi orang yang diterima masuk Islam], tidak ada lagi tobat yang diterima, karena pada akhir Umur Umat Islam itu matahari akan terbit dari arah Barat. Kemudian manusia akan kembali kepada kekafiran dan kemunafikannya, bahkan lebih merajalela lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.myquran.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-713638483859993078?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/713638483859993078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/12/perhitungan-umur-umat-islam-dan-tahun.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/713638483859993078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/713638483859993078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/12/perhitungan-umur-umat-islam-dan-tahun.html' title='Perhitungan Umur Umat Islam dan Tahun Kedatangan IMAM MAHDI'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-3849203197573127787</id><published>2009-11-27T11:10:00.004+07:00</published><updated>2009-12-28T11:12:08.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Momentum Berkurban</title><content type='html'>Momentum Berkurban&lt;br /&gt;oleh Fivy Miftahiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merayakan 'Idul Qurban 1430 H!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merayakan? Mungkin tepatnya adalah memaknai 'Idul Qurban. Berawal dari begitu tulusnya seorang ayah yang rela mengorbankan harta teramat berharga yang menjadi miliknya. Seorang anak yang cakap, menjelang remaja dengan performa yang begitu menyejukkan mata dan hati Sang Ayah. Bahkan kehadirannya pun telah terlalu lama dinantikan. Berpuluh tahun mendambakan kehadiran seorang penerus generasi. Melalui banyaknya perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkannya, akhirnya Allah SWT mengamanahkan seorang anak yang sholih dan mendekati sempurna. Bukankah ini adalah harta yang amat mahal?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6ktZKNa4yHQ/STjdHmJJIfI/AAAAAAAAAJo/81PmkxPZjqQ/s320/kambing.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6ktZKNa4yHQ/STjdHmJJIfI/AAAAAAAAAJo/81PmkxPZjqQ/s320/kambing.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apalah artinya harta dan kesenangan dibandingkan dengan keridhoan dari Sang Pencipta. Barangkali terlalu banyak hamba yang mudah mengucapkan cinta kepada-Nya melebihi cinta kepada harta duniawi. Hingga bila telah datang ujian-Nya, nyata kan terbukti apakah kata yang diucapkan 'kan mampu untuk dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Ismail menjelang remaja. Dalam usia yang masih belia, ia memiliki pola fikir dan kematangan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Ismail begitu dewasa dan sangat cepat menerima, memahami, sekaligus mengamalkan segala nilai-nilai ketuhanan yang dibawa dan diajarkan oleh ayahnya, Ibrahim AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ibrahim bermimpi menerima perintah untuk menyembelih Ismail, Ibrahim AS mampu membuktikan cintanya kepada Sang Kholiq melebihi segalanya. Ismail yang begitu tampan dan selama ini menghiasi indah hari-harinya, mesti dikurbankan.... Ibrahim yakin, bahwa dibalik perintah Allah SWT yang begitu mengaduk-aduk perasaannya, tersimpan hikmah yang lebih besar lagi. Dengan sangat hati-hati beliau menceritakan kepada anak kesayangannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah, bagaimana pendapatmu?" Ibrahim menunggu pendapat buah hatinya dengan berdebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jawaban yang didapatkannya, jauh dari yang dibayangkan. Ibrahim mengira sang buah hati akan mengajukan dulu beberapa pertanyaan. Ternyata pemahaman Ismail akan risalah yang dibawa ayahnya telah jauh lebih tinggi dari yang sewajarnya. Ismail faham betul, bahwa mimpi dari seorang nabi seperti ayahnya, bukanlah sembarang mimpi. Mimpi seorang nabi adalah wahyu, dan perintah Allah SWT tersebut mengandung hikmah tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wahai ayahku..., lakukanlah apa yang diperintahkan-Nya kepada ayah. Insya Allah... engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mata terpejam dan hati yang pasrah, Ibrahim AS melaksanakan kurban, menyembelih putera kesayangannya. Dan benar saja ketika hikmah yang diyakini mereka seketika terwujud. Cinta Allah SWT kepada Ibrahim dan Ismail tentu saja melebihi cinta mereka berdua kepada-Nya. Ibrahim yang telah membuktikan bakti cintanya kepada Allah SWT, dianugerahi ni'mat berupa ketentraman dan kebahagiaan yang luar biasa, ketika menemukan putera yang sedianya dikurbankan, diganti oleh Sang Maha Berkehendak dengan seekor kambing qibas. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami abadikan untuk Ibrahim pujian di kalangan orang-orang yang datang kemudian, "Selamat sejahtera bagi Ibrahim" (QS As-shoffat 108-109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita sebagai ummat penerus para nabi, tak 'kan sanggup menyamai kecintaan mereka kepada Sang Kholiq. Meski demikian, momentum peringatan 'Idul Adha hendaknya mampu memompa semangat kita untuk tetap berusaha meneladani dan mengikuti kecintaan mereka, seoptimal kemampuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban...tak kan teruji hanya dengan menyisihkan milik kita, untuk diberikan bagi sesama dalam pandangan mata. Mempersembahkan hewan kurban di setiap tahun, juga belum menjamin makna pengorbanan sejati. Berkorban sejati, baru bisa dibuktikan ketika ada keselarasan dzohir berupa amaliah dengan hati dan fikiran. Hati yang senantiasa ridho mempersembahkan amalan terbaik dalam setiap aktivitas. Fikir yang terus menerus menjelajah untuk menemukan terobosan baru bagi kebenaran. Dan amaliah yang 'kan mewujudkan segala 'azam sebelumnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui momentum 'Idul Adha kali ini, saya berhenti sejenak untuk meneliti kembali perjalanan yang telah dilalui. Sejauh ini, sudahkah saya berkorban? Allahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://fivym.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-3849203197573127787?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/3849203197573127787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/momentum-berkurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/3849203197573127787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/3849203197573127787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/momentum-berkurban.html' title='Momentum Berkurban'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6ktZKNa4yHQ/STjdHmJJIfI/AAAAAAAAAJo/81PmkxPZjqQ/s72-c/kambing.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1028419780064063388</id><published>2009-11-08T07:56:00.003+07:00</published><updated>2009-11-08T08:00:21.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Setetes Hidayah'/><title type='text'>Milyuner AS Yang Juga Pengacara Michael Jackson Masuk Islam</title><content type='html'>Milyuner AS Yang Juga Pengacara Michael Jackson Masuk Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang miliyuner Amerika, Mark Shaffer mendeklarasikan keislamannya di Saudi Arabia pada hari Sabtu 17 Oktober 2009 yang lalu. Saat itu Mark sedang berwisata ke Saudi Arabia untuk mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Abha dan Jeddah selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark adalah seorang miliyuner terkenal dan pengacara kawakan di Los Angeles Amerika Serikat khususnya terkait hukum perdata. Kasus besar terakhir yang ditanganinya ialah terkait dengan penyanyi pop terkenal Amerika Michel Jackson sepekan sebelum ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guide wisata yang menemani Mark selama 10 hari di Saudi, Dhawi Ben Nashir menceritakan : Sejak menginjakkan kakinya pertama kali di Saudi Mark mulai bertanya tentang Islam dan shalat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Milyuner AS Yang Juga Pengacara Michael Jackson Masuk Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dakwah_manca_negara/mark-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 584px; height: 439px;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dakwah_manca_negara/mark-3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang miliyuner Amerika, Mark Shaffer mendeklarasikan keislamannya di Saudi Arabia pada hari Sabtu 17 Oktober 2009 yang lalu. Saat itu Mark sedang berwisata ke Saudi Arabia untuk mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Abha dan Jeddah selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark adalah seorang miliyuner terkenal dan pengacara kawakan di Los Angeles Amerika Serikat khususnya terkait hukum perdata. Kasus besar terakhir yang ditanganinya ialah terkait dengan penyanyi pop terkenal Amerika Michel Jackson sepekan sebelum ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guide wisata yang menemani Mark selama 10 hari di Saudi, Dhawi Ben Nashir menceritakan : Sejak menginjakkan kakinya pertama kali di Saudi Mark mulai bertanya tentang Islam dan shalat. Sesampai di Saudi, Mark menginap di kota Riyadh selama dua hari. Selama di Riyadh Mark sangat concern pada Islam. Setelah itu kami pindah ke kota Najran, terus ke Abha dan Al-Ula. Di sana terlihat sekali ketertarikannya pada Islam, Khususnya saat kami keluar berwisata ke padang pasir. Mark kaget saat meilahat tiga pemuda Saudi yang mendampingi kami di Al-Ula, karena mereka shalat di atas bentangan padang pasir yang amat luas. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua hari di Al-Ula, kami pergi ke Al-Juf. Sesampai di Al-Juf, Mark minta dicarikan buku-buku tentang Islam. Lalu saya berikan beberapa buku tentang Islam. Semua buku tersebut dibaca habis oleh Mark. Esok paginya, dia minta saya mengajarkannya shalat. Sayapun mengajarkannya shalat dan bagaimana cara berwudhuk. Lalu dia ikut shalat di samping saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat, Mark bercerita bahwa dia sekarang sangat tentram jiwanya. Sore Kamisnya, kami meninggalkan Al-Ula menuju kota Jeddah. Selama di perjalanan dia terlihat serius sekali membaca buku-buku tentag Islam. Pagi hari Jumatnya, kami mengunjungi kota tua Jeddah. Sebelum waktu sahalat Jumat masuk, kami kembali ke hotel dan saya minta izin padanya untuk shalat Jumat. Saat itu Mark berkata pada saya : Saya ingin ikut Anda shalat Jumat agar saya menyaksikannya seperti apa shalat Jumat itu. Lalu saya jawab : welcome…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun pergi ke sebuah masjid yang tidak jauh dari hotel tempat kami menginap di Jeddah. Karena agak terlambat, saya dan sebagian jamaah shalat di luar masjid karena jamaahnya yang mebludak. Terlihat Mark mengamati jamaah apalagi setelah selesai shalat Jumat, mereka salaing bersalam-salaman dengan wajah yang cerah dan gembira. Mark semakin kagung dengan pemandangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami pulang ke hotel, tiba-tiba Marka menyampaikan kepada saya keinginannya untuk masuk Islam. Lalu sya katakan padanya : Silahakan Anda mandi terlebih dulu. Seteah dia mandi saya bimbing Mark mengucapkan dua kalimat syahadat kemudain dia shalata sunnah dua rakaat. Setelah itu, Mark mengungkapakan keinginannya untuk mengunjungi Masjid Haram di Makkah dan shalat di sana sebelum dia meninggalkan Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mewujudkan keinginan beliau, kami pergi ke kantor Dakwah dan Irsyad di kawasan Al-Hamro’ Jeddah untuk mengambil bukti formal keislamannya agar dapat memasuki kota Mekkah dan Masjid Haram. Lalu Mark diberi sertifikat sementara masuk Islam. Karena beberapa anggota grup yang mengikuti kunjungan Mark ke Saudi Arabia sudah harus kembali ke Amerika sore Sabtunya, Al-Hamdullah, Ustadz Muhammad Turkistani bersedia mengantarkan Mark Ke tanah haram Mekkah pagi itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kunjungan Mark ke Masjid Haram, Ustazd Muhammad Turkistani menceritakan : setelah Mark medapatkan sertifikat Islam sementara kamipun langsung berangkat menuju Masjid Haram yang mulia. Ketiak dia menyaksikan Masjid Haram, tampak sekali wajahnya sangat cerah dan memancarkan kegembiraan yang luar biasa. Ketika kami masuk ke dalam Masjid Haram dan menyaksikan langsung Ka’bah, kegembiraannya semakin bertambah. Demi Allah saya tidak bisa mengungkapkannya dengan lisan akan pemandangan tersebut. Setelah beliu tawaf mengelilingi Ka’bah yang mulia, kami shalat sunnah dan kemudian keluar dari Masjid Haram. Saya lihat Mark sngat berat untuk berpisah dengan Masjid Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Mark Mengumumkan keislamannya, dia sempat mengungkapkan kebahagiaanya pada Koran Al-Riyadh sambil berkata : Saya tidak sanggup mengungkapkan perasaan saya saat ini. Akan tetapi, sekarang saya baru dilahirkan kembali dan kehidupan saya baru dimulai…Lalu dia menambahkan : Saya sangat bahagia. Kebahagiaan yang saya rasakan tidak sanggup saya ungkapkan pada Anda saat saya berkunjung ke Masjid Haram dan Ka’bah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pertanyaan langkah ke depan setelah ia masuk Islam, Mark menjelaskan : saya akan belajar lebih banyak tentag Islam, akan mendalami agama Allah ini (Islam) dan akan kembali lagi ke Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait faktor pendoring masuk Islam, Mark menjelaskan : Sebelumnya saya sudah memiliki informasi tentang Islam, tapi sangat sedikit. Ketika saya berkunjung ke Saudi dan menyaksikan langsung kaum Muslimin di Saudi dan saya saksikan mereka menunaikan shalat, saya merasakan sebuah dorongan yang kuat untuk mengenal lebih banyak lagi tentang Islam. Ketika saya membca informasi yang benar tentang Islam, sayapun yakin bahwa Islam adalah agama yang haq (benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dakwah_manca_negara/mark-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 584px; height: 439px;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/dakwah_manca_negara/mark-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi Ahad 18 Okteber 2009, Mark meninggalkan Bandara King Abdul Aziz Jeddah menuju Amerika. Sebelum meninggalkan Jeddah, saat mengisi fomulir imigrasi, Mark mencantumkan agamanya adalah ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Mark… Semoga Allah memberkahi Anda dan menjadikan Anda seorang Muslim yang taat dan Da’i yang akan mengajak masyarakat Amerika untuk menikmati kebahagiaan Islam sebagaimana yang Anda rasakan, agar mereka, khusunya pemerintah Amerika tidak takut kepada Islam. Karena hanya Islamlah yang mampu menyelamatakan umat manusia di dunia dan di akhirat kelak...Amin… &lt;br /&gt;sumber: www.eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1028419780064063388?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1028419780064063388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/milyuner-as-yang-juga-pengacara-michael.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1028419780064063388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1028419780064063388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/milyuner-as-yang-juga-pengacara-michael.html' title='Milyuner AS Yang Juga Pengacara Michael Jackson Masuk Islam'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-7408129520161252012</id><published>2009-11-08T07:30:00.004+07:00</published><updated>2009-11-08T07:35:32.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>I'tibar di Balik Mati Lampu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SvYSNEM2e9I/AAAAAAAAAHQ/m0xOjMhnuj8/s1600-h/mati+lampu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SvYSNEM2e9I/AAAAAAAAAHQ/m0xOjMhnuj8/s200/mati+lampu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401524818752732114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I'tibar di Balik Mati Lampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Abdul Mutaqin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjengkelkan. Begitulah seringkali muncul perasaan apabila lampu padam. Sebuah sikap spontan di tepi sabar yang seolah terkikis oleh hilangnya cahaya. Ekspresi jengkel pun membuntuti dengan polah yang beragam. Dari yang wajar sampai kepada yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat hasil budaya dan teknologi melaju dengan cepat. Tetapi kesiapan mental untuk menghadapinya hampir-hampir berjalan merangkak. Sebelum lampu listrik menerangi rumah-rumah kita, kita jarang mengeluh bila malam tiba. Gelap yang merayap perlahan menjumpai Maghrib sampai Isya hingga menjelang Shubuh, kita sikapi dengan amat bersahaja. Kita masih rela pergi ke Surau dan Masjid untuk berdiri dalam shaf-shaf jamaah lalu mengaji meskipun hanya diterangi cahaya bulan atau lampu minyak. Lampu petromak sungguh sangat mewah kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I'tibar di Balik Mati Lampu&lt;br /&gt;Oleh: Abdul Mutaqin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjengkelkan. Begitulah seringkali muncul perasaan apabila lampu padam. Sebuah sikap spontan di tepi sabar yang seolah terkikis oleh hilangnya cahaya. Ekspresi jengkel pun membuntuti dengan polah yang beragam. Dari yang wajar sampai kepada yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mamaaa, takuuut. Huuuu. Aku ga bisa lihat apa-apa. Mama di manaa ...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Masya Allah, mati lampu. Padahal cuaca bagus. Mungkin ada gangguan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, mati lagi. Ga siang ga malam. PLN sial. Iuran aja ga boleh telat. Pelayanan ga pernah meningkat. Ngakunya rugi melulu. Dikorup tuh!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat hasil budaya dan teknologi melaju dengan cepat. Tetapi kesiapan mental untuk menghadapinya hampir-hampir berjalan merangkak. Sebelum lampu listrik menerangi rumah-rumah kita, kita jarang mengeluh bila malam tiba. Gelap yang merayap perlahan menjumpai Maghrib sampai Isya hingga menjelang Shubuh, kita sikapi dengan amat bersahaja. Kita masih rela pergi ke Surau dan Masjid untuk berdiri dalam shaf-shaf jamaah lalu mengaji meskipun hanya diterangi cahaya bulan atau lampu minyak. Lampu petromak sungguh sangat mewah kala itu. Jarang sekali yang emosional berhadapan dengan gelap, meskipun lampu harus mati karena kehabisan minyak. Tetapi jama’ah tetap gemuk. Orang mengaji tetap semarak. Masjid menjadi tempat yang amat hidup di antara Maghrib dan Isya, kemudian semarak lagi pada saat shalat Fajar di pagi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak Neon dan Bohlam menggantung di langit-langit rumah, di Masjid-Masjid atau di Surau-Surau, manusia seolah enggan menikmati suasana malam. Bahkan pobia gelap. Ada kemunduran sikap mental setelah teknologi berhasil menggubah “habis gelap terbitlah terang”. Perubahan itu, amat mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aliran listrik menjalar lancar dan cahaya lampu memenuhi setiap sudut rumah menjelang Maghrib, anak-anak lebih memilih bersila di depan televisi atau layar facebooknya. Sinetron, gossip, badut pengocok perut, musik, berita, sepak bola, sulap, ramalan atau debat kusir telah menggantikan “imam” Masjid dan Surau. Atau paling minim bergegas meninggalkan wirid dan ba’diyah agar tidak ketinggalan setiap episode acara pavoritnya. Masjid dan Surau jarang lagi terdengar gaung lantunan orang mengaji. Hanya cahaya lampu gantungnya yang mewah menyirami Masjid dengan aneka warna kristalnya yang kelap-kelip. Masjid dan Surau seolah ”mati” dalam terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu, dan harapan kita, ini hanyalah kenyataan pukul rata. Masih ada keluarga muslim yang tidak terjebak emosional karena teknologi. Mereka masih seperti dulu, setia dengan panggilan ketaatan saat kumandang adzan menggema. Masih setia membunyikan rangkaian huruf-huruf Hijaiyyah selepas Maghrib menjelang Isya. Begitu juga masih ada banyak Masjid dan Surau yang tetap semarak. Sebagai ”Baitullah” dan pusat pusaran yang menarik bagai magnet setiap hati yang selalu bergantung pada-Nya. Bahkan ketika listrik padam, spiritnya tetap menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap karena sebab apapun sebenarnya adalah satu tanda dari ayat-ayat keagungan Allah. Dan manusia beriman tidaklah gagap dalam menghadapi penomena gelap. Pertama, karena orang beriman amat menyadari bahwa pengalaman hidupnya justru dilewati dari kegelapan. Di alam kegelapan itulah tubuhnya dibentuk dan ruhnya ditiupkan. Manusia merasakan rasa aman, nyaman dan hangat di tempat yang kokoh; rahim. Masa itu dilewatinya selama lebih kurang sembilan bulan. Masa itu adalah masa gelap yang paling istimewa dalam kandungan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gelap adalah instrumen untuk mengukur kadar kebajikan. Apakah ia akan tetap cukup memiliki cahaya ketika akan masuk ke dalam ruang gelap liang lahad sehingga alam barzakh itu akan tetap terang, nyaman, luas dan hangat seperti kandungan ibu karena kebajikan dan imannya menjadi suluh baginya. Di sinilah hati yang penuh iman akan selalu tergerak untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya sumber cahaya sebagai teman yang akan menemaninya terbaring kaku di perut bumi nanti sampai waktunya ia dibangkitkan. Begitu nikmatnya ia di komplek pekuburan, sampai-sampai ia merasakan betapa cepatnya kiamat terjadi. Bagaikan orang yang terjaga dari tidur sekejap saja seraya berujar, ” Ah, cepat sekali waktu berlalu. Rasanya baru beberapa jam saja aku terlelap”. Padahal bisa jadi, ia telah terbaring ribuan tahun yang lalu terhitung sejak nafasnya berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang penuh iman selalu beramal saleh agar kuburnya tidak menjadi kegelapan kedua tetapi menyengsarakan. Layaknya ruang bawah tanah tanpa ada secuilpun lubang cahaya, ditambah lagi dengan siksanya yang pedih dan seperti tak berkesudahan. Sehingga sering mereka memohon untuk dikembalikan ke dunia untuk menjadi mushalli, atau berinfak atau menjadi orang soleh dan berharap kapan kiamat segera datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan inilah yang membuat telinganya selalu menangkap dengung pesan Nabi. ”Berhati-hatilah kalian pada perbuatan zalim. Sebab kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kegelapan fisik dengan segala manifestasinya hanyalah sinyal untuk kembali menangkap pesan Tuhan, bahwa manusia tidak bisa menyandarkan keselamatan hidupnya hanya dengan kekuatan fisik sebab ia sangat terbatas. Mata barulah berfungsi apabila ada cahaya yang memantul ke retina dan menangkap bayangan di depannya. Tetapi, apabila cahaya itu hilang, hilang pulalah fungsi mata itu. Maka gelaplah sepanjang jarak pandang yang buta. Di sini menjadi terang, mengapa banyak orang yang histeris ketika lampu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa banyak orang yang melek tetapi hakikatnya buta? Yaitu mereka yang tidak sanggup menangkap atau enggan menangkap kebesaran Allah melalui penglihatannya. Penglihatannya tak pernah sejuruspun mengarah ke Ka’bah, tetapi dihabiskan untuk hal-hal yang mengundang nafsu birahi dan kepuasan sesaat. Maka alangkah ruginya bola mata itu jika hanya mengikuti nafsu. Dan sungguh amatlah beruntung orang yang buta bola matanya, tetapi memiliki ketajaman menangkap cahaya iman. Manusia mulia seperti Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ’anhu amatlah beruntung. Orang seperti ini adalah sesabar-sabarnya mahluk di saat lampu mati dan tidak pernah bergantung kecuali pada cahaya imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, gelap memang mengundang sejuta respon. Ada yang enggan. Ada yang biasa saja. Ada juga yang sengaja ingin “gelap-gelapan”. Yang pasti semuanya ingin tetap terang sampai liang kubur dan pada hari di mana manusia mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita adalah orang yang bermandi cahaya sepenuh hidup yang fana’ sampai yang baqa’. Allahu a’lam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciputat, Nopember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Ashar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abdul_mutaqin@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-7408129520161252012?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/7408129520161252012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/itibar-di-balik-mati-lampu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7408129520161252012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/7408129520161252012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/11/itibar-di-balik-mati-lampu.html' title='I&apos;tibar di Balik Mati Lampu'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SvYSNEM2e9I/AAAAAAAAAHQ/m0xOjMhnuj8/s72-c/mati+lampu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8693534138850887025</id><published>2009-10-17T07:16:00.001+07:00</published><updated>2009-10-17T07:44:15.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telaah utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Mari Berwakaf Uang!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/StkTHmicNMI/AAAAAAAAAG4/J2QI5i-B718/s1600-h/wakaf+uang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/StkTHmicNMI/AAAAAAAAAG4/J2QI5i-B718/s200/wakaf+uang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393363050077893826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari Berwakaf Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakaf bukanlah istilah baru bagi umat Islam di Indonesia. Sejak dulu, umat Islam yang kaya, biasa mewakafkan tanah dan bangunan yang mereka miliki untuk digunakan di jalan Allah. Mungkinkah setiap muslim bisa berwakaf tanpa menunggu menjadi kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, bisa. Sejak tahun 2002, para ulama di Indonesia mulai mengenalkan wakaf uang yang memungkinkan setiap muslim untuk mewakafkan uangnya. Lalu sejak kapan wakaf uang dikenal dalam Islam? Sejatinya, wakaf uang belum dikenal di zaman Rasulullah SAW. Wakaf uang ini (cash waqf) baru dipraktikkan pada abad kedua hijriyah. Imam Al-Zuhri (wafat 124 H) merupakan salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadits memfatwakan, dianjurkan waqaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah, sosial dan pendidikan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mari Berwakaf Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakaf bukanlah istilah baru bagi umat Islam di Indonesia. Sejak dulu, umat Islam yang kaya, biasa mewakafkan tanah dan bangunan yang mereka miliki untuk digunakan di jalan Allah. Mungkinkah setiap muslim bisa berwakaf tanpa menunggu menjadi kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, bisa. Sejak tahun 2002, para ulama di Indonesia mulai mengenalkan wakaf uang yang memungkinkan setiap muslim untuk mewakafkan uangnya. Lalu sejak kapan wakaf uang dikenal dalam Islam? Sejatinya, wakaf uang belum dikenal di zaman Rasulullah SAW. Wakaf uang ini (cash waqf) baru dipraktikkan pada abad kedua hijriyah. Imam Al-Zuhri (wafat 124 H) merupakan salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadits memfatwakan, dianjurkan waqaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah, sosial dan pendidikan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. KH. Tholhah Hasan, mengungkapkan bahwa dalam sejarah perwakafan di negara-negara Islam, pada zaman kepemimpinan Salahudin al-Ayyubi, di Mesir sudah berkembang wakaf uang. Hasilnya digunakan untuk membiayai pembangunan negara serta pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit serta tempat-tempat penginapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelumnya juga, Nuruddin az-Zanki yang berkuasa di Suriah juga menggunakan wakaf uang untuk pemberdayaan umat,” ungkap Kiai Tholhah. Wakaf uang semakin populer pada era kekuasaan Kekhalifahan Turki Usmani. Pada zaman itu, wakaf uang telah menjadi bagian dari kehidupan umat Islam. Bersumber dari dana wakaf uang itulah, pemerintah Turki Usmani mendirikan rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah dan lain sebagainya. “Di Indonesia, wakaf uang memang kurang populer, karena sebagian besar umat Islam Indonesia bermadzhab Syafi’i,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada April 2002, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan, fatwa yang membolehkan wakaf uang. Ketua MUI, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, ‘wakaf uang adalah sesuatu yang memiliki nilai untuk diwakafkan untuk kepentingan masyarakat’. “Dulu, wakaf uang diperdebatkan, tapi kini tidak lagi. Yang penting ‘ain-nya [benda]-nya tidak berkurang dan nilainya tetap, bisa dipertahankan,” ungkapnya. Menurut tokoh Nahdlatul Ulama ini, uang yang diwakafkan, terlepas kepemilikannya dari pemiliknya. Artinya, uang itu sudah menjadi milik Allah SWT dan masyarakat. Sehingga, ahli warisnya tidak berhak lagi menguasai uang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas siapa saja yang bisa mewakafkan uang? Menurut dia siapa saja bisa mewakafkan uangnya. Dengan catatan uang tersebut adalah miliknya sendiri, bukan milik orang lain. “Uang yang diwakafkan haruslah uang yang didapat dari cara yang halal. Jangan hasil mencuri atau korupsi,” ujarnya menegaskan. Kiai Ma’ruf menambahkan, tak ada batas minimal atau maksimal besaran wakaf uang. Yang terpenting, papar Kiai Ma’ruf, uang itu miliknya sendiri dan didapat dengan cara yang halal. Wakaf uang di Indonesia juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.&lt;br /&gt;Guna mengatur masalah wakaf, Indonesia juga telah memiliki Badan Wakaf  Indonesia (BWI). Lembaga independen ini dibentuk untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional. BWI telah mengatur tata cara mewakafkan uang, dengan bekerja sama dengan lima bank syariah sebagai Penerima Wakaf Uang (PWI). Kelima bank syariah tersebut itu antara lain; Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Muamalat, Bank DKI Syariah, dan Bank Mega Syariah. Menurut Kiai Ma’ruf, selain bisa membayarkan wakaf uang kepada lembaga yang dikelola BWI, umat Islam pun bisa mewakafkan uangnya kepada lembaga-lembaga yang siap dan mampu mengelola wakaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada masalah seseorang mewakafkan uangnya kepada lembaga pendidikan, asal wakaf uang tersebut dapat dikelola dengan baik dan nilainya tidak berkurang. Lebih menarik, seteleh penyerahan wakaf uang, kepada wakif diserahkan sertifikat sebagai tanda bukti wakaf uang,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Bimas Islam Departemen Agama, Prof. Nasaruddin Umar, mengakuir bahwa wakaf uang relatif baru dalam dunia Islam. “Memang ini (wakaf uang) relatif baru di dunia perbendaharaan fikih di Indonesia, karena mayoritas mazhab yang berlaku adalah Mazhab Syafi’i,” ujar Rektor PTIQ itu. Dalam Mazhab Syafi’i, kata dia, tidak ditemukan qaul (pendapat) yang memberikan pembenaran terhadap wakaf uang. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu menambahkan, satu-satunya qaul yang bisa ditemukan dalam kitab fikih ialah qaul Abu Hanifah yang menganggap wakaf uang itu dimungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Organisasi Konferensi Islam (OKI) beberapa waktu lalu di Saudi Arabia sepakat memberi legitimasi wakaf uang. Ternyata, kesepakatan ini disambut negara-negara Islam dengan sangat positif,” jelasnya. Wakaf uang, menurutnya, memungkinkan setiap Muslim untuk berwakaf. “Potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar, bisa melebihi dari potensi zakat yang nilainya mencapai Rp.19,3 Triliun. Karena seseorang bisa mewakafkan uangnya, tanah kebun atau sawahnya,” imbuh Prof. Nasaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sudah saatnya semua pihak bekerja sama membangun kesadaran umat Islam untuk gemar berwakaf  baik dalam bentuk uang, tanah maupun benda lainnya. Karena, wakaf itu sifatnya permanen, tidak seperti zakat yang harus habis dibagikan kepada mustahiknya. “Wakaf justru harus tetap pokoknya dan bahkan kalau bisa bertambah. Yang dapat dimanfaatkan adalah hasil pengelolaan wakaf,” paparnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Dialog Jumat Republika, 09 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8693534138850887025?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8693534138850887025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/10/mari-berwakaf-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8693534138850887025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8693534138850887025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/10/mari-berwakaf-uang.html' title='Mari Berwakaf Uang!'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/StkTHmicNMI/AAAAAAAAAG4/J2QI5i-B718/s72-c/wakaf+uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5920527123517880226</id><published>2009-10-03T08:32:00.004+07:00</published><updated>2009-10-03T08:38:51.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Korban Gempa Sumbar : Teriakan minta Tolong Itu Terngiang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SsaqvWoK6OI/AAAAAAAAAGY/Wn6F1gQgM2c/s1600-h/gempa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 87px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SsaqvWoK6OI/AAAAAAAAAGY/Wn6F1gQgM2c/s200/gempa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388181734700017890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah Korban Gempa Sumbar : Teriakan minta Tolong Itu Terngiang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razali masih terlihat lemah saat datang di kamar mayat RS M Djamil, Padang, Kamis (1/10). Kepalanya yang bocor dibungkus kain putih. Punggungnya juga terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah atas pertolongan Allah saya bisa selamat, meski kepala bocor dan mendapatkan lima jahitan serta punggung luka,” ujarnya kepada Tribun di intalasi kamar mayat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razali mencari kawannya, sesama peserta bimbingan teknis pengelolaan tambak tinggi yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar di Hotel Ambacang, Jalan Bundo Kanduang, Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yang terputus karena mengingat kembali detik-detik gempa yang meluluhlantakkan hotel itu, Razali yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota ini bercerita. “Saya selamat berkat pertolongan Allah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah gempa kedua, ia berlari keluar ruangan acara itu. Ia melihat puluhan orang di hotel sudah panik dan berteriak. Ia terus berlari dan memutuskan meloncat dari lantai dua ke basement hotel tersebut. Ia selamat meski kepala dan punggungnya terluka akibat terkena reruntuhan gempa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kisah Korban Gempa Sumbar : Teriakan minta Tolong Itu Terngiang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razali masih terlihat lemah saat datang di kamar mayat RS M Djamil, Padang, Kamis (1/10). Kepalanya yang bocor dibungkus kain putih. Punggungnya juga terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah atas pertolongan Allah saya bisa selamat, meski kepala bocor dan mendapatkan lima jahitan serta punggung luka,” ujarnya kepada Tribun di intalasi kamar mayat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razali mencari kawannya, sesama peserta bimbingan teknis pengelolaan tambak tinggi yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar di Hotel Ambacang, Jalan Bundo Kanduang, Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yang terputus karena mengingat kembali detik-detik gempa yang meluluhlantakkan hotel itu, Razali yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota ini bercerita. “Saya selamat berkat pertolongan Allah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah gempa kedua, ia berlari keluar ruangan acara itu. Ia melihat puluhan orang di hotel sudah panik dan berteriak. Ia terus berlari dan memutuskan meloncat dari lantai dua ke basement hotel tersebut. Ia selamat meski kepala dan punggungnya terluka akibat terkena reruntuhan gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Razali tetap terpukul karena rekan satu kabupaten dengannya tidak selamat. Andi, nama kawannya, itu baru bisa dievakuasi, Kamis pagi, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. ”Saya tak dapat selamatkan Andi. Padahal di saat pelatihan maupun lari ketika gempa terjadi selalu berada di belakang saya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan sangat mencekam, usai ditimpa reruntuhan. Ia merangkak keluar dari reruntuhan. Di saat merangkak itulah, ia melihat beberapa tangan melambai meminta pertolongan. Ia juga mendengar suara memelas.  “Teriakan minta tolong dari tamu hotel itu juga sayup saya dengar. Sampai saat ini masih terngiang di telinga saya, tapi saya tak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri, mengatakan peserta pelatihan bintek di Ambacang itu berasal dari 19 kabupaten dan kota se-Sumbar. Jumlahnya ada 25 orang ditambah narasumber dan panitia menjadi 30 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat dari reruntuhan hotel akibat gempa baru lima orang sedangkan yang berhasil dievakuasi sampai Kamis sore baru lima orang juga,” kata Yosmeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk Andi, kawan Razali, yang menurut rencana malam ini juga ia bawa dengan ambulans ke Limapuluh Kota. “Keluarga korban sudah menunggu di kampung,” ujar Razali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah warga yang selamat meski tertimbun belasan jam juga dialami Ivan (25), pekerja rumah biliar di Kota Padang. Ia selamat dari maut setelah lebih dari 12 jam terhimpit puing-puing bangunan lantai tiga tempatnya bekerja di Jalan Thamrin, Padang, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gempa, Ivan tengah berada di lantai tiga dan terus berupaya lari ke lantai satu untuk menyelamatkan diri. Saat akan keluar bangunan, kaki Ivan tersandung dan dia jatuh ke lantai dan pada saat yang sama bangunan tiga lantai itu roboh.Tubuh Ivan dari pinggang ke kaki ditimpa balok beton, sedangkan dari badan ke kepala terlindung di antara tulang beton-beton yang melintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Rabu sore itu Ivan tidak bisa bergerak dan terpaku karena tubuhnya terhimpit. Warga yang ada di lokasi tidak bisa memberikan pertolongan karena beton-beton yang berat menindih tubuh Ivan. Warga hanya dapat memberikan minuman dan meminta Ivan bertahan sampai datang tim evakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Ivan terperangkap dan bisa bergerak di tengah guyuran hujan lebat yang dingin. Subuh hari, tim evakuasi dengan satu alat berat datang dan berhasil membantu mengeluarkan Ivan dari himpitan beton-beton. Nyama Ivan selamat namun tubuhnya dari pangkal paha ke kaki luka-luka berat. Ivan langsung dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapat pertolongan. Sungguh, Ini adalah salah satu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.  &lt;br /&gt;(adt)kompas dan http://udinmduro.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5920527123517880226?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5920527123517880226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/10/kisah-korban-gempa-sumbar-teriakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5920527123517880226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5920527123517880226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/10/kisah-korban-gempa-sumbar-teriakan.html' title='Kisah Korban Gempa Sumbar : Teriakan minta Tolong Itu Terngiang'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SsaqvWoK6OI/AAAAAAAAAGY/Wn6F1gQgM2c/s72-c/gempa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-46379084733269522</id><published>2009-09-17T09:02:00.002+07:00</published><updated>2009-09-17T09:05:56.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Idul Fitri Dan Zakat Fitrah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SrGZPFsqlvI/AAAAAAAAAGQ/TysbIZtgfvs/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 72px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SrGZPFsqlvI/AAAAAAAAAGQ/TysbIZtgfvs/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382251514191058674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Idul Fitri Dan Zakat Fitrah    &lt;br /&gt;Oleh : Arwani Syaerozi, Lc *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam kita mengenal beberapa hari kebesaran, dalam satu minggu kita akan bertemu dengan hari Jum`at, sebuah hari raya dalam tarf mingguan. Untuk level tahunan kita pun mengenal Idul fitri dan Idul adha, merupakan dua hari kebesaran level tahunan bagi komunitas muslim se-dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul fitri yang dirayakan pada setiap tanggal 1 Syawal, eksistensinya terasa lebih sakral jika dibandingkan dengan Idul adha yang terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah, sebab jatuhnya Idul fitri tepat setelah satu bulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa. Sehingga dengan tibanya tanggal 1 Syawal kita seakan-akan merasakan sebuah kemenangan dalam mengendalikan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Idul Fitri Dan Zakat Fitrah    &lt;br /&gt;Oleh : Arwani Syaerozi, Lc *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam kita mengenal beberapa hari kebesaran, dalam satu minggu kita akan bertemu dengan hari Jum`at, sebuah hari raya dalam tarf mingguan. Untuk level tahunan kita pun mengenal Idul fitri dan Idul adha, merupakan dua hari kebesaran level tahunan bagi komunitas muslim se-dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul fitri yang dirayakan pada setiap tanggal 1 Syawal, eksistensinya terasa lebih sakral jika dibandingkan dengan Idul adha yang terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah, sebab jatuhnya Idul fitri tepat setelah satu bulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa. Sehingga dengan tibanya tanggal 1 Syawal kita seakan-akan merasakan sebuah kemenangan dalam mengendalikan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah lain yang turut mewarnai setiap datangnya hari raya Idul fitri adalah zakat fitrah, kewajiban yang bersifat individual ini ikut menghiasi hari raya sebagai bentuk riil dari asas kebahagiaan bersama dalam ideologi Islam. Zakat yang secara umum bisa kita artikan sebagai proses pemerataan kepemilikan ini, pelaksanaannya tidak lain merupakan perpindahan harta yang dimiliki oleh kalangan orang-orang kaya ke tangan orang-orang yang tidak berdaya, tentunya dengan beberapa syarat dan catatan yang dikupas secara detail dalam kajian fiqh. Diantara hikmah disyari`atkannya zakat fitrah menjelang datangnya hari Idul fitri adalah agar dapat berbagi kebahagiaan antara sesama muslim dari kalangan mampu dan non mampu. Bagaimana tidak, sebab seorang muslim yang memiliki kecukupan makanan pada hari itu diharuskan atasnya mengeluarkan zakat fitrah baik berupa bahan makanan pokok maupun berupa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari sini penulis merasa perlu untuk me-reaktualisasi makna penyambutan datangnya hari raya Idul fitri itu sendiri, yang terkadang tanpa disadari maknanya telah dicupetkan oleh sebagian kalangan dan atau bahkan disalah artikan. Saya yakin bahwa essensi Idul fitri itu sendiri bukan hanya sekedar media penumpahan rasa bahagia bersama anak cucu, kerabat, atau teman-teman dekat dengan melaksanakan shalat Ied berjamaah di sebuah masjid atau lapangan, berjabat tangan (ramah tamah), menyantap ketupat serta aneka macam makanan dan minuman lainnya. Akan tetapi lebih dari itu, rasa kepekaan sosial semestinya harus lebih dititik beratkan, atau dengan kata lain perhatian kita pada realisasi zakat fitrah dan proses penyalurannya harus lebih ditonjolkan Sebab pengurangan penderitaan komunitas miskin akan dapat menghapus penyakit-penyakit antisosial di antara mereka dan meningkatkan motivasi kerja, efisiensi, dan juga mereduksi waktu terbuang (kekosongan) akibat dari konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan bumi ini masih banyak kita temukan saudara-saudara se-iman yang hidup di bawah garis kemiskinan. Baik itu disebabkan oleh ketidak stabilan politik dan perekonomian, maupun dikarenakan faktor minimnya sumberdaya manusia. Tengoklah misalnya di negara Afganisthan, Irak, dan Bosnia yang sampai saat ini rakyatnya terus dirundung ketidak jelasan nasib dan keburaman sosial yang diakibatkan tidak stabilnya kondisi politik dan ekonomi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai media massa akan banyak kita temukan gambaran kesengsaraan mereka, kondisi jauh dari kesejahteraan menjadi topik utama dalam mengisi harian surat kabar dan layar televisi rumah kita. Realitas buruk ini tidak cukup dengan membiarkan mereka untuk membangun kembali keterpurukan politik dan ekonomi negaranya yang selama ini menjadi sumber utama kesengsaraan, sementara kita yang menjadi saudara se-imannya hanya sibuk dengan urusan pribadi bahkan dengan kebahagiaan nisbi dalam perayaan-perayaan. Justru adanya langkah nyata dari kita lah yang akan membantu mengeluarkan mereka dari belenggu kesengsaraan, tentunya dengan bantuan baik berupa moril maupun materil. Dan zakat fitrah adalah salah satu dari bentuk bantuan materil yang bisa kita salurkan kepada mereka. Apalah artinya kalau kita berbahagia bersama anak cucu, karabat, dan teman-teman dekat kalau mereka yang notebene saudara se-iman justru merasakan suasana kebalikannnya. Akankah fenomena kesengsaraan dan kematian akibat kelaparan yang setiap saat menghantui mereka menjadi sesuatu yang lumrah mengisi hari-hari kita, hingga sama sekali tidak membangkitan rasa peduli kita ? atau bahkan kita akan menganggapnya sebagai sebuah konsekuensi dari sikap dan perbuatan mereka dalam menjalani kehidupan berbangsa ? Sungguh sangat naif kalau dalam diri kita tersimpan sikap-sikap di atas. Bukankah Rasul saw pernah mengingatkan umatnya akan efek dari sebuah kemiskinan, â€œ bahwa kemiskinan akan menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran â€œ. Apakah kita rela kekufuran akan mengganti intisari keimanan mereka ? Bukankah Rasul Saw juga pernah bersabda bahwa â€œ orang yang tidak peduli dengan kondisi umat Islam maka dia tidak termasuk darinya â€œ. Dari hadist ini saja sebenarnya dianggap cukup untuk mencambuk kepasifan kita dalam melihat realitas ketimpangan sosial dan kondisi tidak meratanya kesejahteraan dalam komunitas kaum muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain komitmen Islam yang mendalam terhadap pesaudaraan dan keadilan menyebabkan konsep kesejahteraan bagi semua umat manusia sebagai suatu tujuan pokok Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para fuqaha (pakar hukum Islam) secara aklamasi telah menyepakati bahwa adalah fardlu kifayah (kewajiban kolektif) hukumnya bagi masyarakat muslim untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pokok orang miskin Kalau demikian adanya, mengapa pada kesempatan Idul fitri kali ini nurani kita tidak tergugah untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi saudara-saudara se-iman yang hidup dalam belenggu kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, makna Idul fitri bukan hanya â€œperayaanâ€‌ sepihak, hari raya ini bukan milik segelintir orang saja akan tetapi kebahagiaan tersebut harus dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat muslim di seluruh penjuru dunia lintas profesi dan tingkat strata sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A`lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah Mahasiswa Program Pasca Sarjana Syari`ah Islamiyah Spesifik Ushul Fiqh Universitas Ezzitouna Tunis, Peminat masalah-masalah sosial dan keagamaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=987&amp;Itemid=31"&gt;Pesantrenvirtual.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-46379084733269522?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/46379084733269522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/idul-fitri-dan-zakat-fitrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/46379084733269522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/46379084733269522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/idul-fitri-dan-zakat-fitrah.html' title='Idul Fitri Dan Zakat Fitrah'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SrGZPFsqlvI/AAAAAAAAAGQ/TysbIZtgfvs/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5856787433173035356</id><published>2009-09-11T07:17:00.001+07:00</published><updated>2009-09-11T07:19:40.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SqmXlEgWMpI/AAAAAAAAAGI/iOn-DgTAnFs/s1600-h/lailatul+qadar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SqmXlEgWMpI/AAAAAAAAAGI/iOn-DgTAnFs/s200/lailatul+qadar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379997892991136402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat didalam Al-Quran yang menceritakan tentang barakahnya malam ini, dimana pada malam ini diturunkan Al-Quran. Banyak diantara orang menunggu kedatangan Lailatur Qadar dalam sepuluh hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaian orang menunggu kedatangan malam itu dengan berlama-lama di masjid sambil membaca Al-Quran. Ada yang menunggunya dihadapan rumah agar dapat melihat turunnya malaikat pada malam Qadar, dan tidak kurang juga yg menyambutnya dengan sinaran-sinaran lampu-lampu minyak agar kawasan mereka diterangi. Mereka begitu yakin dengan beberapa tanda-tanda yang banyak diceritakan dalam berbagai cerita sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu hal yang masih tersimpan dalam benak hati kita semua. Sebuah pertanyaan terdalam. Pernahkah Nabi SWA melihat langsung Lailatul Qadar? Adakah sahabat-sahabat juga pernah melihatnya? Kita pernah mendengar banyak hadis-hadis yang menceritakan tanda-tanda malam tersebut, adakah kita bisa melihatnya dengan mata kepala kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling bijak bagi kita menjawab persoalan ini marilah kita lihat tafsiran beberapa ahli tafsir termasuk melihat tanda-tanda tersembunyi yang sering diceritakan itu....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat didalam Al-Quran yang menceritakan tentang barakahnya malam ini, dimana pada malam ini diturunkan Al-Quran. Banyak diantara orang menunggu kedatangan Lailatur Qadar dalam sepuluh hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaian orang menunggu kedatangan malam itu dengan berlama-lama di masjid sambil membaca Al-Quran. Ada yang menunggunya dihadapan rumah agar dapat melihat turunnya malaikat pada malam Qadar, dan tidak kurang juga yg menyambutnya dengan sinaran-sinaran lampu-lampu minyak agar kawasan mereka diterangi. Mereka begitu yakin dengan beberapa tanda-tanda yang banyak diceritakan dalam berbagai cerita sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu hal yang masih tersimpan dalam benak hati kita semua. Sebuah pertanyaan terdalam. Pernahkah Nabi SWA melihat langsung Lailatul Qadar? Adakah sahabat-sahabat juga pernah melihatnya? Kita pernah mendengar banyak hadis-hadis yang menceritakan tanda-tanda malam tersebut, adakah kita bisa melihatnya dengan mata kepala kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling bijak bagi kita menjawab persoalan ini marilah kita lihat tafsiran beberapa ahli tafsir termasuk melihat tanda-tanda tersembunyi yang sering diceritakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Surat Al-Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu surat yang begitu signifikan menceritakan mengenai peristiwa malam tersebut ialah surah Al-Qadar yang berisi 5 ayat. Surat Al-Qadar adalah surat ke 97 menurut susunannya didalam Mushaf. Ada diantara ulama-ulama mengatakan bahwa surat Al-Qadar ini turun selepas penghijrahan Nabi saw ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam membicarakan pentafsiran ayat, amatlah bijak jika kita mengambil penafsiran yang diambil dari Tafsir Jalalain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya bahwa malam Al-Qadar itu secara sejarahnya di turunkan Al-Quran dari Lauhul Mahfuz kelangit dunia. Kemuliaan malam tersebut telah dikhabarkan kepada Rasulullah SAW. Bulan itu dikatakan satu bulan dengan barakah seperti 1000 bulan. Dimalam tersebut para malaikat-malaikat dan Jibril turun ke bumi dan memohon Allah mengkabulkan doa'-do'a hambanya. Kemuliaan malam tersebut berakhir dengan terbitnya fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentafsiran yang lebih terperinci sedikit mengenai ayat pertama surah Al-Qadar ini dapat kita lihat dari Tafsir Ibnu Kathir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mengkhabarkan sesungguhnya Ia telah menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadar. Dimana Allah berfirman, "Sesungguhnya kami turunkannya di malam yg barakah". Inilah yang kemudian dikenal sebagai malam Al-Qadar yg berada didalam bulan Ramadan sebagaimana firmannya, "Pada bulan Ramadan yang diturunkan didalamnya Al-Quran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abbas bahwa Allah SWT telah menurunkan Al-Quran keseluruhannya (secara total) dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah dari langit dunia kemudian ia diturunkan secara berpisah dan berperingkat selama 23 tahun keatas Nabi SAW, kemudian firman Allah beliau memuliakan Lailatul Qadar dimana Allah SWT telah mengizinkan penurunan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi merujuk kepada surah Al-Qadar didalam membicarakan persoalan keistimewaan Lailatul Qadar, katanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah telah memuliakan Al-Quran dimalam ini, dan ditambahnya dengan maqam yang mulia, yaitu kedudukan dan kemuliaannya yang sangat banyak dari kebaikan dan kelebihan dari 1000 bulan. Apa-apa ketaatan dan ibadah didalamnya menyerupai 1000 bulan yang bukan Lailatul Qadar. 1000 bulan ini menyamai 83 tahun 4 bulan. Hanya di satu malam ini lebih baik dari umur seseorang yang menghampiri 100 tahun, jika tambah berapa tahun beliau baligh dan dipertanggung jawabkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada malam itu turunnya malaikat-malaikat dengan rahmat Allah dengan kesejahteraan dan barakahnya. Dan kesejahteraanya melimpah sehingga ke terbit fajar. Didalam As-sunnah, banyak hadist-hadist yang menyebutkan mengenai keutamaan Lailatul Qadar ini. Yang banyak dianjurkan untuk mencarinya pada 10 malam terakhir. Dalam Sahih Bukhari dari Hadis Abu Hurarirah, "Barangsiapa yang berqiam dimalam Al-Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya". (Riwayat Bukhari didalam Kitab Al-Saum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah memberi penjelasan kepada siapa yang lalai dan tidak memperhatikan malam tersebut, yaitu sama seperti menghalang diirinya dari menerima kebaikannya dan ganjarannya. Berkata para sahabat yang telah dinaungi mereka bulan Ramadan, "Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kamu didalamnya mengandung malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Siapa yang memuliakannya maka beliau akan dimuliakan kebaikan semua perkara. Dan siapa yang tidak memuliakannya maka kebaikannya akan dihalang". (Riwayat Ibnu Majah dari Hadis Anas, isnad Hassan sebagaimana didalam Sahih Jaami' Al-Saghir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Ibnu Taimiyyah (Majmu' fatawa - Jilid-25/286) didalam membicarakan soalan yang mana satu lebih afdal, diantara Malam Isra' Nabi saw atau Lailatul qadar? Kata: "Sesungguhnya Malam Isra' lebih afdal dan Malam Al-Qadar lebih afdal bila dinisbahkan kepada umat...". Manakah yang lebih afdal 10 Zulhijjah atau 10 malam terakhir Ramadan?. Kata Ibnu Taimiyyah, "Hari 10 Zulhijjah lebih afdal dari hari 10 dari bulan Ramadan. Dan malam-malam 10 akhir Ramadan lebih afdal malam 10 Zulhijjah". Jelas menunjukkan bahwa para ulama menyatakan bahwa malam lailatul Qadar ini sangat istimewa kepada umat Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah Lailatul Qadar dilihat dengan mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tokoh ulama' Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan Sheikh Salleh Munajjid berkata: "Malam Qadar boleh dilihat dengan mata kepada siapa yang diberi taufiq oleh Allah SWT dan dengan menggunakan tanda-tandanya. Para sahabat r.h. mencarinya berdasarkan tanda-tandanya tetapi tiada laporan yang mengatakan mereka telah melihatnya. Akan tetapi tidak ada larangan mencari hasil fadilah bagi siapa yang beriman dan bersungguh-sungguh", kata beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Al-Sya'rawi mengatakan: "Satu pun diantara makluk Allah tidak melihat Lailatul Qadar melainkan Rasulullah SAW. Ani adalah satu keistimewaan yang diberikan kepada Rasulnya. Selain itu, ada beberapa orang yang dilaporkan pernah melihatnya. Mereka yang melihatnya berkata-kata kepada Rasulullah yang melihat beliau pandangan di dalam tidur mereka, seolah-olah berkata: "Aku melihat sebagaimana aku sujud di dalam air yang melimpah, kemudian menjadi pagi hari 23, mereka melihat masjid-masjid di sepanjang malam tersebut. Langit seolah-olah ingin hujan, Rasulullah sujud sehingga kelihatan dahi di atas tangannya dan kami mengetahui bahwa di sini adalah Lailatul Qadar didalam tahun dan malam itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah mencari Lailatul Qadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hadis yang menunjukkan betapa ruginya seseorang yang tidak pernah berusaha mencari Lailatul Qadar. Menurut Sheikh Abdul Aziz bin Baaz dan Sheikh Salleh Munajjid beliau berkata; "Seorang Islam haruslah mencari malam 10 terakhir Ramadan sebagaimana Rasulullah SAW mengarahkan umatnya menuntut ganjaran dan pahala di mana seseorang yang mendirikannya dan iman dan azam malam tersebut, dia akan menerima ganjarannya dan jika tidak bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Barangsiapa yang berqiam di malam Qadar dengan keimanannya maka Allah akan mengampunkan dosanya yang telah lalu". Dalam riwayat lain, "Barangsiapa yg berqiam dan mencarinya kemudian ia akan diampunkan dosa yang sebelumnya dan yang terakhir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sheikh Abdul Khaliq Al-Sharrif bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar akan ditunjukkan pada pagi harinya matahari akan memancar dan cuacanya yang agak sejuk. Sheikh Saleh Munajjid mengatakan bahwa matahari yang keluar itu tidak memancarkan cahaya. Sheikh Dr Yusuf Qaradhawi mengatakan terdapat juga berbagai tanda, seperti cahayanya merah kelemah-lemahan dan pada malam itu hujan dan angin sepoi-poi, tiada bau dan tiada sejuk sebagaimana yang disebut oleh Al-Hafiz didalam Fathul Bari'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Al-Qaradhawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua tanda ini tidak memberi kepastian mengenainya. Tidak mungkin ia berulang-ulang, karena malam Al-Qadar selalu berbeda-beda cuacanya dalam berbagai negara, berbeda pula waktunya. Ia mungkin dijumpai di sebuah negara Islam yang tidak putus hujannya, dan kemungkinan di negara lain yang keluarganya bersholat istiqo' yang berdepan dengan kemarau, dan negara-negara berbeda dari segi kepanasan dan kesejukannya, naik matahari dan turunnya, kuat atau lemah pancarannya, maka mustahil untuk mendapat titik pertemuan ini. Kajian ulama' mengatakan: boleh di ambil malam-malam yang tertentu Lailatul Qadar itu dari sebahgian manusia. Ia hanya kelihatan kepada dia seorang saja yang melihatnya. Atau menerima mimpi didalam tidur, atau berlaku (karamah) keajaiban yang luar biasa. Atau Ia terjadi kepada keseluruhan umat Islam agar ia menerima ganjaran kepada siapa saja yang berpeluang melakunya. Dan Ia tidak nampak apa-apa yang berlaku. Kebanyakkan ulama' mengambil pandangan yang awal tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan saat Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan malam tersebut dan seruan-seruan dari hadist-hadist yang menyuruh umat Islam mencari malam tersebut mungkin akan menimbulkan sedikit pertanyaan. Apakah malam itu khusus bagi mereka-mereka yang alim saja atau bisa berlaku bagi masyakat umum. Yusuf Qaradawi mengatakan bahwa malam itu datang untuk semua orang yang benar-benar menginginkannya. Kata Qaradhawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka Malam al-Qadar ialah malam umum untuk semua yang menuntutnya. Yang menginginkan kebaikan dan ganjarannya, dan apa yang disisi Allah di dalamnya, itu lah malam ibadah dan malam ta'at, dan bersolat, bertilawah, berdo'a, bersedekah, menjalinkan perhubungan, beramal sholeh, dan melakukan kebaikan-kebaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang harus dilakukan oleh orang Islam pada malam ialah; Bersholat Isya' secara berjamaah, sholat subuh berjamaah dan pada malamnya mendirikan qiamullail. Di dalam hadist Sahih diriwayatkan Nabi bersabda, "Barangsiapa yang bersholat Isya' berjamaah, seolah-olah ia berqiam di separuh malam, dan barangsiapa yang bersolat subuh berjamaah, seolah-olah ia bersholat disepanjang malam tersebut. (Riwayat Ahmad, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Atiyah Saqr menganjurkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupkannya dengan bersholat, membaca Al-Quran, berzikir, beristigfar dan berdo'a dari terbenam matahari sehingga terbit fajar. Dan hidupkan ramadhan dengan bersolat terawikh di dalamnya. Sebuah riwayat yang mengatakan, "Barangsiapa yang bersholat magrib dan Isya' di hari akhir yaitu di malam Al-Qadar secara berjamaah, ia telah diberi keuntungan dari Lailatul Qadar". Berkata A'isyah r.h "Ya Rasulullah di waktu Lailatul Qadar, apakah yang harus aku katakan". "Katakalah, "Ya Allah sesungguhnya kamu pengampun dan suka kepada pengampunan, maka ampunkanlah ku".(ANN/cha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=107&amp;Itemid=0"&gt;Hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5856787433173035356?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5856787433173035356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/cara-jitu-memburu-lailatur-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5856787433173035356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5856787433173035356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/cara-jitu-memburu-lailatur-qadar.html' title='Cara Jitu Memburu Lailatur Qadar'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SqmXlEgWMpI/AAAAAAAAAGI/iOn-DgTAnFs/s72-c/lailatul+qadar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1010886033544391945</id><published>2009-09-04T14:58:00.002+07:00</published><updated>2009-09-04T15:01:58.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ramadhan Bulan Penuh Solusi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SqDJaeyXNTI/AAAAAAAAAGA/58NKO-B2-74/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SqDJaeyXNTI/AAAAAAAAAGA/58NKO-B2-74/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377519411858453810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan Bulan Penuh Solusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa 11 bulan begitu cepat berlalu. Bulan suci Ramadhan 1430 H yang penuh berkah telah datang. Kedatangan bulan keberkahan ini hendaknya disambut oleh umat dengan penuh suka dan cita layaknya menyambut tamu agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada realitas pahit terkait dengan persoalan harga bahan bakar minyak (BBM) yang bagaimanapun, harus dijalani, suka atau tidak suka. Kini, dapatkah bulan Ramadhan menghadirkan alternatif solusi, keluar dari berbagai kesulitan dan himpitan yang menyertai hidup rakyat dewasa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, supertrainer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan suci Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran yang datang sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda bagi manusia (Al-Baqarah:185). Ia merupakan bulan di mana pintu-pintu ibadah, amal, dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Ilahi terbuka lebar, sehingga ruang gerak setan menjadi terbatas. Ramadhan merupakan bulan diwajibkannya berpuasa bagi umat Muslim yang menurut hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim adalah tonggak tegaknya agama ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan Bulan Penuh Solusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa 11 bulan begitu cepat berlalu. Bulan suci Ramadhan 1430 H yang penuh berkah telah datang. Kedatangan bulan keberkahan ini hendaknya disambut oleh umat dengan penuh suka dan cita layaknya menyambut tamu agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada realitas pahit terkait dengan persoalan harga bahan bakar minyak (BBM) yang bagaimanapun, harus dijalani, suka atau tidak suka. Kini, dapatkah bulan Ramadhan menghadirkan alternatif solusi, keluar dari berbagai kesulitan dan himpitan yang menyertai hidup rakyat dewasa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan, supertrainer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan suci Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran yang datang sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda bagi manusia (Al-Baqarah:185). Ia merupakan bulan di mana pintu-pintu ibadah, amal, dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Ilahi terbuka lebar, sehingga ruang gerak setan menjadi terbatas. Ramadhan merupakan bulan diwajibkannya berpuasa bagi umat Muslim yang menurut hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim adalah tonggak tegaknya agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, terdapat beberapa klasifikasi Muslim pada bulan ini. Pertama, orang yang menanti kehadiran Ramadhan dengan suka cita, bekerja keras menyempurnakan ibadah-ibadah wajib dan sunah dengan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW). Kedua, orang yang memasuki bulan Ramadhan dan keluar darinya dengan tanpa perubahan dan tidak bertambah darinya kebajikan apa pun. Ketiga, orang yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan ini. Ia dengan khusyu melakukan ibadah dan beramal saleh. Namun bila Ramadhan usai, ia akan kembali kepada ‘habitat’-nya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, orang yang di bulan ini hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun tetap melakukan kemaksiatan. Kelima, orang yang menjadikan siang hari Ramadhan bagai malam dengan tidur sepanjang hari dan mengisi malamnya dengan lahwu (kegiatan yang melalaikan). Dan keenam, golongan manusia yang tidak mengenal Allah baik di bulan Ramadhan atau di bulan-bulan lainnya sepanjang tahun meskipun ia mengaku sebagai seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dihayati secara mendalam, bulan Ramadhan bak madrasatun mada al-hayah (madrasah sepanjang hayat) yang berkelanjutan mendidik dan mengedukasi generasi demi generasi setiap tahun. Ramadhan memuat makna-makna iman pada jiwa manusia, mengilhami mereka arti agama yang hanif, dan memantapkan kepribadian Muslim yang hakiki. Ramadhan merupakan sarana yang sangat efektif menghadirkan internalisasi nilai kebajikan guna menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, setiap Muslim hendaknya mengantisipasi kehadiran bulan bertaburan berkah ini dengan mempersiapkan diri, mengoptimalkan daya dan upaya meraih hari esok yang lebih baik (Al-Hasyr:18). Jika training kaum profesional dewasa ini hanya dilakukan dalam empat hari dan menghasilkan perubahan positif yang luar biasa, maka Ramadhan satu bulan penuh, Muslim di-training oleh SuperTrainer-nya, yaitu Allah SWT, Dzat yang Maha segala-galanya. Tentu hasilnya akan juga luar biasa, bila itu dilakukan dengan penuh keseriusan dan mendamba ridha Allah.&lt;br /&gt;Bulan solusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan Ramadhan yang di dalamnya dijanjikan rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun min al-nar (pembebasan dari api neraka), sesungguhnya momentum ideal menemukan solusi banyak hal bagi umat. Pertama, puasa yang benar dapat membangunkan hati Mukmin yang ‘tertidur’ sehingga merasakan muraqabatullah (perasaan diawasi Allah). Ketika seorang yang berpuasa men-tadabbur sebagian siangnya sehingga merasakan haus dan lapar, ia akan menahan diri tidak makan dan tidak melakukan kemunkaran hanya karena perintah Allah. Kondisi ini membuat seseorang merasakan kehadiran Ilahi yang memantau gerak geriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bulan Ramadhan yang merupakan satu bulan dari 12 bulan dalam setahun, dimuati dengan ketaatan dan taqarrub kepada Allah yang dapat memanifestasikan makna ubudiyah kepada-Nya yang paling tinggi. Hal ini tidak mungkin dapat terwujud bila hanya ‘kerja keras’ di depan meja makan saat berbuka dan sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, perut kenyang dalam kehidupan Muslim dapat memandulkan perasaan sehingga hati menjadi keras, menyuburkan sikap liar, dan maksiat kepada Allah dan sesama manusia. Dan ini bertentangan dengan karakter Muslim sesungguhnya. Keempat, sesungguhnya bagian dari fundamen-fundamen penting yang menyokong kebangkitan umat Islam adalah kasih sayang resiprokal dan solidaritas sosial di antara sesama Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para the haves akan sulit menyayang orang fakir dengan kasih sayang yang jujur tanpa melewati dan menjalani keperihan dan derita kefakiran serta pahitnya kelaparan itu sendiri. Manfaat yang paling berharga yang dipetik oleh orang kaya adalah kesempatan menjadi ‘orang fakir dan miskin’ tersebut, karena ia mengalami hidup seperti itu secara riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika solusi muraqabatullah, ketaatan, taqarrub, kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat dikapitalisasi di bulan Ramadhan dan direalisasi di luar bulan ini, sesungguhnya banyak persoalan negeri dan bangsa ini dapat diselesaikan. Di antaranya, persoalan korupsi, pembunuhan, perampokan, kenaikan BBM yang disusul dengan peristiwa terkutuk pemboman Bali jilid II dan banyak lagi penyakit-penyakit sosial lain yang terjadi di tengah masyarakat karena terkikisnya nilai-nilai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, bulan Ramadhan bila dimanfaatkan secara optimal oleh semua unsur– dapat menjadi ajang menumbuhkan empati dan kepedulian sosial yang lenyap tersebut, sehingga yang diutamakan bukan hitungan rasional-matematis saja, tetapi ikut ‘merasakan’ derita dan jeritan hati rakyat. Hal ini bisa dilakukan dengan menunda atau menekan persentase kenaikan seminimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu perlu bagi umat untuk kembali merenungkan ungkapan terakhir dari surat Al-Baqarah:183, bahwa yang mewajibkan puasa adalah la’allakum tattaqun dalam kata kerja mudhari yang hendaknya dimaknai agar dapat merealisasikan nilai-nilai muraqabatullah, ketaatan, dan kasih sayang secara terus-menerus, tidak hanya di saat bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan, sekali lagi, sebagai wahana memupuk solidaritas tinggi antarumat manusia yang disempurnakan pada akhir bulan dengan kewajiban membayar zakat fitrah sebagai manifestasi puncak solidaritas sosial tersebut. Sikap dan kepribadian positif, produktif, empatik, dan menghadirkan keputusan win-win solution adalah sosok pribadi yang lulus secara gemilang dari madrasah Ramadhan yang penuh solusi. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: hidayatnurwahid.blogdetik.com dan Republika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1010886033544391945?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1010886033544391945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/ramadhan-bulan-penuh-solusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1010886033544391945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1010886033544391945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/ramadhan-bulan-penuh-solusi.html' title='Ramadhan Bulan Penuh Solusi'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SqDJaeyXNTI/AAAAAAAAAGA/58NKO-B2-74/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2382603805152432306</id><published>2009-09-04T14:03:00.003+07:00</published><updated>2009-09-04T14:34:58.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Meraih Berkah Ramadhan</title><content type='html'>Meraih Berkah Ramadhan&lt;br /&gt;Ditulis oleh : Ummu Nabhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salaf, pendahulu umat ini sangat memahami betapa berartinya Ramadhan. Segala kebaikan, keutamaan serta berkah berkumpul di dalamnya. Sehingga mereka yang tahu sifat dan keutamaan Ramadhan akan bersiap menyambut dengan berbagai amal kebajikan, agar memperoleh keberuntungan yang besar. Dan mereka tak akan berpisah dengan Ramadhan, kecuali ia telah menyucikan ruh dan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu.” (Asy-Syam: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat merugilah orang yang tak peduli pada Ramadhan, menyia-nyiakan kehadirannya, padahal antara waktu siang dan malamnya dipenuhi kebaikan dan keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah disinggung di atas bahwa bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Di antaranya dalam Ramadhan terdapat tiga macam ibadah yang sangat agung, yaitu puasa, zakat dan qiyam (berdiri untuk shalat). Namun selain tiga ibadah tersebut, masih banyak amalan-amalan lain yang bisa pula kita lakukan selama Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat dalam al-Quran yang menganjurkan orang berpuasa. Sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kamu mukminin dan mukminat, orang-orang yang taat laki-laki dan perempuan, orang-orang yang jujur laki-laki dan perempuan, orang-orang yang sabar laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka bersedekah laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka berpuasa laki-laki dan perempuan, orang-orang yang memelihara kehormatannya laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka menyebut-nyebut nama Allah banyak sekali, laki-laki dan perempuan, maka Allah menyiapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahdzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar zakat merupakan kesempurnaan bagi puasa seseorang dan merupakan kewajiban dalam Islam, juga keuntungan. Sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap butir seratur biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meraih Berkah Ramadhan&lt;br /&gt;Ditulis oleh : Ummu Nabhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salaf, pendahulu umat ini sangat memahami betapa berartinya Ramadhan. Segala kebaikan, keutamaan serta berkah berkumpul di dalamnya. Sehingga mereka yang tahu sifat dan keutamaan Ramadhan akan bersiap menyambut dengan berbagai amal kebajikan, agar memperoleh keberuntungan yang besar. Dan mereka tak akan berpisah dengan Ramadhan, kecuali ia telah menyucikan ruh dan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu.” (Asy-Syam: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat merugilah orang yang tak peduli pada Ramadhan, menyia-nyiakan kehadirannya, padahal antara waktu siang dan malamnya dipenuhi kebaikan dan keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah disinggung di atas bahwa bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Di antaranya dalam Ramadhan terdapat tiga macam ibadah yang sangat agung, yaitu puasa, zakat dan qiyam (berdiri untuk shalat). Namun selain tiga ibadah tersebut, masih banyak amalan-amalan lain yang bisa pula kita lakukan selama Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat dalam al-Quran yang menganjurkan orang berpuasa. Sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kamu mukminin dan mukminat, orang-orang yang taat laki-laki dan perempuan, orang-orang yang jujur laki-laki dan perempuan, orang-orang yang sabar laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka bersedekah laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka berpuasa laki-laki dan perempuan, orang-orang yang memelihara kehormatannya laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka menyebut-nyebut nama Allah banyak sekali, laki-laki dan perempuan, maka Allah menyiapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahdzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar zakat merupakan kesempurnaan bagi puasa seseorang dan merupakan kewajiban dalam Islam, juga keuntungan. Sebagaimana firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap butir seratur biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka adalah superti kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat. Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis pun (telah cukup baginya). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah: 265)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat besarnya pahala dan manfaat zakat, hendaknya kita melakukan dengan penuh keikhlasan. Selain untuk membersihkan harta, juga menjauhkan dari sikap bakhil dan rakus. Zakat juga merupakan wujud kepedulian kita kepada orang lain yang membutuhkan, serta membebaskan kita dari tanggungan dan ancaman dasyat, seperti firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil terhadap harta-harta yang Allah berikan kepada mereka sebagai karunia-Nya itu menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sesungguhnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala urusan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Ali Imran: 180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah banyak memberi contoh amalan selama Ramadhan, termasuk mengisi waktu dengan qiyam (berdiri untuk shalat) baik itu wajib ataupun sunnah. Adapun shalat sunnah itu meliputi shalat tarawih ataupun shalat malam sebagaimana sabda Nabi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap balasan, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah selalu menghidupkan hampir seluruh malamnya untuk beribadah, juga membangunkan keluarganya untuk qiyamul lail. Terlebih di bulan Ramadhan. Bahkan disebutkan dalam Shahih Muslim dari Aisyah ra, dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang aku ketahui beliau shalat semalaman sampai menjelang pagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain 3 amalan utama di atas, Rasulullah juga mengisi Ramadhan dengan amalan-amalan shalih lainnya. Tak ada waktu yang beliau lewatkan sia-sia. Terlebih di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Beliau juga melakukan i’tikaf karena mengharap lailatul qadar, kita menyibukkan diri dengan ibadah, bermunajat dan memperbanyak dzikir pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pulalah seharusnya kita dalam mengisi Ramadhan, menyibukkan hati dengan apa saja yang bisa mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga tidak ada yang tersisa dalam hati selain Allah dan segala yang mendatangkan keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keutaman Ramadhan dalam hal ibadah, pada bulan Ramadhan pula al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Yaitu pada malam lailatul qadar. Hal ini disebutkan dalam al-Quran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada bulan Ramadhan yang diturunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan dari petunjuk, dan membedakan (antara yang hak dan yang batil), maka barangsiapa yang hadir di antara kamu di bulan itu hendaklah ia berpuasa.” (Al Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan lain Ramadhan adalah dibukanya pintu-pintu rahmat dan ditutupnya pintu jahanam, dan para setan dibelenggu. Jika kita sudah memahami hal itu, tentunya akan segera berlomba mengisi Ramadhan dengan amal kebajikan seraya mengharap pahala berlipat seperti yang Allah janjikan. Juga memenuhi diri dengan taubat, sebab pintu ampunan dibuka lebar. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah meraih kebaikan Ramadhan dan semua keutamaan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN SIA-SIAKAN RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melewatkan waktu selama Ramadhan dengan sia-sia, sesungguhnya ia termasuk orang yang merugi dalam perdagangannya dengan Allah. Ia melewatkan keberuntungan besar berupa hadiah dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali z, secara marfu’ dari Nabi bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa menjumpai Ramadhan dalam keadaan sehat dan muslim lalu ia berpuasa pada siang harinya, shalat pada sebagian malamnya, menahan pandangannya, menjaga kemaluannya, lisan dan tangannya, menjaga shalat-shalatnya dengan berjamaah, bersegera menuju shalat Jumat, maka sungguh dia telah berpuasa sebulan, menyempurnakan pahala serta mendapatkan lailatul qadar, dan dia beruntung dengan hadiah dari Rabb Tabaraka wa Ta’ala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hadiah itu adalah ampunan besar. Sebagaimana kita tahu Ramadhan penuh dengan ladang ampunan yang dibentang lebar, hingga Rasulullah mendorong umatnya untuk memanfaatkan keberkahan itu dengan memohon ampunan dosa. Beliau n mengumpamakan sekiranya dosa orang yang berpuasa seperti busa air laut, akan diampuni karena besarnya kedudukan ibadah yang berkeberkahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, Nabi bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas, diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian lain atas orang yang menyia-nyiakan ibadah dan waktu selama Ramadhan, ia kehilangan nikmat Allah berupa pembebasan dari api neraka, sebagaimana sabda Rasulullah bahwa Allah berkenan membebaskan setiap muslim dari api neraka tiap-tiap malam Ramadhan. Bagaimana Allah l akan membebaskan dari api neraka jika kita tetap sibuk dengan maksiat dan lalai dari beribadah selama Ramadhan dan bulan lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal di atas, Allah juga menyambut doa-doa orang yang berpuasa terlebih di malam-malam yang mustajab, melipatgandakan pahala atas setiap kebajikan. Masihkah kita rela kehilangan semua itu karena menyia-nyiakan kesempatan emas selama Ramadhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, termasuk orang yang merugi, selama Ramadhan adalah mereka yang tidak meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat. Begitulah, kebanyakan dari kita berpuasa Ramadhan, tapi perbuatan kita tak jauh beda dengan saat kita berpuasa, tetap saja bermaksiat dan tidak meninggalkan keharaman. Seperti berdusta, ghibah, memfitnah, pergi ke tempat maksiat dan hal sia-sia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan masih juga melakukannya, serta melakukan perbuatan-perbuatan bodoh, maka Allah tidak membutuhkan terhadap puasanya, meskipun ia meninggalkan makan dan minumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita tengok banyak dari saudara kita, meski berpuasa tetap menghabiskan waktunya untuk nongkrong, mengumbar pandangan, tidak menjaga perut dari keharaman makanan atau minuman, tetap mengikuti nafsu dan sebagainya. Padahal Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pandangan, penglihatan, dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya”. (Al-Isra’: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang seharusnya tak kita lupakan adalah dzikrul maut (mengingat kematian). Kematian bisa mengintai kita kapan saja. Bila kita lalai bahwa kita akan mati, maka kita akan menyia-nyiakan waktu, dan melalaikan ibadah. Lain halnya bagi orang-orang yang mengingat maut. Mereka akan lebih bersemangat dalam kebajikan, termasuk dalam memanfaatkan waktu selama Ramadhan, dan mengoptimalkan semua kesempatan yang ada, baik di dalam atau di luar Ramadhan. Memang begitulah seharusnya, karena kita tak pernah tahu, akankah kita bersua kembali dengan Ramadhan tahun depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan meraih berkah Ramadhan, dan memperoleh keberuntungan berlipat di dalamnya serta tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daisadur dari: www.majalah-nikah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2382603805152432306?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2382603805152432306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/meraih-berkah-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2382603805152432306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2382603805152432306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/09/meraih-berkah-ramadhan.html' title='Meraih Berkah Ramadhan'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2472893803412084506</id><published>2009-08-20T06:54:00.002+07:00</published><updated>2009-08-20T06:57:13.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>10 Indikasi “Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan"</title><content type='html'>10 Indikasi “Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan"   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa &lt;br /&gt;kecuali lapar dan dahaga...(HR. Bukhari dan Muslim). Hadits Rasulullah &lt;br /&gt;tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk menjauhi dan tidak &lt;br /&gt;terjerumus didalamnya. Apalah artinya berpuasa bila hanya meninggalkan kering &lt;br /&gt;pada kerongkongan dan lapar didalam perut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah uraian yang patut direnungkan agar kita tidak termasuk &lt;br /&gt;orang-orang yang disinggung dalam hadits Rasulullah tersebut. Kegagalan yang &lt;br /&gt;dimaksud tentu bukan sebuah klaim yang pasti. Itu memang hak Allah SWT semata. &lt;br /&gt;Tapi setidaknya kita perlu berhitung dan memiliki neraca agar segenap amal &lt;br /&gt;ibadah kita di bulan Ramadhan ini benar-benar berbobot, hingga kita bisa lulus &lt;br /&gt;dari madrasah Ramadhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Indikasi “Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan"   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa &lt;br /&gt;kecuali lapar dan dahaga...(HR. Bukhari dan Muslim). Hadits Rasulullah &lt;br /&gt;tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk menjauhi dan tidak &lt;br /&gt;terjerumus didalamnya. Apalah artinya berpuasa bila hanya meninggalkan kering &lt;br /&gt;pada kerongkongan dan lapar didalam perut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah uraian yang patut direnungkan agar kita tidak termasuk &lt;br /&gt;orang-orang yang disinggung dalam hadits Rasulullah tersebut. Kegagalan yang &lt;br /&gt;dimaksud tentu bukan sebuah klaim yang pasti. Itu memang hak Allah SWT semata. &lt;br /&gt;Tapi setidaknya kita perlu berhitung dan memiliki neraca agar segenap amal &lt;br /&gt;ibadah kita di bulan Ramadhan ini benar-benar berbobot, hingga kita bisa lulus &lt;br /&gt;dari madrasah Ramadhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA, ketika kurang optimal melakukan “warming up Edengan memperbanyak &lt;br /&gt;ibadah dibulan Sya’ban. Ibarat sebuah mesin, memperbanyak ibadah di bulan &lt;br /&gt;Sya’ban berpungsi sebagai pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan &lt;br /&gt;Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperbanyak ibadah shalat, tilawah Al-Qur’an &lt;br /&gt;sebelum Ramadhan. akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk &lt;br /&gt;pelaksanaan ibadah di bulan puasa. Dengan begitu, puasa, ibadah malam, &lt;br /&gt;memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, taqarrub kepada Allah, menjadi lebih &lt;br /&gt;lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, itulah hikmahnya kenapa Rasulullah SAW dalam hadits riwayat ‘Aisyah, &lt;br /&gt;disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Sya’ban. Bahkan sejak bulan &lt;br /&gt;Rajab, dua bulan menjelang Ramadhan, beliau sudah mengajarkan doa kepada para &lt;br /&gt;sahabatnya, “Allaahumma bariklanaa fii Rajaba wa Sya’ban, wa balighna &lt;br /&gt;Ramadhana. EYa Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan &lt;br /&gt;sampaikanlah usia kami pada bulan Ramadhan. Rasulullah dan para sahabat ingin &lt;br /&gt;mengkondisikan jiwa dan fisik mereka untuk siap menerima kehadiran tamu agung &lt;br /&gt;bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA, ketika target pembacaan Al-Qur’an yang dicanangkan minimal satu kali &lt;br /&gt;khatam, tidak terpenuhi selama bulan Ramadhan. Di bulan ini, pembacaan &lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan bentuk ibadah tersendiri yang sangat dianjurkan. Pada bulan &lt;br /&gt;inilah Allah SWT menurunkan wahyunya dari Lauhul Mahfudz kelangit dunia. &lt;br /&gt;Peristiwa ini disebut sebagai malam lailatul qadar.. Pada bulan ini pula Jibril &lt;br /&gt;as biasa mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa dibulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid Al-Qur’an &lt;br /&gt;yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Kenapa minimal harus dapat &lt;br /&gt;mengkhatamkan satu kali sepanjang bulan ini? Karena itulah terget minimal &lt;br /&gt;pembacaan Al-Qur’an yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika Abdullah bin &lt;br /&gt;Umar bertanya kepadanya, “Berapa lama sebaiknya seseorang mengkhatam Al-Qur’an? &lt;br /&gt;ERasul menjawab, ��Satu kali dalam sebulan. EAbdullah bin Umar mengatakan, “Aku &lt;br /&gt;mampu untuk lebih dari satu kali khatam dalam satu bulan. ERasul berkata lagi, &lt;br /&gt;“Kalau begitu, bacalah dalam satu pekan. ETapi Abdullah bin Umar masih &lt;br /&gt;mengatakan bahwa dirinya masih mampu membaca seluruh AL-Qur’an lebih cepat dari &lt;br /&gt;satu pekan. Kemudian Rasul mengatakan, “Kalau begitu, bacalah dalam tiga hari. E&lt;br /&gt;KETIGA, Ketika berpuasa tidak menghalangi seseorang dari penyimpangan mulut &lt;br /&gt;seperti membicarakan keburukan orang lain, mengeluarkan kata-kata kasar, &lt;br /&gt;membuka rahasia, mengadu domba, berdusta dan sebagainya. Seperti yang sudah &lt;br /&gt;banyak diketahui, hakikat puasa tidak terletak pada menahan makanan dan minuman &lt;br /&gt;masuk masuk kedalam kerongkongan. Tapi puasa juga mengajak pelakunya untuk bisa &lt;br /&gt;menahan diri dari berbagai penyimpangan, salah satu yang dilakukan oleh mulut. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW menyatakan bahwa dusta akan menjadikan puasa sia-sia. (HR. &lt;br /&gt;Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sukar untuk di kembalikan &lt;br /&gt;namun nilainya sangat mahal. Rasulullah berpesan, adakalanya kalimat buruk yang &lt;br /&gt;ringan diucapkan oleh seseorang, tapi karena Allah tidak ridha dengan kalimat &lt;br /&gt;itu, maka orang itu tercampak ke dalam neraka. Sebaliknya adakalanya kalimat &lt;br /&gt;baik yang ringan diucapkan oleh seseorang, tapi karena Allah ridha dengan &lt;br /&gt;kalimat itu, orang tersebut dimasukan ke dalam surga. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEMPAT, ketika puasa tak bisa menjadikan pelakunya berupaya memelihara mata &lt;br /&gt;dari melihat yang haram. Mata adalah penerima informasi paling efektif yang &lt;br /&gt;bisa memberi rekaman kedalam otak dan jiwa seseorang. Memori informasi yang &lt;br /&gt;tertangkap oleh mata, lebih sulit terhapus ketimbang informasi yang diperoleh &lt;br /&gt;oleh indra yang lainnya. Karenanya, memelihara mata menjadi sangat penting &lt;br /&gt;untuk membersihkan jiwa dan pikiran dari berbagai kotoran. Salah mengarahkan &lt;br /&gt;pandangan, bila terus berulang akan menumbuhkan suasana kusam dan tidak nyaman &lt;br /&gt;dalam jiwa dan pikiran. Ini sebabnya mengapa Islam mewasiatkan sikap hati-hati &lt;br /&gt;dalam menggunakan nikmat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa yang tak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram, &lt;br /&gt;menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan diri. &lt;br /&gt;Karenanya, boleh jadi secara hukum puasanya sah, tapi substansi puasa itu tidak &lt;br /&gt;akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELIMA, ketika malam-malam Ramdhan menjadi tak ada bedanya dengan malam-malam &lt;br /&gt;selain Ramadhan. Salah satu ciri khas bulan Ramadhan adalah, Rasulullah &lt;br /&gt;menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam dengan shalat dan do’a-do’a &lt;br /&gt;tertentu. Ibadah shalat di bulan Ramadhan yang biasa disebut shalat tarawih, &lt;br /&gt;merupakan amal ibadah khusus di bulan ini. Tanpa menghidupkan malam dengan &lt;br /&gt;ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga. Selain itu &lt;br /&gt;di dalam shalat ini pula Rasulullah SAW mengajarkan do’a-do’a khusus yang insya &lt;br /&gt;Allah akan dijadikan oleh Allah SWT. Di antara do’a-do’a yang perlu diperbanyak &lt;br /&gt;dalam shalat tarawih adalah, “Allaahumma inni as alika rdhaaka wal jannah wa &lt;br /&gt;na’udzubika min sakhatika wan naar. EYa Allah aku memohon keridhaan-Mu dan &lt;br /&gt;surga-Mu. Dan aku mohon perlindungan dari kemarahan-Mu dab dari neraka-Mu... E&lt;br /&gt;Para sahabat dahulu, berlomba untuk bisa melakukan shalat tarawih di belakang &lt;br /&gt;Rasulullah. Umar bin Kaththab bahkan beriztihad untuk melaksanakan shalat &lt;br /&gt;tarawih sebanyak 20 rakaat, sehingga kaum muslimin lebih termotivasi untuk &lt;br /&gt;menghidupkan malam Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEENAM, jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya &lt;br /&gt;yang tertahan sejak pagi hingga petang. Menjadikan saat berbuka sebagai &lt;br /&gt;kesempatan “balas dendam Edari upaya menahan lapar dan haus selama siang hari. &lt;br /&gt;Bila ini terjadi, berarti nilai pendidikan puasa akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa, pada hakikatnya, adalah pendidikan bagi jiwa (tarbiyatun nafs) untuk &lt;br /&gt;mampu mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. “Puasa itu adalah perisai &lt;br /&gt;Esabda Rasulullah SAW seperti diriwayatkan Imam Bukhari. Hanya dalam puasalah, &lt;br /&gt;seseorang dilarang melakukan perbuatan yang sebenarnya halal dilakukan. Hasil &lt;br /&gt;pendidikan itu, akan tercermin dalam pribadi orang-orang yang lebih bisa &lt;br /&gt;bersabar, menahan diri, tawakal, pasrah, tidak emosional, tenang dalam &lt;br /&gt;menghadapi berbagai persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa menjadi kecil tak bernilai dan lemah dalam unsur pendidikannya ketika &lt;br /&gt;upaya menahan dan mengendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang &lt;br /&gt;dihempaskan saat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUJUH, ketika bulan Ramadhan tidak dioptimalkan untuk banyak mengeluarkan &lt;br /&gt;infaq dan shadaqah. Rasulullah SAW seperti digambarkan dalam hadits, menjadi &lt;br /&gt;soso yang paling murah dan dermawan di bulan Ramadhan, hingga kedermawanannnya &lt;br /&gt;itu mengalahkan angin yang bertiup. Di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa &lt;br /&gt;bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat di banding bulan-bulan lainnya. &lt;br /&gt;Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan. Keyakinan &lt;br /&gt;yang dikembangkan itu yang dikembangkan oleh para sahabat dan selalu shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDELAPAN, ketika hari-hari menjelang idul fitri sibuk dengan persiapan lahir, &lt;br /&gt;tapi tidak sibuk dengan memasok perbekalan sebanyak-banyaknya pada 10 malam &lt;br /&gt;terakhir untuk memperbanyak ibadah. Lebih banyak berfikir untuk bisa merayakan &lt;br /&gt;idul fitri dengan berbagai kesenangan, tapi melupakan suasana akan berpisah &lt;br /&gt;dengan bulan mulia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dan para shabat mengkhususkan 10 hari terakhir untuk berdiam didalam &lt;br /&gt;masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memperbanyak ibadah, &lt;br /&gt;dzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, saat diturunkannya &lt;br /&gt;Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan , mereka merasakan &lt;br /&gt;kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan mulia itu. Sebagian mereka &lt;br /&gt;bahkan menangis karena akan berpisah dengan bulan mulia. Ada juga yang bergumam &lt;br /&gt;jika mereka dapat merasakan Ramadhan sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEMBILAN, ketika Idul Fitri dan selanjutnya dirayakan laksana hari ”merdeka &lt;br /&gt;Edari penjara untuk melakukan berbagai penyimpangan. Fenomena ini sebenarnya &lt;br /&gt;hanya akibat dari pelaksanaan puasa yang tidak sesuai dengan adabnya. Orang &lt;br /&gt;yang berpuasa dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai &lt;br /&gt;kerangkeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEPULUH, setelah Ramadhan, nyaris tidak ada ibadah yang ditindaklanjuti pada &lt;br /&gt;bulan-bulan selanjutnya. Misalanya memelihara kesinambungan puasa sunnah, &lt;br /&gt;shalat malam, membaca Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal-amal ibadah satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan &lt;br /&gt;keimanan seseorang meningkatkan untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. &lt;br /&gt;Namun, orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya &lt;br /&gt;menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang perbah ia jalankan dalam &lt;br /&gt;satu bulan.[*]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Majalah Tarbawi*&lt;br /&gt;Edisi 15, Th. 2/31 Desember 2000.&lt;br /&gt;dan : http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&amp;cat=2&amp;id=3574&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2472893803412084506?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2472893803412084506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/08/10-indikasi-gagalmeraih-keutamaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2472893803412084506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2472893803412084506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/08/10-indikasi-gagalmeraih-keutamaan.html' title='10 Indikasi “Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan&quot;'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-1408917174506156507</id><published>2009-08-20T06:42:00.002+07:00</published><updated>2009-08-20T06:58:10.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan</title><content type='html'>Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mochamad Bugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mochamad Bugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2007/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan/"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-1408917174506156507?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/1408917174506156507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/08/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1408917174506156507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/1408917174506156507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/08/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan.html' title='Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-3668631053205521795</id><published>2009-07-29T20:36:00.002+07:00</published><updated>2009-07-29T20:39:16.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Hafal Alqur’an di Usia Senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:dKwVxehoy4lDiM:http://www.republika.co.id/images/news/2008/12/20081209113706.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 94px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:dKwVxehoy4lDiM:http://www.republika.co.id/images/news/2008/12/20081209113706.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafal Alqur’an di Usia Senja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JEDDAH --- Usia yang sudah sepuh tak menyurutkan tekad Muhammad Abdullah Musa untuk menghafal Alqur’an. Memasuki usia 70 tahun, warga Arab Saudi ini berhasil menyelesaikan hafalan Alqur’annya dan lulus dengan penghargaan dari Lembaga Tahfizul Qur’an, Jeddah, dengan nilai 91. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika saya masih muda, saya sudah menghafal dua juz Alqur’an, tetapi dia lupa karena problema hidup,” ujar Musa seperti dikutip harian Arab News, edisi akhir pekan lalu. Kecintaannya kepada Alqur’an mendorong Musa menyelesaikan hafalan Alqur’an secara utuh dan penuh. Di usianya yang tak lagi muda, ia berhasil mengatasi kendala ingatan. Ia pun bergabung dengan program-program khusus yang diadadakan di masjid pada malam hari untuk laki-laki berusia senja...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hafal Alqur’an di Usia Senja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JEDDAH --- Usia yang sudah sepuh tak menyurutkan tekad Muhammad Abdullah Musa untuk menghafal Alqur’an. Memasuki usia 70 tahun, warga Arab Saudi ini berhasil menyelesaikan hafalan Alqur’annya dan lulus dengan penghargaan dari Lembaga Tahfizul Qur’an, Jeddah, dengan nilai 91. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika saya masih muda, saya sudah menghafal dua juz Alqur’an, tetapi dia lupa karena problema hidup,” ujar Musa seperti dikutip harian Arab News, edisi akhir pekan lalu. Kecintaannya kepada Alqur’an mendorong Musa menyelesaikan hafalan Alqur’an secara utuh dan penuh. Di usianya yang tak lagi muda, ia berhasil mengatasi kendala ingatan. Ia pun bergabung dengan program-program khusus yang diadadakan di masjid pada malam hari untuk laki-laki berusia senja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal ini memberi orangtua seperti saya dan pekerja di siang hari, sebuah kesempatan untuk mempelajari kitab Allah,” paparnya. Musa menghafal secara rutin serta mendapat bimbingan dari ulama di Masjid Raja Abdul Aziz. Di masjid itu, dia berhasil menyelesaikan hafalan 10 juz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, kata Musa, ia mengalami kesulitan besar dalam pelafalan dan tajwid, tetapi kendala itu dapat teratasi. Ia lalu bergabung dengan Lembaga Tahfidzul Qur’an di Masjid Salah Karamah, Jeddah, dan berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;(Seperti dikutip dari Harian Republika, Rabu. 22 Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-3668631053205521795?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/3668631053205521795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/hafal-alquran-di-usia-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/3668631053205521795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/3668631053205521795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/hafal-alquran-di-usia-senja.html' title='Hafal Alqur’an di Usia Senja'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-4632351819184455078</id><published>2009-07-29T20:30:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T20:36:21.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel islami'/><title type='text'>Wahai Teroris, Apakah Kamu Beragama?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SnBQSSq3eeI/AAAAAAAAAF4/f8JX1tilaak/s1600-h/bom.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SnBQSSq3eeI/AAAAAAAAAF4/f8JX1tilaak/s200/bom.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363875431377762786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Teroris, Apakah Kamu Beragama? &lt;br /&gt;Oleh: Asro Kamal Rokan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didik Achmad Taufik terbaring tidak berdaya. Hidupnya sederhana. Gajinya sebagai supervisor satpam Hotel JW Marriott habis untuk membiayai kehidupan istri dan kedua anaknya, Rafi Ansyah dan Keisya Naillah yang masih kecil. Kini, wajah, bawah telinga, kaki dan tangan lelaki itu terluka. Bom laknat pada Jumat 17 Juli lalu itu membuat keluarga sederhana itu menderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom JW Marriott dan Ritz Carlon di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya. Para teroris, perencana, pelaku, pemberi dana, dan bahkan mereka yang mengetahui, namun melindungi, tentu menikmati hasil kekejian mereka, seperti drakula yang puas menghisap darah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai Teroris, Apakah Kamu Beragama? &lt;br /&gt;Oleh: Asro Kamal Rokan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didik Achmad Taufik terbaring tidak berdaya. Hidupnya sederhana. Gajinya sebagai supervisor satpam Hotel JW Marriott habis untuk membiayai kehidupan istri dan kedua anaknya, Rafi Ansyah dan Keisya Naillah yang masih kecil. Kini, wajah, bawah telinga, kaki dan tangan lelaki itu terluka. Bom laknat pada Jumat 17 Juli lalu itu membuat keluarga sederhana itu menderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom JW Marriott dan Ritz Carlon di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya. Para teroris, perencana, pelaku, pemberi dana, dan bahkan mereka yang mengetahui, namun melindungi, tentu menikmati hasil kekejian mereka, seperti drakula yang puas menghisap darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pula ini: Chusnul Chotimah, korban Bom Bali I Oktober 2002 lalu. Bom Laknat itu membakar 60 persen tubuhnya. Kaki kirinya kini lumpuh. Warga Jl. Hang Tuah Gang II No.85, Sidoarjo, Jatim, itu menderita trauma dan cacat permanen. Setiap tiga bulan dia harus membayar Rp. 900 Ribu untuk pengobatan. Chusnul menderita selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para teroris, kami berkata kepadamu: “Perbuatan biadabmu telah menyebabkan anak-anak kehilangan ayahnya, kehilangan kasih sayang selamanya. Orang-orang tidak berdosa, bahkan diantara mereka mungkin saudaramu, bersimbah darah, cacat selamanya, dan lumpuh. Padahal mereka tidak ada salah apapun kepadamu, bahkan tidak pernah menjentikkan jari kakimu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para teroris, kami berkata kepadamu: “Apakah kamu beragama? Apa pun agamamu, membunuh pasti dilarang. Apalagi dalam agama Islam yang memuliakan kasih sayang dan mencintai sesama manusia. Seandainya perang sekalipun, diwajibkan melindungi perempuan, anak-anak, hewan, tumbuhan dan bahkan mengobati musuhmu yang cedera dan tidak berdaya, seperti Salahuddin Al-Ayyubi yang mengobati musuh utamanya, Richard I, The Lion Heart of England” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau mengaku beragam Islam, agama damai ini mengajarkanmu bahwa apabila kam membunuh suatu jiwa yang tak bersalah, itu sama artinya kamu membunuh manusia seluruhnya, Bahkan Rasulullah berkata, “Masuk neraka seseorang yang dengan sengaja tidak memberi makan kucingnya hingga kucing itu mati”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para teroris, kami berkata kepadamu: “Kau tentulah orang-orang dungu dan sakit jiwa. Kau melawan musuhmu dengan cara membunuh saudara-saudaramu sendiri, yang tidak ada sangkut pautnya dengan musuh-musuhmu itu. Dan kau tentu tahu musuh-musuhmu tidak terpengaruh atas apa pun atas bom yang kau ledakkan. Tidakkah ini pekerjaan orang yang dungu dan sakit jiwa?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para teroris, kami berkata kepadamu: “Kau telah menjadikan rakyat bangsa ini menjadi musuhmu, padahal kami tidak pernah menyakitimu. Di mana hatimu, jiwamu, menjadikan rakyat bangsa ini menderita karena kebiadabanmu, nafsu jahatmu, kepengecutanmu. Bagaimana bisa hatimu tenang, tidurmu nyenyak dan bahkan kau berdoa untuk keselamatan dirimu dan keluargamu , sementara darah tergenang, kepala dan badannya lepas karena kebiadabanmu?”. &lt;br /&gt;Wahai teroris, kami berkata kepadamu: “Apabila ibu, anak, istri dan keluargamu terbunuh, bagaimana perasaanmu? Jika kau manusia dan memiliki hati, pasti kau sedih, pilu, bahkan mungkin menjadi gila. Dapatkah kau mengatakan orang-orang yang kau cintai itu tewas sebagai bagian dari perjuangan, sementara mereka tidak ada hubungan apa pun dengan rencanamu. Mereka tidak berdosa, namun tewas berlumuran darah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai teroris, kami berkata kepadamu: “Demi ibumu yang melahirkan, menyusui, berdoa agar kau menjadi anak yang baik dan berbakti, berhentilah membunuh, menyebar teror. Jangan biarkan darah mengalir , seperti darah yang mengalir dari rahim ibumu ketika melahirkanmu. Menyerahlah dan bertobatlah. Ibumu yang sudah wafat ataupun masih hidup pasti bangga punya anak yang pandai minta maaf, pandai mengasihi sesamanya, bukan orang-orang bengis dan dungu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai teroris, ini kata-kata terakhir dari kami untukmu: “Berhentilah membunuh. Ketika kau membunuh orang-orang tidak bersalah kepadamu, sama saja kau membunuh seluruh manusia, termasuk ibumu, anakmu, istrimu dan keluargamu. Bagaimana kau bisa mendapatkan surga jika kau dengan sengaja dan sangat biadab membunuh saudara-saudaramu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: Harian Republika, Rabu 22 Juli 2009 (dengan sedikit perubahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-4632351819184455078?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/4632351819184455078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/wahai-teroris-apakah-kamu-beragama.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4632351819184455078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/4632351819184455078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/wahai-teroris-apakah-kamu-beragama.html' title='Wahai Teroris, Apakah Kamu Beragama?'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SnBQSSq3eeI/AAAAAAAAAF4/f8JX1tilaak/s72-c/bom.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8676310213154509999</id><published>2009-07-05T07:47:00.001+07:00</published><updated>2009-07-05T07:50:07.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Janganlah Merasa Besar</title><content type='html'>Janganlah Merasa Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang melapor kepada Imam Ahmad :&lt;br /&gt;“Wahai Imam Ahmad, semalam saya menunaikan sholat malam, saya pun menangis tersedu-sedu. Sehingga rumput yang ada di sekelilingku pun seakan tumbuh karena tangisku.”....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata : “Sungguh, seandainya engkau tertawa terbahak-bahak tapi engkau mengakui dosamu itu lebih baik daripada engkau menangis tersedu-sedu tapi kemudian engkau merasa besar. Sesungguhnya amalan orang yang ujub itu tidak akan pernah naik ke langit…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah Merasa Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang melapor kepada Imam Ahmad :&lt;br /&gt;“Wahai Imam Ahmad, semalam saya menunaikan sholat malam, saya pun menangis tersedu-sedu. Sehingga rumput yang ada di sekelilingku pun seakan tumbuh karena tangisku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata : “Sungguh, seandainya engkau tertawa terbahak-bahak tapi engkau mengakui dosamu itu lebih baik daripada engkau menangis tersedu-sedu tapi kemudian engkau merasa besar. Sesungguhnya amalan orang yang ujub itu tidak akan pernah naik ke langit…”&lt;br /&gt;(Lihat : Ighotsatul Lahfan/Madarijus Salikin, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mengabarkan kepada kita bahwa amalan yang dilakukan dengan perasaan bangga atau ada perasaan besar setelah mengerjakannya, justru membuat amal itu sia-sia dan tidak bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab bangga (ujub) adalah penyakit perusak amal, sekaligus bibit dari kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga atau merasa paling baik bisa muncul karena beberapa hal :&lt;br /&gt;1. Bisikan Syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali syetan membisikkan ke dalam diri kita perasaan “wah” atau perasaan hebat seusai kita melakukan sedikit saja dari sebuah ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baru saja bisa merutinkan sholat malam selama beberapa hari saja, lalu kita sudah merasa yang paling hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baru saja bisa membiasakan untuk berpuasa sunnah, maka kemudian kita sudah merasa yang paling hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baru saja bisa mengkhatamkan Al Qur'an sekali dalam setiap bulan, lalu kita sudah merasa paling hebat, dan lain sebagainya. Karena itu, waspadalah terhadap bisikan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ingatlah pepatah di atas langit, masih ada langit. Jangan pernah merasa bangga atas amalan-amalan kita, karena kalaupun kita ingin menghitungnya, apalah arti semua itu dibandingkan amalan orang lain? Seharusnya kita dapat melihat dan merenungi, mengapa mereka yang memiliki amalan yang jauh lebih berkualitas daripada kita tak pernah merasa bangga akan amalannya? Tapi, kita? Yang baru bisa sholat malam beberapa hari saja sudah merasa hebat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian tak diragukan membuat seseorang menjadi besar kepala dan lupa diri. Pujian kalau tidak disikapi dengan baik justru akan menghancurkan orang yang dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu syariat menganjurkan agar kita menaburkan debu ke muka orang yang memuji. Kembalikanlah pujian itu kepada Dzat yang telah menciptakan kita. Karena memang hanya Dia-lah satu-satunya yang patut menerima pujian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Posisi dalam Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dalam hidup bermasyarakat, ada di antara kita yang kemudian diposisikan di “atas”, dituakan dan dijadikan sandaran bagi yang lainnya. Tidak ada salahnya memang, tapi hal ini rawan terhadap perasaan ujub (merasa paling baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kemudian akan menaruh hormat, akan mengadukan semua persoalannya kepada kita dan sebagainya, sehingga hal ini akan menimbulkan perasaan bahwa dirinya paling baik daripada yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dudukkanlah diri berada di tengah-tengah masyarakat umum sekalipun kita menjadi petinggi mereka. Jangan sampai seolah kita duduk di atas kepala mereka. Mengapa kita tidak pernah ingat, siapa yang telah memberikan kita kedudukan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, beramal bukanlah untuk dibanggakan kepada manusia. Karena kebanggan yang hakiki itu adalah kebanggaan kelak ketika kita dapat dikumpulkan dengan barisan orang-orang yang ikhlas di padang masyar yang sedang mengantri tiket menuju syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi : http://forantum.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8676310213154509999?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8676310213154509999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/janganlah-merasa-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8676310213154509999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8676310213154509999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/janganlah-merasa-besar.html' title='Janganlah Merasa Besar'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5153074098643582586</id><published>2009-07-05T07:05:00.002+07:00</published><updated>2009-07-05T07:08:49.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/Sk_u_7oSQzI/AAAAAAAAAFU/xFFXHW8dZH8/s1600-h/facebook.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 56px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/Sk_u_7oSQzI/AAAAAAAAAFU/xFFXHW8dZH8/s200/facebook.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354761264072639282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook, administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, "wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk.." ujar salah satu komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Al Qur'an memang tidak pernah salah....orang kafir tidak akan ridho selamanya......" ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, "Anti-jihad wajib dibasmi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Finally, it realized. see! 'they' cut the tongue of those who speak the truth," komentar lain menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme, namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa takut atau terancam akan hadirnya grup Cyber Jihad Community ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus pintar memanfaatkan peluang dan sarana.  Facebook yang punya musuh Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam.  Seperti para mujahidin Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri.(fq/arrahmah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;referensi: www.eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5153074098643582586?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5153074098643582586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/facebook-mulai-tunjukkan-watak-aslinya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5153074098643582586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5153074098643582586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/facebook-mulai-tunjukkan-watak-aslinya.html' title='Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/Sk_u_7oSQzI/AAAAAAAAAFU/xFFXHW8dZH8/s72-c/facebook.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8916785799905441907</id><published>2009-07-05T06:55:00.002+07:00</published><updated>2009-07-05T07:00:03.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Menyambut Bulan Ramadhan Sejak Bulan Rajab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/Sk_sodlBvUI/AAAAAAAAAFM/A7AaKV0NmWM/s1600-h/ramadhan.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/Sk_sodlBvUI/AAAAAAAAAFM/A7AaKV0NmWM/s200/ramadhan.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354758661845663042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyambut Bulan Ramadhan Sejak Bulan Rajab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari kita lalui. Pekan demi pekan kita lewati. Bulan demi bulan pun berganti. Tidak terasa kita telah memasuki bulan Rajab. Itu artinya, tidak sampai dua bulan lagi kita akan berjumpa dengan tamu istimewa. Kita akan kedatangan bulan yang mulia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menyambut Ramadhan Sejak Bulan Rajab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari kita lalui. Pekan demi pekan kita lewati. Bulan demi bulan pun berganti. Tidak terasa kita telah memasuki bulan Rajab. Itu artinya, tidak sampai dua bulan lagi kita akan berjumpa dengan tamu istimewa. Kita akan kedatangan bulan yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin merasa biasa-biasa saja saat berada di bulan Rajab seperti sekarang ini. Kita mungkin merasa sama saja ketika Ramadhan kian dekat. Dan, inilah yang membedakan generasi kita hari ini dengan generasi pertama umat Islam. Sebagaimana bedanya kita dengan mereka saat berada di hari Jum'at. Sebagaimana bedanya kita dengan mereka di waktu sepertiga malam terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits yang sampai kepada kita, kita bisa mendapatkan kesimpulan bagaimana bedanya persiapan kita dan persiapan mereka. Rasulullah mengajarkan kepada sahabatnya -juga seluruh umatnya- sebuah doa tatkala memasuki bulan Rajab:&lt;br /&gt;"Allaahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya'ban, wa baarik lanaa fii Ramadhaan"&lt;br /&gt;"Ya Allah berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa tersebut menggambarkan betapa Rasulullah dan para shahabatnya telah mempersiapkan diri menyongsong bulan Ramadhan itu dua bulan sebelumnya. Seperti saat-saat sekarang ini, Ramadhan telah melekat di hati, dinanti, dirindui, dan jiwa raga dipersiapkan menghadapinya; sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kita kemudian mendapatkan jejak sejarah para sahabat Nabi yang selalu merindukan Ramadhan, berharap semua bulan adalah Ramadhan. Diantara mereka ada yang berdoa selama enam bulan sejak kepergian Ramadhan agar ibadahnya selama Ramadhan diterima Allah SWT. Lalu lima bulan berikutnya berdoa supaya dipertemukan dengan Ramadhan yang akan datang. Kita pun mendapatkan bukti dari mereka melalui sejarah yang kita baca, ternyata mereka memiliki tradisi 'me-ramadhan-kan semua bulan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Baihaqi meriwayatkan hadits yang senada dengan redaksi yang agak berbeda. Bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika berada di bulan Rajab :&lt;br /&gt;"Allaahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya'ban, wa baalighnaa Ramadhaan"&lt;br /&gt;"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan" (HR. Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hadits kedua ini lebih familiar bagi kita. Tetapi pada dasarnya kita mendapatkan pelajaran yang sama; bahwa Rasulullah dan para shahabatnya telah mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan sejak dua bulan sebelumnya. Bagaimana dengan kita? Saat itu kini telah menyapa kita. [Muchlisin] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi: http://muchlisin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8916785799905441907?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8916785799905441907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/menyambut-ramadhan-sejak-bulan-rajab.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8916785799905441907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8916785799905441907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/menyambut-ramadhan-sejak-bulan-rajab.html' title='Menyambut Bulan Ramadhan Sejak Bulan Rajab'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/Sk_sodlBvUI/AAAAAAAAAFM/A7AaKV0NmWM/s72-c/ramadhan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-5954026107367328755</id><published>2009-07-05T06:39:00.002+07:00</published><updated>2009-07-05T06:42:56.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Pengumuman Untuk Umat Muslim</title><content type='html'>Pengumuman Untuk Umat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita menulis atau menyingkat&lt;br /&gt;kata-kata dalam sebuah pesan / SMS,&lt;br /&gt;dengan singkatan yang sangat salah.&lt;br /&gt;kenapa jadi sangat salah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman Untuk Umat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita menulis atau menyingkat&lt;br /&gt;kata-kata dalam sebuah pesan / SMS,&lt;br /&gt;dengan singkatan yang sangat salah.&lt;br /&gt;kenapa jadi sangat salah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut penjabaran nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan katakan "Mosque" tapi katakan "masjid",&lt;br /&gt;Karena ISLAM telah menemukan Mosque = Mosquitos (Nyamuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan tulis "Mecca" tapi "mekkah",&lt;br /&gt;Karena Mecca = rumah bir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan tulis "Mohd" tapi tulis "Muhammad",&lt;br /&gt;Karena Mohd = Anjing dengan mulut besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan pernah menulis "4JJ I" tapi "Allah SWT",&lt;br /&gt;Karena 4JJ I = For Judas Jesus Isa almasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika ingin menyingkat "Assalamu'alaikum" tulis&lt;br /&gt;dengan "Asslm" jangan menulis "Ass", Karena&lt;br /&gt;Ass = Pantat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritahulah semua saudara muslim anda, agar tidak mengulangi&lt;br /&gt;kesalahan yang sama..&lt;br /&gt;karena ini termasuk Dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi: http://love4shared.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-5954026107367328755?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/5954026107367328755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/pengumuman-untuk-umat-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5954026107367328755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/5954026107367328755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/07/pengumuman-untuk-umat-muslim.html' title='Pengumuman Untuk Umat Muslim'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-8494606081209126286</id><published>2009-06-07T07:25:00.000+07:00</published><updated>2009-06-07T07:26:37.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Pahlawan Ahli Neraka</title><content type='html'>Pahlawan Ahli Neraka &lt;br /&gt;Oleh: Alimuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjadi heran mendengar perkataan Rasulullah. Bagaimana bisa seorang yang telah berjuang dengan gagah berani menegakkan Islam justru masuk neraka. Rasulullah berkata, ”Ketika keluar dari medan perang, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam musuh. Dengan segera dia meletakkan pedangnya diatas tanah, membiarkan mata pedang menusuk dadanya sendiri.” Para sahabat baru mengerti, ternyata orang yang mereka kagumi bunuh diri, menjadi ahli neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan Ahli Neraka &lt;br /&gt;Oleh: Alimuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sebuah pertempuran tengah berlangsung antara kaum Muslimin dengan kaum musyrik. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Ketika pertempuran itu selesai, kedua pihakpun pulang ke markas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berkumpul membincangkan pertempuran itu. Mereka begitu kagum dengan seorang sahabat mereka, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa lapar yang ingin terus memangsa musuh. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak seorangpun diantara kita yang mampu menandingi kehebatan Qotzman,”kata seorang sahabat. Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, ”Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjadi heran mendengar perkataan Rasulullah. Bagaimana bisa seorang yang telah berjuang dengan gagah berani menegakkan Islam justru masuk neraka. Rasulullah berkata, ”Ketika keluar dari medan perang, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam musuh. Dengan segera dia meletakkan pedangnya diatas tanah, membiarkan mata pedang menusuk dadanya sendiri.” Para sahabat baru mengerti, ternyata orang yang mereka kagumi bunuh diri, menjadi ahli neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: SABILI No. 23 / 4 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-8494606081209126286?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/8494606081209126286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/06/pahlawan-ahli-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8494606081209126286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/8494606081209126286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/06/pahlawan-ahli-neraka.html' title='Pahlawan Ahli Neraka'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2472771835482810577</id><published>2009-06-07T07:24:00.000+07:00</published><updated>2009-06-07T07:25:36.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah islami'/><title type='text'>Rahasia Kesempurnaan Raga</title><content type='html'>Rahasia Kesempurnaan Raga &lt;br /&gt;Oleh: Zaenal Abidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar tuan, sungguh saya menghiasi wajah saya dengan sesuatu,” jawab pemuda tersebut dengan sopan. Pemuda itu melanjutkan, “Jika saya berbicara, saya tidak berbohong. Jika ada yang berbicara, maka saya mendengarnya dengan seksama. Jika saya berjanji, saya senantiasa menepatinya dan jika saya diberi suatu amanah, maka pantang bagi saya untuk berkhianat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia Kesempurnaan Raga &lt;br /&gt;Oleh: Zaenal Abidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan seorang pemuda dari suku Ta’iyi mengunjungi rumah al-Ahnaf bin Qais, seorang ulama terkenal di zamannya. Rumah al-Ahnaf memang senantiasa dikunjungi banyak orang, terutama para murid dan sahabat-sahabatnya. Kebanyakan dari mereka datang untuk berziarah atau menuntut ilmu darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan pemuda tersebut sungguh menarik perhatian al-Ahnaf yang terkagum-kagum dengan ketampanan dan keelokan wajahnya. Kemudian al-Ahnaf bertanya, “Wahai pemuda, adakah engkau menghiasi wajahmu dengan sesuatu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar tuan, sungguh saya menghiasi wajah saya dengan sesuatu,” jawab pemuda tersebut dengan sopan. Pemuda itu melanjutkan, “Jika saya berbicara, saya tidak berbohong. Jika ada yang berbicara, maka saya mendengarnya dengan seksama. Jika saya berjanji, saya senantiasa menepatinya dan jika saya diberi suatu amanah, maka pantang bagi saya untuk berkhianat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan tersebut al-Ahnaf terkagum-kagum seraya berkata, “Wahai pemuda, pernyataanmu itu sangat tepat. Engkau telah menghiasi dirimu dengan akhlak yang mulia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: SABILI No.4 / 4 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2472771835482810577?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2472771835482810577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/06/rahasia-kesempurnaan-raga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2472771835482810577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2472771835482810577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/06/rahasia-kesempurnaan-raga.html' title='Rahasia Kesempurnaan Raga'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-3416998034087052572</id><published>2009-05-20T06:59:00.001+07:00</published><updated>2009-05-20T07:00:35.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seputar palestina'/><title type='text'>Korban Gaza : Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud</title><content type='html'>Korban Gaza : Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud&lt;br /&gt;Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan. Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Israel ke rumah-rumah Allah di Jalur Gaza. Kalimat itu dituturkan Ramadhan Khaled al Afsy, salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Gaza yang kedua”. Dia mengatakan, “Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi Nusairat di Jalur Gaza. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza Sabtu (27/12) siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bisa memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban Gaza : Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud&lt;br /&gt;Kairo – Infopalestina: “Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan. Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Israel ke rumah-rumah Allah di Jalur Gaza. Kalimat itu dituturkan Ramadhan Khaled al Afsy, salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Gaza yang kedua”. Dia mengatakan, “Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi Nusairat di Jalur Gaza. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza Sabtu (27/12) siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bisa memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa bersyukur atas apa yang menimpanya, lebih baik dari apa yang menimpa yang lainnya. Khaled menuturkan, “Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Israel. Saya tidak tahu sampai sekarang, apa yang terjadi pada mereka (jamaah yang lain).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaled, meskipun mengalami patah tulang di kedua pundaknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya, sehingga membuatnya sangat sulit berbicara, namun dia terus melanjutkan penuturannya. “Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di kota Gaza, saya tahu bahwa Zionis Israel menjadikan masjid-masjid sebagai sasaran bombardemennya. Saya tahu pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sejumlah masjid lainnya. Di antaranya adalah masjid as Shifa di barat Gaza, masjid al Qassam di Khan Yunis, masjid Imad Aqil di utara Jalur Gaza, masjid Abu Bakar ash Shidiq di kamp pengungsi Jabaliya dan masjid al Istiqamah di kota Rafah,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaled, yang kini dirawat di lantai empat bagian gawat darurat di rumah sakit Nasher, Mesir, dengan bercucuran air mata melanjutkan penuturannya. “Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,” ungkapnya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, “Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Gaza selama dua hari. Selama itu kondisi saya terus memburuk. Senin malam saya sampai di Kairo setelah diangkut mobil ambulan dari kotaGaza ke perbatasan Mesir. Kemudian mobil ambulan di perbatasan Mesir membawa saya ke rumah sakit Arisy. Dari sana saya dibawa ke Kairo karena saya sangat membutuhkan tindakan operasi cukup rumit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Dokter Menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara bercampur cucuran air mata, Khaled menyerukan semua pihak segera membawa para korban luka agresi biadab Israel di Jalur Gaza ke Mesir untuk mendapatkan pengobatan. “Para dokter di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza menangis karena kengerian yang mereka saksikan dan sedikitnya kemampuan yang mereka miliki. Saya sampaikan kepada semua, rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk mengobati korban. Semua penuh dengan korban luka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar sebelah Khaled, berbaring rekannya bernama Syukri Muhammad Riyad, yang menuturkan kondisi kerja pegawai medis di Jalur Gaza. “Saya bekerja di departemen kesehatan pemerintah Gaza di kota Rafah. Saat saya melakukan tugas mengevakuasi korban luka, kepala saya kejatuhan bagian tembok yang roboh dan membuat jaringan mata saya terputus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat sedih Riyad menegaskan, “Korban luka di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza tidak mendapatkan apa-apa bahkan sekadar tempat untuk meringankan rasa sakit mereka. Kami semua berharap derita sakit itu bisa berkurang dengan pengiriman korban luka ke rumah sakit-rumah sakit Mesir dan sampainya bantuan Arab ke Jalur Gaza.” Hingga Selasa (30/12), jumlah korban luka yang sampai di Mesir baru 36 orang, sebagian besar mereka dalam kondisi kritis, untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban Terus Bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sabtu (27/12) siang jet-jet tempur Zionis Israel membombardir seluruh wilayah Jalur Gaza. Rumah-rumah warga, masjid dan fasilitas umum menjadi target bombardemen Israel. Hingga hari keenam, Kamis 01/01/09), jumlah korban gugur mencapai lebih 420-an syuhada dan lebih 2100-an terluka, 300-an di antaranya dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://ihwansalafy.wordpress.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-3416998034087052572?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/3416998034087052572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/05/korban-gaza-mereka-membombardir-kami.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/3416998034087052572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/3416998034087052572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/05/korban-gaza-mereka-membombardir-kami.html' title='Korban Gaza : Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-2453272975242566903</id><published>2009-05-20T06:01:00.002+07:00</published><updated>2009-05-20T06:44:11.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fatwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>Sebab Babi Diharamkan</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pCHFqpBggzw&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pCHFqpBggzw&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;video diatas ini membuktikan bahwa daging babi mengandung cacing, pembuktian ini menggunakan coca cola!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Babi Diharamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta yang membuat seseorang harus segera menjauhi babi&lt;br /&gt;1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya.&lt;br /&gt;2. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.&lt;br /&gt;3. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.&lt;br /&gt;4. Kadang ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.&lt;br /&gt;5. Ia memakan sampah, busuk-busukan, &amp; kotoran hewan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebab Babi Diharamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, di berita-berita TV, surat kabar banyak diberitakan tentang penyebaran virus flu babi (H1N1) yang mulai merambah di Mexico, WHO sekarang ini telah menetapkan penyebaran virus telah sampai Tingkat IV, dan inilah salah satu bukti mengapa Allah mengharamkan hewan ini, karena dari beberapa penelitian, babi mengandung banyak sekali penyakit. &lt;br /&gt;Sebuah dialog Ilmuwan dan Ulama di bawah ini merupakan salah satu rekaan tentang haramnya hewan babi. Ada ilmuwan bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan babi.&lt;br /&gt;Ilmuwan : Haramnya hewan babi bagi umat Muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit Dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari&lt;br /&gt;virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih akan menjadi halal?&lt;br /&gt;Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?&lt;br /&gt;Ilmuwan : Apakah itu?&lt;br /&gt;Ulama : Coba anda buat 2 (dua) kandang.&lt;br /&gt;Dimana 1 (satu) kandang isi dengan 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor ayam betina.&lt;br /&gt;1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina.&lt;br /&gt;Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya?&lt;br /&gt;Ilmuwan : Tidak bisa!&lt;br /&gt;Ulama : Mari Kita lihat bersama-sama sekarang.&lt;br /&gt;Pada kandang pertama dimana ada 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor&lt;br /&gt;ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut, berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam betina tersebut sampai Ada&lt;br /&gt;yang menang dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat dan Fitrah manusia diciptakan Allah SWT.&lt;br /&gt;Ilmuwan : Pada kandang Babi?&lt;br /&gt;Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2 (dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua) ekor babi jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi betina,tetapi yang terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan homoseksual antara kedua ekor babi jantan setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas2 bertentangan dengan Fitrah umat manusia. Bilamana umat Islam ikut-ikut an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karateristik seperti babi ini.&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma'in, Wallahu A'lam Bish-shawab.&lt;br /&gt;"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, Dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, Dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.&lt;br /&gt;Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah Kefasikan. Pada Hari ini orang-orang kafir telah putus ASA untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut&lt;br /&gt;Kepada mereka Dan takutlah kepada-Ku. Pada Hari telah Ku-sempurnakan untuk&lt;br /&gt;Kamu agamamu, Dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, Dan telah Ku-ridhlai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang". QS. Al-Maidah (5) : 3.&lt;br /&gt;Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi.&lt;br /&gt;Nah, ternyata menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi tsb.merembes ke daging.&lt;br /&gt;Lemak punggung babi tebal.&lt;br /&gt;1. Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal.&lt;br /&gt;2. Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis,&lt;br /&gt;karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya.&lt;br /&gt;3. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta yang membuat seseorang harus segera menjauhi babi&lt;br /&gt;1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya.&lt;br /&gt;2. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.&lt;br /&gt;3. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.&lt;br /&gt;4. Kadang ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.&lt;br /&gt;5. Ia memakan sampah, busuk-busukan, &amp; kotoran hewan.&lt;br /&gt;6. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar &amp; dalam waktu lama, jika dibiarkan.&lt;br /&gt;7. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.&lt;br /&gt;8. Penelitian ilmiah modern di 2 negara Timur &amp; Barat, yaitu Cina dan Swedia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) &amp; Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan:&lt;br /&gt;"Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus &amp; kolon".&lt;br /&gt;a. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.&lt;br /&gt;b. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia seperti Cina dan India ).&lt;br /&gt;c. Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.&lt;br /&gt;d. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo . Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit, seperti : Virus Encephalitis, Virus Ebola, Virus H5N1, cacing pita, dll.&lt;br /&gt;Fakta Lainnya:&lt;br /&gt;1. Virus Encephalitis menyerang otak kecil&lt;br /&gt;2. Di Malaysia, virus ini pernah menghebohkan karena membunuh 90 orang hanya dalam waktu 60 hari.&lt;br /&gt;3. Sekarang pemerintah Malaysia melokalisasi babi.&lt;br /&gt;Daging babi adalah tempat persinggahan bagi beberapa jenis cacing yang berbahaya.&lt;br /&gt;1. Cacing pita (Taenia solium),&lt;br /&gt;2. Cacing spiral (Trichinella spinalis),&lt;br /&gt;3. Cacing tambang (Ancylostoma duodenale),&lt;br /&gt;4. Cacing paru-paru (Paragonimus) ,&lt;br /&gt;5. Fasciolepsis busci, Schistosoma japonicum,&lt;br /&gt;6. Chlonorchis sinensis,&lt;br /&gt;7. Erypsipelothrix sp., dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CACING PITA (Taenia solium)&lt;br /&gt;1. Larva &amp; cyste cacing pita babi dapat bermigrasi ke tubuh manusia melalui usus &amp; peredaran darah.&lt;br /&gt;2. Apabila manusia memakan daging babi yg tidak dimasak dgn baik, maka larva-larva cacing akan masuk, menempel pada dinding, dan berkembang biak di usus manusia.&lt;br /&gt;3. Cacing-cacing tsb. akan menyedot sari-sari makanan.&lt;br /&gt;4. Akibatnya : anemia (kurang darah), gangguan pencernaan, diare, histeria, mudah kaget, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa macam bakteri yang ada pada daging babi :&lt;br /&gt;Gara-gara babi, virus Avian Influenza (AI)jadi ganas&lt;br /&gt;SEBENARNYA.&lt;br /&gt;1. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia.&lt;br /&gt;2. Virus AI mati dengan pemanasan 60 oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.&lt;br /&gt;3. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi &amp; tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1.&lt;br /&gt;4. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia.&lt;br /&gt;5. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000&lt;br /&gt;orang (diberi nama Flu Hongkong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad Sayyid, penulis buku "Rahasia Kesehatan nabi" menuliskan (p. 186-199): Persentase kandungan lemak beberapa jenis daging Jenis daging Persentase kandungan lemak :&lt;br /&gt;&gt;&gt; Gemuk Sedang Kurus&lt;br /&gt;&gt;&gt; Daging babi 91 60 29&lt;br /&gt;&gt;&gt; Daging sapi 35 20 6&lt;br /&gt;&gt;&gt; Daging domba 56 29 14&lt;br /&gt;1. Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak.&lt;br /&gt;2. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kolestrol!&lt;br /&gt;3. Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mau apa lagi? Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya.&lt;br /&gt;Ini menjadi larangan bagi umat Islam sebab Tuhan maha Baik, tau yang terbaik bagi umat akhir zaman ini.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Wahai Saudaraku yang aku cintai karena Allah.Marilah kita berhati-hati terhadap setiap makanan yang kita santap!Apalagi yang masuk dalam tubuh anak &amp; keluarga kita. Janganlah kesuciannya dirusak dengan makanan HARAM!&lt;br /&gt;Mari kita antar keluarga kita ke surga.!Dengan tidak memakan &amp; memakai produk haram! Semoga bermanfaat tulisan ini.&lt;br /&gt;Maha suci Allah dengan segala firmanNYa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-2453272975242566903?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/2453272975242566903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/05/sebab-babi-diharamkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2453272975242566903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/2453272975242566903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/05/sebab-babi-diharamkan.html' title='Sebab Babi Diharamkan'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__NOn6nU9Ngc/SR-NDNQEmFI/AAAAAAAAABo/6gcjG8cq6V8/S220/Al-Qur%27an.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2733738705059371433.post-9182735194183402590</id><published>2009-05-10T20:13:00.004+07:00</published><updated>2011-08-31T13:42:59.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir zaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan agama'/><title type='text'>IMAN KEPADA HARI AKHIR</title><content type='html'>BAB III&lt;br /&gt;IMAN KEPADA HARI AKHIR&lt;br /&gt;(Contoh pembelajaran Agama Islam SMA Kelas XII)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator&lt;br /&gt;3. Meningkatkan keimanan kepada hari akhir&lt;br /&gt; 3.1. Menampilkan perilaku yang  mencerminkan keimanan terhadap hari akhir ◊ Mampu menjelaskan pengertian beriman kepada hari akhir.&lt;br /&gt;◊ Mampu menjelaskan dalil naqli mengenai pentingnya beriman kepada hari akhir.&lt;br /&gt;◊ Mampu menjelaskan perilaku yang  mencerminkan keimanan terhadap hari akhir&lt;br /&gt;◊ Mampu menampilkan perilaku yang  mencerminkan keimanan terhadap hari akhir &lt;br /&gt; 3.2. Menerapkan hikmah beriman kepada hari akhir&lt;br /&gt; ◊ Menjelaskan hikmah beriman kepada hari akhir.&lt;br /&gt;◊ Mendeskripsikan  hikmah beriman kepada hari akhir.   &lt;br /&gt;◊ Menerapkan hikmah beriman kepada hari akhir .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dalil Naqli tentang Hari Akhir&lt;br /&gt;Iman kepada hari akhir adalah salah satu  rukun iman yang utama selain iman kepada Allah swt. Menurut Prof. Dr. Quraisy Syihab, dalam bukunya Wawasan Al-Quran halaman 80, dua rukun iman inilah yang paling banyak disebutkan dalam Al-Quran. Terbukti al-Quran selalu menyebutkan Iman kepada Hari Akhir dan Iman kepada Allah selalu bersamaan dan berurutan. Diantaranya adalah ayat-ayat berikut ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Al-Quran surat  al-Baqarah (2) ayat  8 : &lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Q.S. al Baqarah ayat 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Al-Quran surat  al-Taubah (9) ayat 8 :&lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. al Taubah ayat 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Al-Quran surat  al-Maidah (5) ayat 69 :&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Q.S. al Maidah ayat 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Al-Quran surat  al-Baqarah (2) ayat  177 :&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al Baqarah ayat 177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian terlihat bahwa keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan iman kepada hari akhir. Menurut Prof.Quraisy Syihab keimanan kepada Allah tidak sempurna kecuali dengan keimanan kepada hari akhir.  keimanan kepada Allah menuntut adanya amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru sempurna motivasinya dengan adanya keimanan tentang adanya hari akhir. Karena kesempurnaan ganjaran dan balasannya hanya ditemukan di akhirat nanti. Untuk memperkuat argumennya, beliau menyatakan bahwa kata “yaumul akhir” saja terulang 24 kali, disamping kata "akhirat” terulang 115 kali dalam Al-Quran. Selain itu Al-Quran selalu menggugah hati dan pikiran manusia dengan menggambarkan peristiwa-peristiwa hari akhirat, dengan nama-nama yang unik, misalnya “al-Zalzalah”, “al-Qari’ah”, an-Naba’, al-Qiyamah”. Istilah-istilah (yang menjadi nama surat  Al-Quran) itu mencerminkan peristiwa dan keadaan yang bakal dihadapi oleh manusia pada saat itu,  dengan tujuan agar manusia beriman kepada Allah dan hari akhirat, karena manusia akan bertemu Allah, dan manusia pasti akan mati, karenanya  manusia jangan lengah, lupa diri, jangan terpesona dengan kehidupan dunia yang temporal dan menipu, manusia  jangan mempertuhankan harta, karena harta tidak dapat menolong pemiliknya dari siksa Allah di hari akhirat. &lt;br /&gt;Disamping itu banyak hadis-hadis  rasulullah dengan kwalitas yang berbeda selalu mengkaitkan kesalehan sosial seseorang dengan kemantapan iman kepada Allah dan hari akhir. Diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Hadis  tentang kemampuan seseorang untuk selalu bertutur kata yang baik, atau lebih baik diam jika tidak mampu melakukannya, adalah :&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَصْمُتْ (رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم عَنْ اَبِى هُرَيْرَة)&lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia selalu bertutur kata yang baik atau lebih baik diam”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketulusan seseorang dalam menghormati tamu adalah cermin imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم عَنْ اَبِى هُرَيْرَة)&lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia  memuliakan tamunya. ”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manisnya iman adalah lari dari fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ اَبِيْ سَعِيْد الخُدْ رِى أَنَّهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْشِكَ اَنْ يَكُوْنَ خَيْرُ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهَا شَعْفُ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعُ الْقِطْرِ يَفِرُّ بِدِيْنِهِ مِنَ الْفِتَنِ&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudry ra. Bahwasanya ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Hampir-hampir sebaik-baik harta orang Islam adalah kambing yang mana ia mengikutinya di pucuk gunung dan tempat yang mendapat hujan dimana ia melarikan agamanya dari fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku yang tercermin dari ketiga hadis  tersebut, tercapai apabila seseorang memiliki kemantapan iman kepada Allah dan hari akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dalil ‘Aqli tentang Hari Akhir&lt;br /&gt;Dalil ‘aqli merupakan argumen untuk memperkuat dalil naqli yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah, karena argumen al-Quran sendiri sudah sangat mampu mengatasi keragu-raguan manusia tentang adanya hari kiamat tersebut. Mari kita tampilkan kemungkinan datangnya hari akhir menurut teori para ahli pada bidangnya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menurut Ahli Astronomi&lt;br /&gt;Bumi dan planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari secara teratur dan sempurna masing-masing planet mempunyai daya tarik-menarik sehingga beredar dan bergerak seimbang/serasi. Namun daya tarik menarik itu semakin lama akan semakin berkurang bahkan hilang sama sekali, akhirnya akan saling bertabrakan dan hancur, (bandingkan surat at-Takwir 2 dan al-Infiëãr 2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menurut ahli Geologi&lt;br /&gt;Di dalam perut bumi terdapat gas yang panas yang berkembang dan terus menerus menekan kearah luar bumi. Akan tetapi bumi itu sendiri mendapat tekanan (atmosfir) dari luar atau permukaannya, sehingga terjadilah keseimbangan. Namun diperkirakan bahwa tekanan dari luar semakin lama semakin lemah, bahkan tak berdaya lagi akhirnya mengakibatkan gas bumi akan meledak dengan ledakan yang sangat dahsyat dan akan mengeluarkan bola api raksasa yang membawa kehancuran. (bandingkan dengan surat  al-Zalzalah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menurut Ahli Fisika  &lt;br /&gt;Menurut Teori  Ilmu Alam bahwa sumber energi terbesar yang dapat memenuhi kebutuhan semua kehidupan di dunia ini adalah matahari. Begitu juga daya tarik antara benda-benda angkasa (planet) itu ada ketergantungan dengan energi matahari. Namun lambat laun sinar matahari semakin melemah, akibatnya mempengaruhi daya tarik diantara planet-planet tersebut akhirnya tidak ada keseimbangan, maka terjadilah tabrakan diantara mereka. (bandingkan at-Takwir 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pendapat lain dari Sarjana Astronomi Jh. Van Vierngen dan kawan-kawannya. &lt;br /&gt;Mereka memperkirakan bahwa alam semesta ini akan meletus akibat dari pengembangan yang terus menerus tanpa batas. Diumpamakan seseorang yang meniup balon terus menerus tanpa henti maka balon tersebut akan meledak. Sampai saat ini alam ini sedang terus mengalami pengembangan, sehingga akan melebihi kapasitas maksimal, akibatnya langit yang membentang luas itu akan pecah dan hancur berantakan. (Bandingkan surat  al-Ahqãf ;3, at-Tur ;9,ar-Rahmãn ; 37, al-Hãqqah ; 16, al-Maãrij ; 8 ).&lt;br /&gt;Dengan adanya kesadaran demikian terdoronglah manusia untuk beriman dan beramal saleh   itulah sebabnya, mengapa keimanan kepada hari akhir itu sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tanda-tanda Hari Akhir (kiamat)&lt;br /&gt;Kapan  hari kiamat akan tiba memang rahasia Allah, pengetahuan kita hanya terbatas pada tanda-tanda akan kedatangannya. Sebagaimana firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;1. Q.S. an-Nãzi’at (79) ayat : 42-44&lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (Q.S. an Nãzi’at ayat 42-44)&lt;br /&gt;2. Q.S. al-Isra (17) ayat 51, dialog antara kaum musyrik dengan Rasulullah tentang kapan hari kiamat (hari kebangkitan). &lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;Atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat". (Q.S. al Isra ayat 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir dan musyrik suka ragu, tentang kemungkinan manusia dibangkitkan kembali dan kalaupun itu mungkin kapankah hal itu terjadi. Jawabannya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat. Artinya waktu hari kiamat tetaplah menjadi rahasia Allah swt.&lt;br /&gt;Prof. Bey Arifin dalam bukunya Hidup Sesudah Mati  (hal.182-196) setelah mengutip beberapa hadis  rasulullah melukiskan tanda-tanda hari Kiamat ada 15 peristiwa yang mendahuluinya. Dari 15 peristiwa itu menurut beliau 3 diantaranya adalah paling penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Munculnya Dajjal&lt;br /&gt;Dajjal artinya pembohong yang kerjanya cuma menyesatkan manusia. Dajjal ada 2 macam. Dajjal kecil dan Dajjal besar. Dajjal-Dajjal menyebabkan kerusakan-kerusakan dalam masyarakat. Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh Dajjal kecil itu dinamakan Kiamat Kecil. Dan Dajjal-Dajjal kecil itu telah lahir dan mungkin dapat kita temukan disekitar kita. Sedangkan Dajjal besar adalah pembohong kaliber besar yang kerjanya membohongi dan menyesatkan umat manusia dan mereka akan muncul menjelang Kiamat kubra (kiamat besar) tiba. Coba perhatikan do’a Rasulullah berikut, yang dikutip oleh Bay Arifin dari kitab Jami’ Shaghir. &lt;br /&gt;اَللهُمَّ إِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَدَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ شَرِّ الْغِنَى وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّال اللهُمَّ اغْسِلْ عَنِّى خطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقِّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَبَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;Ya Allah aku mohon berlindung kepada Mu dari sifat malas dan umur kelewat tua, dari segala dosa hutang, dari fitnah kubur dan azab kubur, dari fitnah neraka dan azab neraka, dari bahaya fitnah kekayaan, aku berlindung dengan Engkau dari fitnah (bahaya) kemiskinan. Dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah al-Masih Dajjal. Ya Allah bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, dengan  salju, dan air mawar, bersihkan pula jiwaku dari kesalahan seperti bersihnya kain putih dari daki dan jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku seperti jauhnya jarak antara timur dan barat. (hadis  shahih, diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari ‘Aisyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis  lain Rasulullah bersabda : “Tidak terjadi Kiamat, sehingga muncul hampir 30 orang Dajjal, masing-masing mengakui bahwa ia Rasul Allah.”  (H.R.Abu Dawud, Turmuzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah Islam Dajjal-Dajjal yang mengaku nabi palsu itu telah muncul sejak zaman rasulullah. Tercatat ada 3 nabi palsu pada masa rasulullah, yaitu Al-‘Unsy dari Yaman, Musailamah Al-Kazzab dari Yamamah dan Ibnu Syayyad dari Madinah. Ketiga Dajjal itu dapat ditumpas pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq.  Beberapa puluh tahun kemudian, muncul lagi di Irak yang mengaku sebagai nabi, namanya Mukhtar As Tsaqafy namun dia dapat ditumpas dan terbunuh. Namun masih banyak lagi dalam sejarah yang mungkin tidak tercatat. &lt;br /&gt;Akhirnya di abad ke 20 masehi tepatnya tahun 1839 masehi lahirlah  di Qadyan  India seorang yang bernama Mirza Gulam Ahmad yang dalam masa hidupnya berkhutbah dan mengarang. Pada tahun 1900 ia mendirikan perkumpulan yang dinamai Ahmadiyah. Yang pada akhirnya ia pun menganggap dirinya nabi dan begitupun pengikutnya menghormatinya sebagai nabi. Di Indonesia baru-baru ini muncul Lia Aminuddin mengaku sebagai nabi dan rasul dan kemudian tahun 1997 MUI memfatwakannya sebagai nabi palsu, sesat dan menyesatkan. Kemudian tahun 2007 muncul juga di Bogor seorang bernama Ahmad Mushaddiq yang nama aslinya adalah H. Salam mengaku sebagai nabi dan rasul. Dan kita tidak tahu sudah berapa banyak Dajjal-Dajjal yang lahir ke dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Turunnya Isa ibnu Maryam A.S.&lt;br /&gt;Menurut A.Hasan dalam bukunya Verslag Debat Pembela Islam menerangkan bahwa ada lebih kurang 30 buah hadis  yang menerangkan akan turunnya Isa ibnu Maryam AS.  Kedatangannya adalah untuk membunuh semua babi dan menghancurkan semua salib. Ulama mentakwilkan sebagai kehancuran dan lenyapnya agama Kristen dan memperkuat agama Islam. Dan kedatangan Isa anak Maryam itu adalah sesudah munculnya Dajjal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Turunnya Imam Mahdi&lt;br /&gt;Kepercayaan akan kehadiran Imam Mahdi pada akhir zaman telah merata dikalangan kaum muslimin. Mahdi artinya yang mendapat petunjuk. Kata Mahdi tidaklah terdapat dalam Al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kemukakan beberapa pendapat para ulama mengenai Imam Mahdi :&lt;br /&gt;a. Pendapat Ibnu Khaldun : “…semua hadis-hadis  itu tidak ada yang terlepas dari bantahan, kecuali sedikit sekali”.&lt;br /&gt;b. Pendapat Syaikh Muhammad Darwisy : “Hadis-hadis  tentang Mahdi semuanya lemah, tidak satupun yang dapat jadi pegangan. Janganlah kamu terpedaya oleh omongan orang yang mengumpulkannya dalam beberapa karangan”.&lt;br /&gt;c. Pendapat Sayid Rasyid Ridha : “Masalah Mahdi yang ditunggu-tunggu kedatangannya itu adalah masalah suatu dasar aliran politik yang diberi pakaian agama”.&lt;br /&gt;Dari tiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa keyakinan akan hadirnya Imam Mahdi menjelang hari kiamat (sebagai salah satu tanda hari kiamat), tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian waktu datangnya hari kiamat tetaplah menjadi rahasia Allah, yang paling penting kita memperbanyak amal saleh  sebagai bekal diakhirat, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Macam-Macam Kiamat &lt;br /&gt;1. Kiamat Sughra atau Kiamat Kecil&lt;br /&gt; Yaitu berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan kendaraan, kekeringan yang kepanjangan, hama tanaman yang merajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut di atas ditinjau dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan siksaan atau azab Allah swt.&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat  al-Baqarah ayat 155-156 :&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". (Q.S. al Baqarah ayat 155-156)&lt;br /&gt;Firmannya Allah surat  ali-Imran ayat 137:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”(Q.S. ali Imran ayat 137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kiamat Kubra&lt;br /&gt;Yaitu masa kehancuran seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat  al-Zalzalah ayat 1-5. &lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. (Q.S. al Zalzalah :1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmannya Allah surat al-Qari’ah ayat 1-5 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Q.S. al Qari’ah ayat 1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmannya Allah surat  al-Waqi’ah ayat 1-7 :&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan.(Q.S.al Waqi’ah ayat 1-7)&lt;br /&gt;Kiamat Kubra ini tidak ada yang tahu tentang waktu kejadiannya, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat  al-A’raf ayat 187.&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Q.S. al A’raf ayat 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Proses Menuju Fase-fase Kehidupan Akhirat &lt;br /&gt;Pada hari kiamat nanti manusia mengalami beberapa proses tahapan yang antara lain sebagai berikut ;&lt;br /&gt;1. Yaumul Barzakh ( يَوْمُ الْبَرْزَخ ) yaitu masa penantian sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat kubra)&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat  al-Mukminun ayat 100 :&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan (Q.S.al-Mukminun : 100) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yaumul Ba’ats (Hari kebangitan dari Alam Kubur)    يَوْمُ الْبَعْثِ &lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat  al-Mujadalah ayat 6&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.(Q.S. al-Mujadalah :6)&lt;br /&gt;3. Yaumul Hasyr (Hari Berkumpul di padang Mahsyar).  يَوْمُ الْحَشْرِ&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat  al-An’am ayat 22  &lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?". (Q.S. al An’am :22)&lt;br /&gt;4. Yaumul Hisãb (Hari Perhitungan/Pemeriksaan) يَوْمُ الْحِسَابِ  &lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat  al-Insyiqãq ayat 8&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (Q.S. al Insyiqaq :8)&lt;br /&gt;5. Yaumul Mîzan (Hari Pertimbangan Amal)   يَوْمُ الْمِيْزَانِ&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat  al-Anbiya’ : 87&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (Q.S.al Anbiya’ : 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Yaumul Jaza (Hari Pembalasan)  يَوْمُ الْجَزَاءِ&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat  al-Mukmin : 17&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (Q.S. al Mukmin : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Surga dan Neraka&lt;br /&gt;1. Surga&lt;br /&gt;Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang hakiki dan abadi sebagai balasan bagi orang yang bertakwa, beriman dan beramal saleh , yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Surga itu sesuatu yang belum pernah dialami selama di dunia oleh siapapun dan tidak dibayangkan keadaannya oleh pikiran dan gambaran dalam hati.&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan dalam hadis  qudsi sebagai berikut :&lt;br /&gt;عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلم : قَالَ اللهُ تَعَالَى: " اَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِيْنَ ماَلاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ" (رَوَاهُ الْبُخَارى وَ مُسْلِمُ) &lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda : Allah Ta’ala berfirman “ Aku telah menyediakan untuk hambaku yang saleh  sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan belum pernah didengar telinga serta belum pernah tergoreskan dalam hati manusia (HR.Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga itu tempat yang telah dijanjikan Allah untuk orang-orang yang bertakwa, sebagaimana firmannya dalam surat  ali Imrãn ayat 133 :&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(Q.S. ali Imran :133) &lt;br /&gt; Surga dijanjikan Allah untuk orang-orang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firmannya dalam surat  al-Baqarah ayat 25&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: " Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.(Q.S. al Baqarah :25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun nama-nama surga disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut : &lt;br /&gt;a. Surga ‘Adn (lihat Q.S. ar-Ra’d (13) : 22-24)&lt;br /&gt;b. Surga Na’îm (lihat Q.S.al-Waqi’ah (56) : 12)&lt;br /&gt;c. Surga Ma’wa (lihat Q.S.as-Sajdah (32) : 19 )&lt;br /&gt;d. Surga Firdaus (lihat Q.S.al-Kahfi (18) : 107)&lt;br /&gt;e. Dãrus-Salãm   (lihat Q.S.al-An’am (6) : 127)&lt;br /&gt;f. Surga Dãrul Khulud (lihat Q.S.al-Qaf (50) : 34)&lt;br /&gt;g. Dãrul Muqomah (lihat Q.S.al-Fatir (35) : 35)&lt;br /&gt;h. Maqam Amîn ((lihat Q.S.ad-Dukhan (44) : 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Neraka &lt;br /&gt;Neraka adalah sesuatu tempat kehidupan di akhirat yang merupakan tempat penyiksaan yang sangat hebat dan dahsyat, yang dijanjikan Allah bagi orang-orang kafir (ingkar kepada Allah swt), orang-orang musyrik dan orang-orang munafik.&lt;br /&gt;Firman Allah surat  al-Baqarah ayat 24 :&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (Q.S. al Baqarah : 24)&lt;br /&gt;Firman Allah surat  al-Baqarah ayat 39 :&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. al Baqarah : 39)&lt;br /&gt;Firman Allah surat  al Bayyinah ayat 6:&lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Q.S. al Bayyinah :6)&lt;br /&gt;Firman Allah surat  an-Nisa’ ayat 145:   &lt;br /&gt;Artinya  :&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (Q.S. an-Nisa’ : 145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nama-nama neraka disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut : &lt;br /&gt;a. Neraka Jahîm (lihat Q.S. al-Infiëar ayat 14 -16)&lt;br /&gt;b. Neraka Jahannam (lihat Q.S. at-Takasur ayat 6)&lt;br /&gt;c. Neraka Hawiyah (lihat Q.S. al-Qari’ah ayat 8-10)&lt;br /&gt;d. Neraka Huëamah (lihat Q.S. al-Humazah ayat 1-9)&lt;br /&gt;e. Neraka Saqar (lihat Q.S. al-Mudatsir ayat 26-54)&lt;br /&gt;f. Neraka Sa’îr (lihat Q.S. al-Mulk ayat 7-11)&lt;br /&gt;g. Neraka Laìa (lihat Q.S. al-Lail ayat 12-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Fungsi Iman Kepada Hari Akhir&lt;br /&gt;1. Menambah keyakinan bahwa perbuatan di dunia sebagai bekal kehidupan di akhirat.&lt;br /&gt;2. Meyakini bahwa Allah swt akan memberikan balasan kepada hambanya sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.&lt;br /&gt;3. Dengan meyakini adanya hari akhir, maka seseorang akan memiliki sifat optimis dalam menjalani kehidupan di dunia ini untuk menyongsong kehidupan yang hakiki dan abadi kelak di akhirat.&lt;br /&gt;4. Menumbuhkan sifat ikhlas dalam beramal, istiqomah dalam pendirian dan khusuk dalam beribadah.&lt;br /&gt;5. Senantiasa melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar untuk mencapai ridha Allah swt.&lt;br /&gt;6. Meyakini bahwa segala perbuatan selama hidup di dunia ini yang baik maupun yang buruk harus dipertanggung jawabkan dihadapan Allah swt kelak di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. TUGAS&lt;br /&gt;a. Perorangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan  kiamat sugra dan kiamat kubra &lt;br /&gt;2. Tulislah satu ayat al-Quran  dan hadits nabi beserta artinya  yang menjelaskan &lt;br /&gt;     tentang beriman kepada hari qiyamat&lt;br /&gt;3. Jelaskan dalil-dalil aqli (pendapat para ilmuan) yang mendukung bahwa hari qiyamat &lt;br /&gt;     itu pasti terjadi&lt;br /&gt;4. Tulislah beberapa tanda atau ciri-ciri orang yang beriman kepada hari qiyamat&lt;br /&gt;5. Hikmah apa saja  yang bisa anda proleh jika beriman kepada hari qiyamat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kelompok&lt;br /&gt;Diskusikan secara kelompok apa yang dimaksud dengan Dajjal ? Apakah sekarang ini sudah ada ? Apakah kehancuran dan kerusakan yang saat ini terjadi akibat peperangan adalah juga disebabkan karena ulah-ulah dajjal ? (Carilah sumber informasi yang akurat, boleh  dari internet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya miliki buku paket Pendidikan Agama Islam SMA Kelas XII Penerbit Dongfong Karya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2733738705059371433-9182735194183402590?l=www.saefudin.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.saefudin.info/feeds/9182735194183402590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/05/iman-kepada-hari-akhir.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/9182735194183402590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2733738705059371433/posts/default/9182735194183402590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.saefudin.info/2009/05/iman-kepada-hari-akhir.html' title='IMAN KEPADA HARI AKHIR'/><author><name>Saef</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17848410831409449571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thu
